Kamis, 19 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MODIFIKASI DEMI EFFESIENSI OPERASIONAL
 
21 Maret 2012


(Sukoharjo – haltebus.com) Modifikasi di dunia otomotif sering kali dilakukan untuk mempercantik penampilan atau menambah tenaga mesin. Namun, pakem ini sedikit berbeda dengan modifikasi yang dilakukan oleh PO Siliwangi Antar Nusa. Tak tanggung-tanggung, seluruh armada yang mereka beli dipastikan sudah dimodifikasi. “Kami sengaja melakukan modifikasi untuk menyesuaikan kemampuan armada kami dengan kondisi medan Sumatera, jalur yang kami layani selama ini,” ujar Komisaris PO SAN, Hasanuddin Adnan, kepada haltebus.com, Sabtu (10/2/12).

Awal Februari lalu, haltebus.com berkesempatan melihat dari dekat modifikasi yang dikerjakan oleh PO SAN di garasi sekaligus workshop mereka di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dari enam unit chassis Golden Dragon yang dipesan, empat unit yang datang akhir Januari lalu langsung dibongkar alias dimodifikasi. Beberapa bagian chassis dan mesin diubah sesuai kebutuhan mereka.

Yang paling mudah adalah penggantian tangki bahan bakar. Mereka membuat sendiri tangki bahan bakar yang bisa menampung lebih dari 500 liter solar, standar tangki Golden Dragon maksimal hanya 400 liter solar. Menurut Hasanuddin, ini mereka lakukan untuk mengantisipasi buruknya kualitas solar di SPBU yang ada di Sumatera sehingga dibutuhkan kapasitas tangki yang besar.

Modifikasi yang lain yang masih tergolong ringan, penggantian velg. Semua roda menggunakan velg alumunium. Sekilas kita melihat penggantian velg ini hanya sekedar agar bus terlihat gaya, tetapi ternyata tidak. “Velg alumunium lebih baik dari velg besi karena panas pada roda menggunakan velg alumunium bisa diredam. Saat bus melalui jalan menanjak dan menurun, pengereman akan membuat roda menjadi panas, itu sangat berpengaruh pada keawetan ban,” kata dia.

Perubahan lain yang tak kalah cermatnya yakni penggantian bracket pada fitur suspensi udara. Penambahan pada bracket dilakukan untuk memperkuat suspensi udara standar pabrikan. Ada penambahan bracket berupa plat yang membuat ‘pegangan’ suspensi udara ke batang chassis lebih kuat. Maklum, di negara asalnya suspensi udara Golden Dragon diperuntukkan jalan landai dan cenderung berkarakter bebas hambatan. Jauh dari kenyataan yang ada di jalur Trans Sumatera.

Rombakan yang cukup rumit dilakukan pada mesin Yuchai yang menempel pada chassis. Mereka membuka bagian gardan, axle dan mesin. Di sini oli axle dari pabrikan diganti dengan oli yang memiliki karakter tahan panas. Pada bagian ini punya rasio axle, transmisi dan putaran mesin disesuaikan agar menghasilkan tenaga yang dibutuhkan. “Sengaja kami set ulang rasio putaran mesin dan transmisi ini agar torsi maksimum yang dibutuhkan bus kami ini sesuai dengan medan yang dilalui. Untuk setiap trayek, sudah diperhitungkan tenaga yang dibutuhkan bus kami,” kata Hasanuddin yang juga pendiri PO SAN ini.

Kepala Mekanik PO SAN, M. Abdul Rahman mengakui, modifikasi semacam ini memang merepotkan di awalnya. Bayangkan, untuk memodifikasi satu unit chassis, dibutuhkan waktu sekitar seminggu. Saat mengerjakan empat unit, dia terpaksa lembur dan menyelesaikannya dalam waktu tak sampai tiga minggu. “Modifikasi semacam ini dalam jangka panjang bisa mempermudah kami, karena karakter medan yang berat untuk bus-bus kami, kerusakan sedini mungkin harus diantisipasi,” kata dia.

Hasannudin menjelaskan, modifikasi itu dilakukannya berdasarkan pengalaman lebih dari 20 tahun melayani rute Jawa-Sumatera. Dia mengungkapkan, pengubahan torsi mutlak dilakukan demi mencapai konsumsi bahan bakar yang ideal, tanpa mengurangi tenaga yang bisa dihasilkan mesin. Dengan mengandalkan mesin dengan karakter torsi maksimum di putaran mesin rendah, lanjut dia, konsumsi bahan bakar bisa lebih effesien. Selama tujuh tahun terakhir, dia mengaku menggunakan mesin asal China karena karakternya yang sesuai kebutuhannya. “Untuk jarak Jakarta-Solo kami bisa jamin konsumsi bahan bakar bus-bus kami lebih irit sampai 80-an liter, jika dibandingkan dengan bus lain yang kemampuan mesinnya setara, meski kami lewat jalur Selatan Jawa,” ujarnya sambil meyakinkan.

Apa yang dilakukan oleh Hasanuddin Adnan dan jajarannya bisa dikategorikan nyeleneh. Bagaimana tidak, unit-unit yang dimodifikasinya sudah memiliki kemampuan yang cukup mumpuni. Chassis Golden Dragon yang dibelinya ditopang oleh mesin Yuchai YC6G300-20 dengan tenaga 300HP dan torsi 1150Nm/1500RPM. Dengan fitur standar pabrikan, kemampuan chassis sudah lebih dari cukup untuk bus yang tergolong nyaman. Namun kenyataannya, PO SAN memiliki standar yang berbeda. Tak hanya mesin bertenaga 300HP, mesin-mesin lain yang digunakan PO itu seperti 240HP, 260HP, 270HP juga mengalami nasib yang sama, yakni wajib dimodifikasi.

Menurut Direktur Utama PO SAN, Kurnia Lesani Adnan, modifikasi mereka lakukan demi mencapai titik operasional effesien maksimal yang bisa mereka capai. Dia menyebutkan, perubahan mesin, velg dan suspensi sangat penting untuk bus-bus Sumatera. Bus butuh tenaga mesin yang cukup untuk melalui tanjakan ekstrem yang kerap ditemui di jalur Sumatera. Demikian juga dengan suspensi yang kuat yang bisa menopang beban bus, tak hanya beban penumpang dan barang, tetapi juga saat bus melalui jalan buruk. Maklum, selain mencari penumpang, hampir semua bus asal Sumatera yang melayani jalur Jawa-Sumatera sangat mengandalkan usaha sampingan, yakni jasa pengiriman barang. “Tiga elemen yang kami modifikasi itu adalah elemen operasional yang lifetime-nya harus kami jaga betul,” ujar dia.

Demi bisa bertahan hidup, PO SAN harus menghitung sedetil mungkin operasional bus-bus mereka. Ibarat perang, mereka memperhitungkan pekiraan keadaan. Mereka membaca medan perang yang dihadapi (trayek yang dilalui), menyiapkan pasukan (armada bus), sampai menyiapkan logistiknya (bagaimana bisa menarik pelanggan sehingga pemasukan bisa mengalir). Dalam kamus Hasanuddin, perang tak selamanya harus berhadapan langsung dengan musuh dari luar. Berperang seringkali dilihatnya sebagai, bagaimana bisa mengatur strategi bertahan hidup demi melayani pelanggannya.(naskah : mai/foto : mai/dok SAN)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013