Sabtu, 08 Agustus 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
AKSI KESELAMATAN DI JALAN RAYA BERLANJUT
 
20 Februari 2012


(Jakarta – haltebus.com)
Kampanye Aksi Keselamatan di Jalan Raya tak hanya berkumandang di Bandung. Sabtu (18/2/12), sejumlah penggemar bus yang tergabung dalam Jakarta Bus Society, Bismania Community dan Forum Bismania ambil bagian dalam penempelan stiker Aksi Keselamatan di Jalan Raya. Dimotori oleh Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) mereka bergerak keliling empat terminal yang ada di Jakarta. “Kami sengaja mengadakan kampanye ini untuk menggugah masyarakat untuk ikut bergerak, setidaknya mau mengingatkan pengemudi bus yang ugal-ugalan di jalan,” ujar Ketua IPOMI, Kurnia Lesani Adnan.


Tiga unit bus yang disediakan anggota IPOMI, PO Blue Star, PO Hiba Utama dan PO Sinar Jaya bergerak tepat pukul 9.30 dari Ruko Pulomas. Di kantor perwakilan PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) itu sekitar 40 orang penggemar bus berkumpul. Selain Sani sapaan Kurnia Lesani Adnan, ada beberapa anggota IPOMI yang hadir. Ada Direksi PO Hiba Utama Glenn Widodo, Manajer Operasinonal PO Blue Star Andreas D. Wijaya dan Direktur Utama PO NPM Angga V. Chairul.

Kampanye ini adalah kegiatan pertama yang melibatkan orang-orang yang terlibat dalam transportasi bus sehari-hari. Tak hanya pengusaha bus dan penggemar bus saja, ada pihak karoseri dan pemasok AC yang juga bagian penting dalam sebuah bus. Ada tak ketinggalan Direktur Operasional PT. Trijaya Union Gunadi Helmi dan Dani Hadi dari PT. Irama Sejuk Sentosa.

Heri Prionggo, anggota Forum Bismania yang dikenal sebagai Bismania dotcom, mengaku gembira bisa terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat untuk bus yang disenanginya. Bahkan, dia dan kawan-kawannya datang menggunakan kaos bertuliskan I Love Bus. “Sayang agak mendadak jadi kami buatnya tak banyak, ini baru selesai dicetak semalam,” katanya sambil tersenyum lebar.

Terminal bus Pulogadung menjadi tempat persinggahan pertama mereka. Di sini, Kepala Terminal Pulogadung M. Nur menyambut hangat kedatangan rombongan. Selembar stiker dan spanduk diserahkan secara simbolis oleh Sani. Spanduk bertuliskan deklarasi insan bus Indonesia, yang dideklarasikan di Stasiun DAMRI Bandung, Kamis (16/2/12) yang dimotori oleh Bandung Biser Community dan sejumlah pengusaha bus di kota itu. Sani berharap spanduk berukuran lebar itu bisa dipasang di terminal.

M.Nur menyambut baik kepedulian ini. Menurut dia, tak banyak pengusaha yang peduli, begitu pula halnya dengam masyarakat. “Cukup sampai di sini saja, kejadian-kejadian seperti (kecelakaan) kemarin jangan ada lagi. Keselamatan harus diutamakan,”ujarnya.

Di terminal lain yang menjadi sasaran penempelan stiker seperti Rawamangun, Kampung Rambutan dan Lebakbulus mereka disambut dengan keceriaan. Antusiasme ditunjukkan oleh orang-orang sehari-hari ada di terminal. Awak bus dan agen penjual tiket tak mau ketinggalan memasang stiker di bus atau loketnya. Demikian juga petugas terminal, tak segan-segan mereka menempelkan stiker di tempat yang sangat jelas dilihat orang banyak, seperti ruang tunggu penumpang.

Rehat siang di terminal Kampung Rambutan menambah semangat para pengusaha dan penggemar bus ini. Maklum, penggemar bus dari berbagai komunitas ini sudah terbiasa menempelkan stiker di badan bus. Jika yang kerap ditempel stiker identitas komunitas masing-masing, kini mereka menempelkan stiker Aksi Keselamatan di Jalan Raya, sesuatu yang lebih berarti untuk bus yang mereka gemari. “Senang sekali bisa ikut terlibat, jarang ada acara seperti ini melibatkan seluruh komunitas,” kata Heri Prionggo

Menurut Sani, anggota IPOMI di sejumlah kota siap bergerak dalam seminggu ke depan. Pihaknya telah membuat dua ribu stiker, dan puluhan spanduk untuk disebar ke berbagai terminal. Dia mengaku menyiapkan minimal seratus lembar stiker untuk anggota di satu kota. Stiker dan spanduk itu dikirim ke Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Malang, Lampung, Pekanbaru dan Medan.

Sinergi dan kepedulian pengusaha bus, pemasok spare part bus, hingga penggemar bus yang  juga penumpang bus sangat dibutuhkan, untuk menjamin keselamatan di jalan. Sani mencontohkan, “Jika pengmudi yang ugal-ugalan penumpanglah yang harus menegur, tak bisa ditegur laporlah kepada manajemen PO. Ini semua tanggungjawab kita bersama supaya keselamatan terjaga,” ujarnya.(naskah : mai/foto : dok JakBuS/BMC/Bismania.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013