Rabu, 14 April 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JAKARTA BEBAS EMISI, TRANSJAKARTA AWALI TRANSISI BUS DIESEL TAHUN INI
 
02 April 2021



(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai menyiapkan operasional bus listrik. Tahun ini, secara bertahap, operasional bus diesel digantikan dengan bus listrik. Menurut Direktur Utama PT. Transjakarta, hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemprov. DKI Jakarta. “Ketika pemerintah mengeluarkan misi Jakarta dengan langit biru, maka Transjakarta sebagai agen pembangunan haruslah mendukung kebijakan tersebut. Proses penggunaan bus listrik ini sendiri sudah mulai dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Pada prinsipnya, Transjakarta bersama operator siap bekerja sama untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan kami," ujar Jhony di Jakarta, Senin (29/3/21).

PT. Transjakarta menilai, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, berdampak pada tatanan transportasi perkotaan yang lebih baik, khususnya diJakarta. Program kota Jakarta bebas emisi atau dikenal juga dengan program langit biru yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menjadi bagian dari implementasinya. Intruksi Gubenur (Ingub) Nomor 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara, semakin mendekatkan langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan transportasi publik berbasis listrik di Ibukota.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor transportasi, PT. Transjakarta didukung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mewujudkan program itu. Dalam proses elektrifikasi ini, tertuang dalam ketentuan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Nomor 71 tentang Pengendalian Pencemaran Udara untuk mulai mengoperasikan bus listrik di jalur Transjakarta.

Jhony berharap, sebelum resmi dioperasikan, semua produsen bus diharapkan sudah melakukan sertifikasi armada agar sesuai dengan standar pelayanan minimum (SPM) yang berlaku. Harapannya, sebanyak 10.051 unit bus listrik sudah mengaspal di jalur Transjakarta dan bisa dinikmati secara keseluruhan oleh masyarakat pada tahun 2030 mendatang.

“Bus-bus ini akan kita operasikan secara bertahap. Untuk tahun 2021, ini kita menargetkan sebanyak 100 unit bus yang akan dioperasikan. Harapan kita agar saat ulang tahun DKI Jakarta nanti kita bisa implementasikan minimal 20-30 unit bus listrik per Juni 2021. Kalau bisa berjalan sesuai harapan, ini akan menjadi langkah menuju goals yang lebih besar lagi,” kata Jhony.

Bagaimana dengan bus diesel yang sekarang ini masing menjadi mayoritas armada bus yang dikelola oleh PT. Transjakarta? Armada bus dengan bahan bakar solar, menurut Jhony, perlahan akan berganti dengan bus listrik. Hal ini sejalan dengan ketentuan usia masa berlaku bus yang diperbolehkan beroperasi di DKI Jakarta dan sekitarnya yakni 10 tahun saja. “Jadi tidak serta-merta semua armada akan langsung kita ganti dengan bus listrik, tapi akan bertransformasi secara paralel beriringan dengan habisnya masa berlaku bus berbahan bakar solar tadi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk tahun ini, armada bus baru Transjakarta yang akan disediakan oleh operator, diharapkan sudah beralih ke bus listrik. Transjakarta mengarahkan operator untuk membeli bus listrik sebagai armada baru mereka. Pembelian bus diesel yang menggunakan bahan bakar solar distop, dan secara bertahap digantikan dengan bus listrik sesuai dengan umur operasional bus selama 10 tahun. Jadi, secara bertahap pula keseluruhan armada bus Transjakarta sudah berganti menjadi bus listrik pada 2030.

Selain mulai menjalankan rencana pengoperasian bus listrik, Jhony juga mengungkapkan rencana PT. Transjakarta membuat stasiun pengisian listrik pada kendaraan. PT. Transjakarta, lanjut dia, pada tahap awal, merencanakan stasiun pengisian di dua titik, yakni di Kelapa Gading Jakarta Utara dan Pejaten Jakarta Selatan. Menurut Jhony, di kedua titik ini akan terintegrasi denga koridor layanan Transjakarta dan pusat perbelanjaan.

Charging station tak hanya melayani Transjakarta tetapi integrated charging facilities yang dimiliki oleh Transjakarta akan ter-cluster dengan tempat belanja, tempat parkir dan beberapa fasilitas lain. Jadi harapannya tidak hanya promosi penggunaan bus listrik tetapi juga promosi perubahan mindset dari penggunaan kendaraan pribadi ke penggunaan kendaraan publik. Jadi orang bisa datang ke integrated charging station facilities Transjakarta, datang kesitu lalu menggunakan bus Transjakarta menuju tempat kerja. Kembalinya juga demikian, bisa belanja ambil mobilnya lalu pulang,” ujarnya menjelaskan. (naskah mai/ foto : dok. Transjakarta/dok. haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013