Senin, 21 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PELAJARI CHASSIS, JADI BAGIAN STRATEGI PENETRASI PASAR
 
14 November 2011


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Indonesia telah menyebutkan siap merilis tipe terbaru chassis bus OH-1626 dan OH-1830 sejak Februari lalu. Sayangnya, hingga kini dua tipe
chassis berfitur suspensi udara belum diperkenalkan secara terbuka ke publik. Hal ini membuat banyak kalangan pelaku usaha transportasi bus penasaran.

Namun tidak halnya dengan manajemen PT. Safari Eka Kapti operator bus pariwisata Blue Star. “Kami menunggu situasi dulu, sekarang ini kan sedang krisis keuangan di Eropa. Kami masih melihat apakah ada dampaknya terhadap suku bunga di Indonesia,” kata Manager Operasional Blue Star, Andreas Dian Widjaya, saat ditemui haltebus.com di kantornya di Jakarta, Jumat (11/11/11).

Alasan Andreas cukup masuk akal, mengingat perkiraan harga
chassis kedua tipe ini akan jauh di atas tipe sebelumnya OH-1526 yang banderol off the road-nya Rp. 695 juta. Dibalik itu, sebenarnya Blue Star sudah merancang strategi jauh sebelum tipe terbaru Mercedes-Benz ini datang.

Lebih dari 1,5 tahun lalu, Blue Star melalui PT. Kedaung Satrya Motor, Surabaya, membeli
chassis OH-1632. Unit ini hanya satu-satunya di Indonesia. Kehadiran chassis tipe OH-1632 di tahun 2003, kata Andreas, adalah bagian dari rencana Mercedes-Benz Indonesia untuk menghadirkan bus berfitur suspensi udara dan bertenaga besar.

Sempat diujicoba di sebuah operator bus yang bermarkas di Jakarta selama setahun,
chassis OH-1632 itu akhirnya hanya menjadi chassis yang digunakan untuk pendidikan mekanik di Mercedes-Benz. Yuniadi Hartono Deputy Corporate Communication Mercedes-Benz Distribution Indonesia dalam perbincangan dengan haltebus.com Agustus lalu mengakui pihaknya pernah mengeluarkan chassis berfitur suspensi udara. Namun, dia menyebut, fitur suspensi udara untuk chassis Mercedes-Benz yang ditawarkan pada tahun 2003 lalu belum bisa diserap pasar. Alasannya harganya masih dinilai terlalu tinggi. Kini, kata dia, atas permintaan pasar pula chassis bersuspensi udara dirilis.

Rupanya, duet pimpinan Blue Star Jakarta Eko Widjaya dan Andreas D. Widjaya peka terhadap tanda-tanda Mercedes-Benz Indonesia bakal meneruskan rencana ini.“Begitu saya tahu ada
chassis OH-1632 nganggur, melalui kantor pusat kami di Salatiga, kami mencoba untuk membelinya. Akhirnya awal 2010 unit itu bergabung dalam armada Blue Star Jakarta,” kata Andreas sambil menunjukkan unit OH-1632.

Lalu untuk apa dibeli, kan tidak dioperasionalkan cukup lama apa tidak rugi? “Kami sengaja membeli karena melihat teknologi yang diusungnya,” ujar Andreas yang menolak menyebut angka pembeliannya.

Rupanya,
chassis tipe OH-1632 ini menjadi alat belajar manajemen Blue Star menghadapi perkembangan teknologi bus Mercedes-Benz beberapa tahun ke depan. Secara umum, fitur-fitur yang ada di OH-1632 dan OH-1830 tak terlalu jauh berbeda. Sama-sama bersuspensi udara, mengusung mesin 7200cc 6 silinder bertenaga 300 HP tipe OM 926 LA. Perbedaan hanya terletak pada standar emisi OH-1632 masih Euro-II sedangkan untuk OH-1830 sudah Euro-III. Di sistem pengereman OH-1632 masih menggunakan drumbrake sedangkan untuk OH-1830 menggunakan ABS dan retarder. Menurut Andreas, ada perbedaan juga di sistem elektrifikasi keduanya, tetapi teknologinya sudah dengan mudah dipahami karena ada unit yang bisa dipelajari Blue Star.

Tidak hanya OH-1632, Blue Star juga membeli satu unit
chassis OH-1521 Euro-III sebagai bahan pembelajaran. Saat haltebus.com berkunjung, mesin OH-1632 tengah mengalami perbaikan yang ditangani sendiri oleh mekanik Blue Star. “Karena lama menganggur dampaknya baru terasa sekarang, sehingga mesin butuh perbaikan besar. Kami yakin bisa memperbaiki sendiri dengan mekanik kami, tentu saja dengan asistensi Mercedes-Benz Indonesia,” ujar Andreas



Sebagai operator yang terhitung pendatang baru, strategi penetrasi Blue Star di pasar Jakarta cukup jitu. Saat membuka layanan pariwisata tahun 2004 mengandalkan 27 unit bus, pada 2005 – 2006 armada bertambah menjadi 42 unit, dan di tahun berikutnya menjadi 68 unit. Penambahan dilakukan secara bertahap. Perlahan namun pasti, pada 2008-2010 mulailah ada penambahan serius sehingga armadanya menjadi 110 unit.

Di tahun 2009 dan 2010 Safari Grup yang berpusat di Salatiga memborong 200 unit chassis tipe OH-1525 dan OH-1526. Beberapa diantaranya didistribusikan ke Blue Star Jakarta. Alhasil tahun 2010-2011 armada yang dioperasikan menjadi 160 unit, dengan mengandalkan OH-1526 dan Mitshubishi FE-84 136PS. Armadanya juga dengan model keluaran yang terbaru dari karoseri. “Kami selalu melihat perkembangan pasar. Dan kami berkomitmen memberikan yang terbaik untuk pelanggan kami,” kata Andreas.

Ramuan duet Eko Widjaya dan Andreas D Widjaya dan didukung manajemen Safari Grup Salatiga cukup unik. Resepnya, memadukan tren global dengan kondisi riil, masyarakat Jakarta khususnya, sebagai target pasar mereka. Mereka membaca situasi kondisi keuangan dunia dengan baik, dipadukan kondisi pasar bus pariwisata, dan tentunya perhitungan keuangan perusahaan. Tak heran jika bus-bus Blue Star terlihat selalu baru. (mai/foto-foto : dok Blue Star)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013