Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
IPOMI: SEMANGAT GENERASI PEMBAHARUAN
 
11 Oktober 2011


(Jakarta – haltebus.com) Bermula dari perbincangan santai yang agak serius, sekelompok pengusaha muda Perusahaan Otobus sepakat membentuk sebuah wadah. Beranggotakan pengusaha generasi kedua PO asal Sumatera – Jawa – Nusa Tenggara Barat, wadah ini diberi nama Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI). “Kami sepakat membentuk wadah di Yogyakarta 3 Oktober lalu,” kata Kurnia Lesani Adnan Ketua IPOMI, dalam rilis yang diterima haltebus.com, Senin (10/10/11).

IPOMI yang diketuai Kurnia Lesani Adnan (Siliwangi Antar Nusa) dengan Sekretaris Umum Y Rosanto Adi (Rosalia Indah), diantaranya Angga V Chairul (NPM), Antonius S Hambali (Sumber Alam), Firman (Menggala), Tri Edi C Wibowo (Bimo), Ismu Hardjito (Sejuta Bintang), Andreas D. Wijaya ( Blue Star), dan Vincent H. Lukito (Kalisari). Selain itu generasi penerus PO seperi dari Glenn (HIBA), Teddy Rusli (Sinar Jaya Megah Langgeng), Untung (Coyo), Ifan (PHB), Indra Loebis (ALS), Fernandus Butar-butar (Intra), Julinto (Gumarang Jaya), Helmy Tosin (Bejeu), Tengku Erry (Effisiensi), Dollin (Ardyan Transport), Herry Devis (Fajar Transport), Dede (Sindoro Satriamas), Iwan (Trista), Iwan Sutanto (Tiara Mas), Luragung Yayan Irman (Termuda), Aries (Sari Harum), Didit (Maju Lancar Group), Davidari (Agra Mas), Yohan (Gunung Mulia) dan Kelvin (Restu).

Kurnia yang akrab disapa Sani menjelaskan, wadah baru pengusaha muda PO ini berawal dari kumpul-kumpul pengusaha muda PO bus lewat telepon maupun baik kopi darat. Menurut dia, dari komunikasi itu mereka saling bertukar informasi. Pertemuan dan komunikasi yang intensif berkembang menjadi kesadaran untuk membentuk wadah memiliki misi untuk mempererat hubungan diantara pengusaha generasi kedua. ”Kami berbagi informasi mulai masalah manajemen, opersional bus, perijinan dan kami mencari solusi atas masalah itu secara bersama,” kata dia.

Secara diplomatis Sani menyebut tujuan akhirnya, “Bagaimana melayani masyarakat dengan profesional.” Meski belum secara resmi dideklarasikan, kata dia, IPOMI dalam agenda kerjanya berencana membuat pelatihan-pelatihan teknis seperti manajemen perbengkelan, perawatan, pelatihan pengemudi dan lain-lain. Sehingga pengusaha muda yang kini rata-rata memegang kendali PO punya bekal yang cukup dalam menjalankan usahanya. “Sampai saat ini masih banyak pelaku usaha transportasi bus yang tidak memahami dunia usahanya ini, baik dari sisi manajemen, operasional dan regulasi,” ujar Direktur Utama PO SAN ini.

Sani menegaskan, keberadaan IPOMI ini bukan untuk menandingi Organisasi Angkutan Darat (Organda). Menurut dia, IPOMI secara lebih spesifik beranggotakan generasi muda pengusaha bus, yang ingin mendalami dan berbagi dalam menjalankan usaha transportasi bus. Sebelum organisasi ini terbentuk, Sani mengaku juga berkonsultasi pada senior-senior pengusaha bus yang juga pernah terlibat aktif di Organda.

Vincentius H. Lukito dari PO Kalisari menyatakan, wadah seperti ini bisa membantu pengusaha bus. IPOMI bisa mempererat komunikasi sesama pengusaha bus untuk berbagi perngalaman dan pengetahuan, serta saling membantu. Dengan harapan, para pengusaha semakin baik dalam melayani masyarakat pengguna jasa bus. “Kalau buat saya pribadi, organisasi untuk lebih mengakrabkan dan menggalang kerjasama yang lebih baik sesama pengusaha bus. Agar kita bisa menjalankan usaha ini lebih baik lagi,” kata dia.

Sementara itu, Rudy Thehamihardja pemilik PO Indah Murni menyambut baik adanya wadah untuk generasi muda penerus pengusaha bus ini. Menurut dia, menjadi pengusaha bus tidaklah mudah. Belakangan, bahkan halangan untuk para pengusaha semakin banyak. Dia mengatakan, tidak jarang pengusaha bus tersudutkan. "Contohnya saat kecelakaan bus PO Sumber Kencono tempo hari. Orang ramai-ramai bilang cabut ijin trayeknya, cabut ijin usahanya. Padahal kalo mau jujur, kesalahan justru ada di pihak lain yang harusnya berwenang mengawasi," kata dia.

Rudy yang pernah aktif di Organda ini menyebut, generasi muda pengusaha bus perlu memahami bagaimana menjalankan usaha transportasi yang benar. Yakni, bagaimana melayani masyarakat dengan baik. Menurut dia, dalam usaha transportasi ini, yang utama adalah misi sosial mengantarkan penumpang dengan selamat dan nyaman, bisnis adalah misi di lapis kedua.

Pengusaha generasi kedua yang sudah tidak muda lagi ini berharap, dengan adanya wadah pengusaha muda transportasi bus, pelayanan terhadap masyarakat bisa semakin baik. "Semoga saja wadah ini menjadi alat penekan baru untuk pemerintah, agar mau memperbaiki kondisi yang sekarang ada di dunia transportasi bus," ujar Rudy.(mai/foto : dok. IPOMI)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013