Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MEREKONDISI, DEMI EFFISEINSI
 
21 Oktober 2011


(
Jakarta – haltebus.com) Memiliki armada yang berusia di atas 20 tahun bukanlah perkara mudah. Biaya perawatan jelas lebih besar dibandingkan dengan armada baru. Untuk memangkas biaya itu, Perum DAMRI menempuh langkah remanufacturing atau membangun kembali bus-bus miliknya yang dibuat tahun 1986. “Kami sedang menguji coba untuk me-remanufacturing bus-bus seri Mercedes-Benz OF-1113 tahun produksi 1986 yang biasa melayani angkutan kota Bandung dan Surabaya,” kata Direktur Teknik Perum DAMRI, Bagus Wisanggeni kepada haltebus.com di ruang kerjanya pekan lalu.

Menurut Bagus, awalnya tahun 2010 satu unit dicoba untuk remanufacturing bus-bus mereka. Setelah bus dibangun kembali dan ternyata berhasil di tahun 2011 uji coba kedua dilakukan. Kali ini 10 unit bus kota Bandung dan 5 unit bus kota Surabaya dikirim ke PT. Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang. Bus yang diremanufacturing dipilih kelaikannya secara teknis. Yang jelas, kata dia, syarat dari Mercedes-benz bus-bus itu harus bisa jalan sendiri ke Wanaherang tanpa mengalami masalah.

Bagus mengakui, langkah ini sebenarnya bukanlah langkah terbaik. Seharusnya, DAMRI membeli unit-unit baru, bukan melakukan remanufacturing bus-bus tua mereka. Sebab, bagaimanapun, daya saing bus yang diperbaharui tidak sama dengan bus-bus baru. “Ini dilematis untuk kami, disatu sisi biaya harus ditekan, di sisi lain Mercedes-Benz kan menjual chasis baru. Ya sebetulnya maunya kami beli baru,” ujarnya sambil menerawang.

Berdasarkan kalkulasi Direksi, kata dia, membeli bus baru untuk bus kota sangat berat. Ongkos bus kota, saat ini tidak bisa untuk menghidupi operasional bus. Langkah termudah adalah, bagaimana bus itu bisa jalan dengan kondisi seperti baru tanpa mengeluarkan biaya semahal membeli chasis baru.

Sebagai ilustrasi, berdasarkan informasi yang diperoleh haltebus.com membeli bus baru untuk bus kota termurah berkisar Rp. 900 juta-an. Sedangkan, untuk merekondisi bus baik bodi maupun mengganti mesin lama, biaya yang dikeluarkan antara Rp. 700 – 800 juta. “Untuk remanufacturing yang kami lakukan biayanya tak sebesar itu,” kata Bagus tanpa mau merinci angkanya.

Proses remanufacturing 15 unit bus ini, menurut Bagus, ditargetkan selesai pada 2012. Saat ini dua chasisnya sudah masuk proses pembuatan bodi. Dia tidak bisa memastikan, apakah langkah remanufacturing ini akan berlanjut dengan armada-armada lainnya. “Kami akan melihat sejauh mana effesiensi yang bisa berdampak pada biaya operasional. Maklum beban perawatan mencapai 40 persen dari biaya operasional,” ujar dia.

Dihubungi terpisah Deputy Director Marketing PT. Mecedes-Benz Indonesia, Yuniadi Hartono membenarkan pihaknya tengah melakukan remanufacturing bus DAMRI. Menurut dia, remanufacturing dilakukan karena ada permintaan dari pelanggan. Langkah ini sebagai bentuk pelayanan Mercedes-Benz terhadap pelanggan mereka. Namun, sebelum rekondisi ini dilakukan, ada evaluasi terhadap bus-bus yang akan di-remanufacturing. “Bus-bus DAMRI kami lihat, dievaluasi dan dipelajari untuk dikembalikan kondisinya seperti baru,” kata dia.

Yuniadi mengaku, langkah ini tidak kontraproduktif dengan langkah PT. Mercedes-benz Indonesia yang tengah memperkenalkan dua produk terbaru mereka, OH-1626 dan OH-1830. Menurut dia, meski dikembalikan kondisinya seperti baru, fitur-fitur bus-bus bermesin depan tak sama dengan fitur bus-bus baru yang ditujukan untuk bus-bus eksekutif. Selain itu, remanufacturing dilakukan hanya berdasarkan pesanan pelanggan.

Perum DAMRI dan PPD menjadi dua pelanggan besar Mercedes-Benz sejak tahun 1970-an. Tak kurang dari seribu bus Mercedes-Benz dipesan pemerintah untuk melayani angkutan masyarakat di perkotaan sebagai bus kota. Sebagai contoh di Jakarta saja, medio 1970-1985 saja, tercatat 600 unit bus Mercedes-Benz dioperasikan PPD untuk bus kota.(mai/ foto: istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013