Sabtu, 25 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BERSAMA UNTUK BERSAUDARA
 
16 Februari 2012


(Jakarta – haltebus.com)
Satu per satu, pagi itu, mereka datang dari berbagai kota. Bisa dibilang dari berbagai penjuru. Ada yang datang dari Medan, Batam, Pekanbaru, Padang, Palembang, bahkan Jakarta dan juga Semarang nun di Pulau Jawa, hanya untuk berkumpul di Bengkulu. ”Kami ingin berkumpul dengan tujuan menghilangkan pembatas, satu satu hobi menggemari bus,” kata inisiator acara Tulus Budi Satria Rikit saat dihubungi haltebus.com, Minggu (5/2/12).


Mereka berkumpul tak hanya dari berbagai kota, tetapi juga dari berbagai latar belakang dari dua komunitas penggemar bus yang berbeda. Anggapan bahwa penggemar bus terkotak-kota dalam wadah yang berbeda, dan tak bisa bersatu, pupus semua di Bengkulu. Di sini mereka membangun keakraban.

Ada apa di sana? ”Berawal dari kami, Bismania Community yang ada di Bengkulu, ingin membuat kegiatan mengumpulkan teman-teman dari berbagai bendera, hanya untuk hobi menggemari bus,” kata Tulus lagi.

Tulus menjelaskan, meski dengan segala keterbatasan, tak kurang dari 35 orang yang berkumpul di Bengkulu. Pertemuan ini pun difasilitasi oleh PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN) yang berpusat di kota itu. Maklum, dia mengaku, untuk mempersiapkan acara ini, Bismania Community (BMC) hanya ada dua orang.

Jeffry Hanggara anggota komunitas penggemar bus yang tergabung dalam Bismania.com yang dari datang bersama dua rekannya dari Pekanbaru mengaku, acara ini adalah kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di Pekanbaru tahun lalu. Saat itu, mereka menggelar kumpul bersama yang diikuti Kurnia Lesani Adnan Direktur PO SAN, Angga Vircansa Chairul Direktur PO NPM, dan Fernandus Butarbutar generasi kedua pemilik dari PO INTRA . Kebersamaan ini, kata dia, sebagai wujud keinginan masing-masing komunitas yang ada di Sumatera, untuk menghilangkan sekat perbedaan. ”Ide ini muncul karena suksesnya Silahturahmi Penggemar bis di Pekanbaru tahun 2010, sekarang giliran teman yang dulu kami undang, yang jadi pengundangnya,” ujar dia.

Acara yang digelar di Bengkulu ternyata tak melulu formal. Seperti layaknya orang berwisata, mereka mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Benteng Malborough, rumah Bung Karno, pusat souvenir Anggut dan Danau Dendam Tak Sudah. Tak ketinggalan, mereka menyempatkan bermain ke Pantai Panjang. PO SAN menyiapkan dua unit khusus andalan mereka di Bengkulu, satu unit ber-chassis Yutong dan satu unit lainnya bermesin Yuchai.

Dengan konsep acara seperti itu, kebersamaan diantara mereka sangat terasa. Berfoto bersama, membaur satu sama lain bahkan saling mengungkapkan tentang masalah-masalah yang ada diantara mereka. Suasana yang begitu cair tanpa ada rasa sungkan apalagi permusuhan.
 
Pria berkacamata ini menambahkan, mereka sengaja memilih PO SAN sebagai tempat berkumpul. Selain PO ini mendukung penggemar bus dari berbagai komunitas berkumpul, ada yang unik dari PO yang menghubungkan kota di Jawa dan Sumatera. ”Dari pertemuan kami tahu mengapa PO SAN memilih mesin ini, menggunakan karoseri itu,” kata Jeff

Direktur Pemasaran PO SAN, Kurnia Lesandri Adnan menyambut baik acara yang digagas penggemar bus yang ada di Sumatera. Menurut dia, penggemar bus bisa menjadi mitra pengusaha bus, jika kegiatan-kegiatan mereka bisa diarahkan secara positif. Sebagai pengguna bus, lanjut dia, tentu banyak yang bisa dilihat dan dikritisi sebagai masukan membangun pelayanan yang baik. ”Ini awalan yang baik bagi komunitas penggemar bus untuk bisa bergandengan tangan bersama-sama, untuk satu tujuan. Menjadikan transportasi bus bisa lebih baik dari saat ini,” kata dia sambil tersenyum.

Menurut pria yang akrab disapa Andri, ini bukan kali pertama pula PO SAN menerima penggemar bus dari berbagai komunitas. Tahun 2010 lalu, dua kali mereka mendukung acara penggemar bus. Saat silaturahmi penggemar bus Indonesia di Pekanbaru dan Jambore Penggemar Bus Indonesia di Solo.

Baik Tulus maupun Jeffry sadar, langkah yang mereka ambil bukan tanpa resiko. Ada saja rekan-rekan mereka satu komunitas yang memprotes kegiatan bersama itu. Namun, demi hobi yang mereka senangi, mereka tetap berkomitmen untuk menjaga persaudaraan. ”Protes pasti ada, tetapi kalo untuk kebaikan hubungan dan mengarah ke persaudaraan protes tidak kami hiraukan. Malah yang protes kami kasih pengertian dan kami ajak untuk ikut acara,” ujar Jeffry.

Menurut Jeffry perbedaan di kalangan penggemar bus terkadang terbuka lebar karena selama ini sebagian besar hanya saling berinteraksi di dunia maya. Karena itu, dia yakin, suatu saat perbedaan yang kerap menimbulkan perselisihan itu akan pupus seiring dengan pertemuan-pertemuan di dunia nyata. Ibarat kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Mengumpulkan saudara lebih baik dari pada mengoleksi musuh (naskah : mai / foto : dok. BMC/Bismania.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013