Rabu, 14 April 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HIGER SIAPKAN BUS LISTRIK UNTUK JAKARTA
 
30 Desember 2020


(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan bus asal China, Higer, memperkenalkan bus listrik mereka KLQ6125GEV. Melalui distributor dan pemegang lisensi manufaktur ekslusif di Indonesia, PT. Higer Maju Indonesia (HMI), Higer menawarkan keunggulan utama, kapasitas dan daya jelajah bus listrik yang lebih besar. PT. HMI juga menyatakan siap untuk mendukung kebutuhan PT. Transjakarta untuk pengadaan bus listrik yang rencananya direalisasikan tahun depan.

“Bus listrik Higer hadir di Indonesia dan siap mendukung Transjakarta dalam pengadaan kendaraan umum ramah lingkungan. Bus listrik Higer sangat efisien dengan kapasitas baterai yang sangat besar dan jauh diatas kompetitor lainnya. Dengan kapasitas besar ini, maka dapat mencapai jarak tempuh lebih jauh, dengan pengisian daya baterai yang lebih singkat,
kata Direktur Utama PT. Higer Maju Indonesia Antonius R Ismanto dalam peluncuran bus listrik Higer di Jakarta, Senin (28/12/20).

PT. HMI menyebut kapasitas baterai 385 kWh, dengan daya jelajah hingga 300 Km. Cukup dengan waktu pengisian ulang baterai sekitar 3-4 jam. Bobot kosong yang hanya 13 Ton, membuat daya jelajah bus ini diklaim PT. HMI lebih jauh. Bus Higer KLQ6125GEV adalah salah satu model bus listrik yang diproduksi Higer untuk kebutuhan transportasi perkotaan. Berdasarkan data spesifikasi Higer, bus dengan panjang 12 meter miliki kapasitas angkut 34 penumpang.

Antonius menambahkan, bus listrik Higer telah mengikuti uji awal oleh Transjakarta selama dua pekan terakhir. Sebelum diujicoba Higer KLQ6125GEV ini juga sudah lulus uji tipe (SUT). Dia mengungkapkan, bus listrik Higer sangat tepat untuk mendukung rencana pemerintah mempercepat pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019.

“Penyediaan bus listrik Higer di Indonesia ini sejalan dengan visi pemerintah untuk kendaraan ramah lingkungan. Kendaraan yang bebas polusi gas buang atau zero emission dan bebas polusi suara karena bus listrik Higer berjalan dengan senyap,” kata Antonius.

Higer KLQ6125GEV didukung oleh motor listrik Dana TM4 Motor. Beberapa komponen yang mumpuni dari pabrikan Eropa juga tertanam pada bus yang mulai diperkenalkan sejak 2016 lalu itu. Di bagian poros dan pengereman ada ZF dan WABCO. Menurut salah satu Komisaris PT. HMI, Untung R Ismanto, poros ZF mudah perawatannya. Sementara sistem pengereman WABCO cukup andal.

Kedua komponen asal pabrikan Eropa ini memiliki standar yang sudah dikenal luas kemampuannya. Satu lagi, ada komponen BOSCH yang juga menopang roda kemudi. “Dengan menggunakan axle ZF, bus dapat dikonfigurasi menjadi low entry, di mana lantai dasar bus rata atau lower deck. Sumbu roda depan independent dan mengurangi body roll pada kendaraan. Kami menggunakan teknologi dari Jerman karena layanan purnajualnya sangat didukung oleh ZF Jerman. Dengan demikian kelancaran operasional dan perawatan kendaraan menjadi terjamin,” ujar Untung menjelaskan.

Higer memiliki reputasi cukup baik di Eropa. Kerja sama Higer dan Scania yang menghasilkan Scania Touring, salah satu model bus Scania yang cukup laris di pasaran Eropa. Diperkenalkan di Busworld 2015, Scania Touring memikat banyak perhatian. Model yang mirip Scania Touring juga sempat menginspirasi salah satu karoseri di Indonesia dan menarik perhatian banyak orang.

Untung mengungkapkan, spesifikasi bus listrik Higer sudah mengikuti semua standar yang telah ditentukan oleh Transjakarta. Ukuran dan dimensi sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Dia mengatakan, karena sejak awal pembuatan selalu berkoordinasi dengan tim teknis Transjakarta. “Kami siap mendukung Transjakarta untuk pengadaan bus listrik yang efisien,” katanya lagi.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta Yoga Adiwinarto membenarkan pihaknya tengah membuka peluang untuk pengadaan bus listrik. Semua pabrikan diundang untuk ikut menampilkan bus-bus listriknya. Dia mengatakan, bus-bus listrik yang akan digunakan Transjakarta harus melalui rangkaian uji coba secara ketat dan bertahap.

Yoga menyatakan, tujuan uji coba bus listrik adalah untuk memastikan bus dapat beroperasi pada standar operasional dalam kondisi lalu-lintas di Jakarta. Selain itu, spesifikasi teknis harus sesuai dengan operasional Transjakarta dan regulasi yang berlaku. “Bus-bus yang nanti akan digunakan operator, secara teknis harus sudah di-approve (disetujui),” begitu dia mengungkapkan.

Terkait bus listrik Higer, Yoga mengaku masih harus melihat dan melakukan uji coba lebih jauh. Karena, lanjut dia, untuk kewenangan spesifikasi ada pada Dinas Perhubungan atau Kementerian Perhubungan yang bisa menentukan. Sementara, Transjakarta lebih kepada pelayanannya.

Sejauh ini, kata Yoga, sudah ada beberapa bus yang melakukan proses ujicoba. Bus yang tengah diuji coba antara lain, BYD K9 dan C6 dari PT. Bakrie Autoparts, Higer dari PT. HMI, Skywell dari PT. Kendaraan Listrik Indonesia dan Zhongtong dari PT. Mobilindo Armada Cemerlang.

Dalam kesempatan itu Yoga mengungkapkan, tahun 2020 merupakan fase pilot project. Menurut dia, rencananya Transjakarta akan mengoperasikan 100 unit bus listrik. “Akhir tahun 2021 lah bus listrik akan beroperasi penuh. Bukan muter-muter di jalan aja tapi beneran angkut penumpang,” kata dia. (naskah : mai/foto dok. PT HMI/ Higer.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013