Rabu, 14 April 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MAU PILIH NAIK BUS AMAN? YUK DIINTIP DI SITUS SPIONAM
 
18 Maret 2021
 

(Jakarta – haltebus.com) Kementerian Perhubungan terus berupaya menata manajemen perusahaan/operator bus agar bisa melayani masyarakat dengan baik. Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan, mereka menggunakan dua tolok ukur, pertama, perusahaan memiliki ijin dan beroperasi resmi. Kedua, ada Sistem Manajemen Keselamatan.

Ada banyak hal lain yg kami siapkan. Minggu depan kami bicara dengan banyak PO (Perusahaan Otobus) untuk sosialisasi dan merespon ini. Keselamatan menjadi prioritas utama. Maskudnya adalah, operator kalo berpikir mau mendirikan perusahaan, untungnya diutamakan. Yang diutamakan (seharusnya) keselamatannya dulu. Yang kedua selain keselamatan menyangkut keamanan. Berikutnya kenyamanan, juga keterjangkauan, bisa diakses masyarakat,” kata Budi di Jakarta, Minggu (14/3/21).

Budi menjelaskan, perusahaan yang memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang akan mendapat penilaian tersendiri dari masyarakat. Tentunya, kata dia, masyarakat akan mencari bus yang aman dan nyaman. Karena itu, dia menegaskan, setiap perusahaan bus yang mau mengajukan ijin harus bisa menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan.









Dia mengimbau agar masyarakat juga memperhatikan perusahaan bus yang akan dinaikinya. “Masyarakat juga harus cerdik sekarang, jangan memilih wisata tarifnya murah, kendaraannya tidak berkeselamatan,” katanya.

Setiap operator bus, menurut Budi, harus berijin. Dia menjelaskan, pengurusan ijin di Kemenhub sudah sangat mudah diakses. Dia menegaskan, “Tidak ada lagi istilah, Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah.” Semua dilakukan secara digital dan mudah melalui SPIONAM.

Apa itu SPIONAM? Ini adalah kepanjangan dari Sistem Informasi Perizinan Portal Angkutan dan Multimoda. Situs www.spionam.dephub.go.id yang dikelola Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Angkutan Darat, menjadi pusat perijinan dan informasi regulasi yang terkait. Awalnya situs ini hanya dikenal kalangan tertentu untuk kepentingan pengurusan ijin, namun belakangan masyarakat bisa mengaksesnya.

Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat, Ahmad Yani menjelaskan, SPIONAM adalah bagian dari upaya mereka membangun sistem pengawasan perusahaan bus secara digital. Sementara Sistem Manajemen Keamanan akan melengkapi syarat perusahaan bus mendapatkan ijin. “Terkait keselamatan, misalnya, harus ada mitigasi perjalanan. Perusahaan bus harus punya rencana perjalanan busnya. Mereka harus paham rute yang dilalui,” ujar dia mencontohkan.









Yani menambahkan, perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar dan mendapatkan ijin disebut perusahaan resmi. Perusahaan yang benar-benar melayani dan menjalankan regulasi pemerintah dengan baik. yang tidak terdaftar, lanjut dia, bukan perusahaan resmi. Dia mengungkapkan, dalam situs Spionam ada nama perusahaan, penanggungjawab perusahaan, ijin yang diberikan Kementerian Perhubungan, sampai armadanya.

Data Kementerian Perhubungan mencatat, ada 845 perusahaan dengan layanan antar kota dan pariwisata. Ada 269 perusahaan dan 13.020 unit kendaraan dengan layanan antar kota. Sementara untuk layanan pariwisata terdaftar 576 perusahaan dengan 12.754 unit kendaraan.

Dalam kesempatan itu, Yani menyebutkan, pihaknya juga sedang mengembangkan sistem digital untuk transportasi darat. Salah satunya dengan pemantauan pola pergerakan kendaraan. Setiap perusahaan yang sudah terdaftar, mengantongi ijin, kendaraannya juga mengantongi ijin akan dipasang alat pelacakan kendaraan. Apakah kendaraan yang terdaftar sama dengan yang beroperasi, bagaimana kendaraan beroperasi akan menjadi perhatian Kemenhub. “Nanti juga ada pengawasan digital, setiap bus lewat di jalan negara atau jenis jalannya apa bisa dilihat. Harapannya, dengan (sistem) digital ini bisa meningkatkan pengawasan di jalan,” katanya. (naskah : mai/foto : dok.haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013