Jumat, 22 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DIVISI TRANSJAKARTA, SAYAP BARU DAMRI DI TAHUN 2012
 
11 Januari 2012

(Jakarta – haltebus.com) Sejak lebih dari 30 tahun yang lalu DAMRI, BUMN untuk transportasi darat, menjadi operator bus kota di 10 kota di Indonesia. Namun, baru tahun 2012 ini DAMRI membentuk unit khusus bus kota di Jakarta. Yakni sub bisnis unit Transjakarta. “Kami akan membentuk tiga sub bisnis unit di tiga Koridor Transjakarta, yakni Koridor I, VIII dan XI,” kata Direktur Utama PERUM DAMRI, Agus S Subrata kepada haltebus.com, di sela-sela peresmian Transjakarta Koridor XI akhir Desember lalu.


Menurut Agus, di tahun 2011, DAMRI memenangi dua tender di Transjakarta. Tender pertama untuk operator Koridor XI dan tender kedua untuk investor sekaligus operator Koridor I dan VIII. Dia menjelaskan, keikutsertaan DAMRI dalam pengelolaan Transjakarta adalah bagian dari strategi bisnis untuk 2012 yang dirancang pada 2011. Dia yakin, segmen bisnis baru ini bisa melengkapi tujuh segmen bisnis DAMRI yang sudah ada.


Agus mengatakan, pengalaman DAMRI dalam mengelola bus kota menjadi modal untuk masuk dalam transportasi ibukota ini. Dia membantah, masuknya DAMRI sebagai pesaing PPD yang sudah ada sebelumnya.


Secara khusus Agus menjelaskan, untuk Koridor I dan VIII, sesuai kontraknya, DAMRI menyediakan bus gandeng untuk kedua jalur itu. “Kami mendatangkan bus dari China, Shangtong, sebanyak 66 unit untuk dua koridor tersebut,” katanya tanpa merinci nilai keseluruhan.


Pola kerjasama yang ditawarkan BLU Transjakarta dalam mengelola bus kota, menurut Agus, paling realistis dibanding kota-kota lain. Di beberapa kota, kata dia, DAMRI harus menyubsidi penumpang karena anggaran pemerintah setempat sangat minim. Karena itu, banyak bus-bus DAMRI yang tidak bisa diremajakan.”Sulit meremajakan karena biaya operasional tinggi. Jika bus diremajakan ongkos pasti naik, sementara pemerintah daerahnya tak menghendaki kenaikan ongkos,” ujar dia.


Peremajaan bus kota, kata Agus, hanya sebatas mereproduksi atau remanufaktur bus-bus keluaran tahun 1980-an milik DAMRI unit bus kota Bandung dan Surabaya. Sedikitnya 15 unit bus kota, saat ini dalam tahap remanufaktur di pabriknya.


Untuk pengembangan Transjakarta, lanjut Agus, direksi DAMRI akan memberikan perhatian khusus. Menurut dia, kenyamanan, keamanan dan ketepatan waktu bus-bus Transjakarta yang dikelolanya harus diutamakan. Kuncinya, ada pada perawatan. Dia mengungkapkan, DAMRI bahkan tengah menyusun konsep sertifikasi pemadaman api untuk pengelola Transjakarta. Menurut Agus ini penting mengingat armada-armada Transjakarta menggunakan bahan bakar gas. “Selama ini saya melihat belum ada sertifikasi pemadaman api untuk petugas-petugas Transjakarta,” katanya.


Jika pengelolaan Transjakarta berhasil, Agus memastikan, pola pengelolaannya akan dikembangkan juga di daerah-daerah lain. Menurut dia, DAMRI ikut tergabung dalam konsorsium pengelolaan bus kota di PT. Trans Tugu Yogya, Trans Lampung, dan Trans Manado. Sementara, menurut Agus, DAMRI juga tengah mengajukan konsep desain transportasi di Makassar.


Dalam kesempatan itu, Agus juga menjelaskan pengembangan bisnis DAMRI lainnya di luar angkutan penumpang. Di sektor angkutan barang, divisi paket DAMRI akan dikembangkan dengan dua unit usaha baru. Yang pertama mengembangkan angkutan khusus tambang dengan penyediaan dump truck, dan juga angkutan areal industri khusus. “Untuk dump truck kami bekerjasama dengan BUMN seperti PT. Antam, sementara untuk industrial estate ada beberapa rekanan seperti PT. POS, Carrefour, ASTRA dan masih akan kami kembangkan lagi,” kata dia mantab.

Agus menegaskan, pengembangan bisnis ini tidak terlepas dari antispasi dampak perdagangan bebas. Menurut dia, ada peningkatan kebutuhan transportasi logistik di masa-masa mendatang. DAMRI sebagai BUMN yang mengelola angkutan penumpang dan barang harus segera mempersiapkan diri menghadapi iklim usaha ini. (naskah dan foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013