Sabtu, 08 Agustus 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAAT APEL PAGI MENGUBAH WAJAH TERMINAL
 
18 Oktober 2011


( Jakarta – haltebus.com)
Jam menunjukkan pukul 07.10 saat sekelompok orang mulai berkumpul di sudut areal Pool Terminal Pulogadung Antar Kota Jumat (14/10/11). Mereka berbaris. Seorang komandan regu UPT Terminal Pulogadung antar kota , Simon Ginting, sejurus kemudian memberi aba-aba. “Siap graak…..lencang kanan grak. Berhitung…mulai!”

Begitulah rutinitas tiap jumat pagi di Terminal Pulogadung antar kota . Jangan bayangkan mereka yang berbaris mengenakan seragam rapi dan lengkap. Alas kaki pun kadang seadanya. Baju yang dikenakan juga jauh dari kesan rapi. Tetapi semangat mereka mengikuti Apel Jumat Bersih cukup tinggi. Sedikitnya 60 orang hadir dalam apel itu.

Lalu apa Apel Jumat Bersih? Seperti namanya, ini adalah cara UPT Terminal Pulogadung membersihkan lingkungan mereka. Dimotori Ka. UPT Terminal Pulogadung Antar Kota, H.M. Nur dan Ka. UPT Terminal Pulogadung Dalam Kota , Laudin Situmorang.

Seluruh unsur di terminal terlibat. Mulai dari petugas kebersihan, kuli angkut, pedagang, petugas loket, dan tak ketinggalan jajaran UPT Terminal Pulogadung. Tak hanya memunguti sampah. Petugas loket bahkan mengepel lantai yang ada di depan loket mereka masing-masing. “Sengaja kami mengajak semua orang yang mencari penghidupan di terminal ini untuk menjaga kebersihan. Kami sentuh mereka untuk ikut peduli,” kata Ka. UPT Terminal Pulogadung Antar Kota H.M. Nur.

Menurut Nur, di terminal yang dipimpinnya ada 25 tenaga kebersihan. Namun, petugas sebanyak itu tak ada artinya tanpa kesadaran orang-orang yang sehari-hari juga berada di terminal.

Program Jumat Bersih, kata dia, ternyata cukup effektif. Areal sekitar terminal terlihat bersih. Bau pesing yang akrab di terminal juga tak tercium di antara bus antar kota yang tengah parkir. “Kalau ada yang kedapatan buang air kecil sembarangan, saya minta yang bersangkutan beli karbol…busnya disingkirkan dulu, dan dia harus mengepel air seni yang tercecer,” kata mantan Ka. UPT Terminal Rawamangun ini.

Usai apel, peserta apel dibagi dua regu. Mereka terlihat semangat memunguti sampah-sampah yang terserak. Shobirin, kuli angkut Terminal Pulogadung, bersama teman-temannya dengan sigap berpindah dari satu sudut terminal ke sudut lainnya. “Kami ingin, lingkungan bersih. Kerja juga jadi enak,” katanya.

Shobirin mengaku tidak pernah dipaksa untuk membersihkan terminal seminggu sekali. Secara bergilir, dia dan teman-teman seprofesinya ikut Apel Jumat Bersih. “Sungkan pak sama komandan (Kepala Terminal). Masak dia sudah mau ikut apel kita yang dibawah begitni gak ikutan,” katanya.

UPT Terminal Pulogadung Antar Kota , menurut Nur, tengah berbenah. Dia mengakui, banyak orang menilai terminal ini terkesan kumuh, jorok, dan tak bersahabat. Namun, dengan Apel Jumat bersih perlahan-lahan citra itu mulai hilang. Tidak hanya terlihat bersih, tidak calo-calo yang terkesan galak.

Petugas loket pun menjadi lebih ramah. Berdasarkan pemantauan haltebus.com selama dua hari di terminal itu, tidak terlihat ada penumpang yang ditarik-tarik. Bukan karena sepi, tetapi wajah terminal sudah berubah. Jika anda memasuki terminal luar kota , paling jauh hanya ditanya mau kemana? Ketika dijawab tidak, mereka sudah langsung menyingkir. “Saya selalu berpesan kepada petugas loket dari PO-PO bus, bagaimana terminal ini mau didatangi penumpang, kalau orang-orangnya yang ada disini tak ramah,” kata Nur.(mai/foto-foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013