Rabu, 20 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BLU TRANSJAKARTA JAJAKI SPBG BERGERAK
 
12 Oktober 2011


(Jakarta – haltebus.com)
BLU Transjakarta dan Pertamina menjajaki solusi masalah suplai bahan bakar gas untuk bus-bus Transjakarta. Salah satu terobosan yang diambil kedua instansi ini adalah menyiapkan Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas bergerak. “Tahun 2012 direncanakan akan ada kontainer pengisi bahan bakar gas bergerak,” kata Kepala BLU Transjakarta, Muhamad Akbar, kepada haltebus.com akhir bulan lalu.

Menurut Akbar bahan bakar gas menjadi masalah laten yang bisa menghambat operasional bus-bus Transjakarta. Mulai dari pasokan gas, hingga kemungkinan adanya kerusakan di SPBG. Jumlah SPBG di Jakarta masih minim. Ada tujuh SPBG yang beroperasi yakni SPBG Pertamina di Jl. Pemuda, Pancoran dan Gandaria, SPBG Davalti di Jl. Daan Mogot Pesing, SPBG Petross di Jl. Perintis Kemerdekaan dan Rawa Buaya, dan SPBG T Energi di Pinang Ranti.

Akbar memberi contoh, ada kuota yang ditetapkan Perum Gas Negara untuk tiga SPBU Swasta sebesar 420m3. Kuota itu ditetapkan berdasarkan kontrak diantara mereka. ”Saat ada SPBG yang rusak pompa-nya..akhirnya pengisian kita alihkan. Nah repotnya kuota di SPBG tempat yang menampung bus-bus yang dialihkan ternyata habis kuotanya,” kata dia.

Dia menambahkan, terkadang untuk mengisi BBG bus-bus juga harus mengisi ke SPBG yang lebih jauh. Misalnya, bus-bus yang biasa mengisi di Jl. Daan Mogot di Jakarta Barat, ketika ada kerusakan SPBG harus beralih ke SPBG Petross di Jl. Perintis Kemerdekaan atau SPBG Pertamina Jl. Pemuda di Jakarta Timur. Belum lagi, jika saat-saat jam sibuk armada masih mengantri di SPBG karena ada penumpukan.

Atas dasar itu, menurut Akbar, digagas SPBG bergerak. Stasiun pengisian bahan bakar gas bergerak ini, akan mendekat di titik-titik terdekat yang mudah dijangkau bus Transjakarta. Prinsip kerjanya, kata dia, seperti tanker pada pesawat yang bisa mengisi bahan bakar di udara. Hanya bedanya, saat pengisian baik bus maupun kontainer bergerak dalam posisi diam.

Dalam kesempatan itu, Akbar menyatakan bus Transjakarta akan membutuhkan pasokan gas yang lebih banyak mulai tahun 2012. Akhir tahun 2011 ditargetkan 44 unit bus gandeng untuk Koridor XI Kampung Melayu – Pulogebang.
Satu unit single bus menghabiskan 240-270 Liter Setara Premium (LSP)/hari. Sedangkan bus gandeng menghabiskan 300-340 LSP/hari. Armada single bus Transjakarta ada 524 unit dengan 91 unit diantaranya masih berbahan bakar solar, bus gandeng sebanyak 52 unit. Dengan asumsi itu, bus Transjakarta membutuhkan 119 ribu hingga 134 ribu LSP/hari. (mai/foto ilustrasi : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013