Jumat, 06 Desember 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DIRESMIKAN, KORIDOR PERTAMA TRANSJAKARTA YANG GUNAKAN BUS GANDENG
 
28 Desember 2011


(Jakarta – haltebus.com) Hari-hari terakhir menjelang tutup tahun 2011, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan Transjakarta Koridor XI Kampung Melayu – Pulo Gebang Rabu (28/12/11). Koridor pertama yang menggunakan armada bus gandeng ini, melalui rute sepanjang 11,8 kilometer dengan 15 halte. “Strategi pertama dalam membangun transportasi kota adalah Bus Rapid Trans (BRT) yang paling mungkin diwujudkan pemerintah provinsi DKI Jakarta, karena lebih mudah dan lebih murah,” kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo saat sambutan peresmian.

Sebelum upacara peresmian, Fauzi Bowo dan Muspida DKI Jakarta mencoba bus gandeng dari halte Stasiun Jatinegara hingga halte Walikota Jakarta Timur. Fauzi mengakui, sepanjang ada beberapa ruas yang terpaksa bercampur antara jalur Transjakarta dan kendaraan lainnya. Ini terpaksa dilakukan karena lahan yang sempit.

Menurut Fauzi, adanya bus-bus Transjakarta cukup disambut baik masyarakat Jakarta. Tercatat hingga November 2011, sudah 104,7 juta penumpang terangkut. Rata-rata penumpang yang terangkut per harinya, lanjut dia, mencapai 350 ribu orang.

Seiring dengan penambahan Koridor Transjakarta pemerintah DKI Jakarta, kata Fauzi, berencana mengurangi kepadatan lalulintas dengan pembatasan jumlah kendaraan di jalan. Menurut dia,. “Saya mendapat laporan dari pak Dirlantas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan di DKI Jakarta saja sudah 7 juta unit, belum lagi yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang mencapai 13 juta unit sampai tahun ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meresmikan lahan parkir bertingkat di Ragunan yang terkoneksi dengan Transjakarta Koridor VI Ragunan – Dukuh Atas. Lahan parkir dua lantai itu bisa menampung 90 unit mobil dan 50 sepeda motor.

Fasilitas parkir seperti ini, menurut Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono akan ditambah di tahun 2012. Rencananya lahan yang disiapkan untuk areal Kalideres di Transjakarta Koridor II Kalideres-Harmoni. “Mudah-mudahan di tahun 2012 ada peningkatan pelayanan. Juni kami targetkan penggunaan Smartcard, tiga jalur feeder dioptimalkan dan akan ada penambahan 4 jalur lagi, ada penambahan bus dan pengoperasian SPBG berjalan yang terkoneksi dengan SPBG tetap (mother-daughter),” ujarnya.

Bus gandeng yang digunakan oleh Koridor XI ini adalah bus rakitan PT. Inka yang dikenal dengan Inobus. PT. Korindo bekerja sama dengan PT. Inka membangun bus bertenaga 320 HP bermesin Cummins 8000cc. Inobus adalah bus gandeng pertama yang dibuat oleh PT. Inka, namun baru kali ini dibuat secara massal. Selain Inobus, Transjakarta juga mengoperasikan bus yang dirakit di Indonesia, yakni KOMODO produksi  PT. Asian Auto International.

Menurut Akbar, sebagai operator untuk Koridor XI  adalah Perum DAMRI. Dia menjelaskan, Perum DAMRI terpilih melalui mekanisme lelang. Sementara itu, Dirut Perum DAMRI Agus S. Subrata mengakui, pihaknya tertarik untuk ikut terjun sebagai operator Transjakarta. Menurut dia, DAMRI berpengalaman mengelola bus kota di 10 kota besar di Indonesia. “Kerjasama dengan BLU Transjakarta ini bentuk kerjasama yang seharusnya dalam mengelola angkutan kota. Tarif memperhitungkan biaya operasional,” kata dia.

Dengan asumsi satu unit bus memiliki daya angkut 160 – 180 penumpang, 21 unit bus gandeng bisa mengangkut 3.360 – 3.780 penumpang satu trip. Dengan waktu perjalanan satu trip pulang -pergi 90 menit, dalam 17 jam operasionalnya, dipekirakan 38 – 41 ribu penumpang bisa terangkut per harinya. Target Dinas Perhubungan DKI Jakarta, 21 unit bus gandeng ini bisa mengangkut antara 40 – 44 ribu penumpang per harinya.(naskah dan foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013