Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SPACE FRAME, ERA BARU KAROSERI INDONESIA
 
28 Maret 2012


(Jakarta – haltebus.com) Bus ber-chassis space frame, tidak banyak beredar di Indonesia dalan 15 tahun terakhir. Namun, tahun ini, kita akan mudah menemukan bus dengan bagasi bawah yang tembus dari sisi kiri ke sisi kanan alias bolong. Penyebabnya tak lain adalah dilansirnya dua model Mercedes-Ben yakni OH-1830 dan OH-1626 dengan platform baru di tahun 2011 lalu. Tahun 2012, bus-bus itu mulai beredar.

Kedua tipe ini sama sekali berbeda dengan tipe sebelumnya, yakni tanpa batang chassis yang memanjang. Chassis asli yang diterima pembeli, tak lebih dari enam meter atau separuh dari panjang chassis tipe sebelumnya yakni tubular frame. “Kami menghadirkan dua tipe baru sejak tahun lalu, di tahun ini OH-1830 dan OH-1626 menjadi andalan kami,” kata Deputy Director Communication and PR PT Mercedes-Benz Indonesia, Yuniadi Hartono, awal Februari lalu.

Mengapa Mercedes-Benz bisa mengubah tren karoseri di Indonesia? Harus diakui bahwa chassis asal pabrikan Jerman ini masih mendominasi pasar bus Indonesia. Di semester I 2011 PT Mercedes-Benz Indonesia, mencatat penjualan bus sebanyak 472 unit. Angka ini, meningkat lima persen dibanding periode yang sama di tahun 2010. Agustus 2011 lalu Yuniadi menyatakan, bus Mercedes-Benz sukses mempertahankan pangsa pasar sebesar 52 persen sampai Juli 2011. Sayangnya, Februari 2012, dia menolak menyebut angka penjualan bus yang dicapai di tahun 2011.

Meski tak ada angka pasti untuk proyeksi penjualan di tahun 2012, chassis Mercedes-Benz memiliki peminatnya sendiri. Sebuah sumber menyebut, hingga Januari-Februari 2012 peminat OH-1626 dan OH-1830 telah masuk daftar tunggu. Kondisi ini mau tidak mau membuat industri karoseri mengubah orientasi mereka untuk mempersiapkan tren bus ber-chassis space frame.

Secara teknis, banyak karoseri yang telah mempersiapkan bagaimana bus dengan chassis space frame bisa diproduksi secara massal. “Chassis space frame bukan hal baru bagi kami, dulu di era chassis OH-1521 kami sudah membuat prototype, begitu juga dengan chassis pabrikan yang lain selain Mercedes-Benz,” kata Direktur Utama Karoseri Rahayu Santosa, Harris Mulyadi kepada haltebus.com Selasa (7/2/12).

Menurut Herry, sapaan akrab Harris Mulyadi, dipasarkannya chassis space frame oleh Mercedes-Benz ini menjadi tantangan baginya untuk bisa menyiapkan bus-bus yang berkualitas. Di era akhir 1990-an dan awal 2000-an, kata dia, beberapa PO bus pelanggan setia Rahayu Santosa sempat ditawari produk berbagasi luas alias dengan chassis space frame. Sayangnya belum banyak diminati, salah satunya karena keraguan atas kekuatan struktur bus. Mungkin karena chassis asli buatan pabrikan dipotong.

Nah, kini dengan disediakannya chassis space frame oleh PT. Mercedes-Benz Indonesia, lanjut Herry, banyak pemilik PO yang mulai mencari tahu detail bus yang dibuat di atas chassis tipe ini. “Banyak pemilik PO terutama generasi kedua, atau yang muda-muda mulai tertarik, sering juga kita diskusi soal keuntungan dan kerugiannya,” kata dia

Teknologi space frame pada rangka bodi bus sebetulnya sudah dikembangkan sejak awal akhir 1990-an oleh beberapa karoseri. Karoseri Adiputro bahkan pernah memegang lisensi Neoplan, pembuat bus asal Eropa menjelang akhir 1990-an. Karoseri yang berbasis di Malang itu membuat bodi bus dengan konstruksi monokok, konstruksi tanpa chassis yang sudah banyak diterapkan di Eropa.

Lalu apa keunggulan spaceframe dibandinkan tubular frame? Secara kasat mata, bus ber-chassis tipe space frame memiliki kapasitas bagasi yang lapang kena tidak adanya batang chassis memanjang di bagian tengah bus. Sebagai gantinya, chassis ditopang rangka dengan perhitungan yang teliti. Menurut Manager Produksi New Armada, Indra Gunawan berat chassis, beban konstruksi dan dimensi serta berat badan/karoseri bus harus diperhitungkan keseimbangannya.

Indra yang kerap menangani perancangan kendaraan khusus di New Armada mengatakan, diperlukan rangka penopang yang kuat di sisi tengah, yang sering disebut rangka diagonal. Dengan rangka diagonal, chassis yang ‘terpotong’ bisa menahan beban maksimal sesuai regulasi di Indonesia. “Jika karoseri sudah terbiasa dengan perhitungan diagonal frame ini, untuk memproduksi bodi di atas chassis space frame tidak ada masalah,” katanya.

Dia mengungkapkan, banyak karoseri di Indonesia membuat aplikasi space frame atas pesanan khusus. Tidak hanya untuk bus-bus antar kota antar provinsi, kata Indra, tetapi juga bus-bus apron yang melayani penumpang pesawat di bandara dengan lantai bagian tengah bus lebih rendah.

Tak kalah siapnya, karoseri Morodadi Prima yang berbasis di Malang. Menurut Wakil Direktur Morodadi Prima, David Lie sejak pertengahan 1990-an pihaknya sudah membangun bus bawah dengan bagasi yang lapang. Dia menyatakan, beberapa pelanggannya mengaku cukup puas dengan hasilnya. “Kami senang mendengar Mercedes-Benz Indonesia mengeluarkan chassis space frame, ini semacam pembuktian bagi kami bisa memproduksi bus dengan chassis seperti ini,” katanya.

Di awal tahun 2000-an, saat PT United Tractor menawarkan chassis Scania ke beberapa PO sejumlah karoseri bersemangat mengembangkan kemampuannya.  Di akhir 2011 hingga awal 2012 pun pabrikan asal China, Golden Dragon telah mendatangkan sedikitnya 20 unit bus berbasis space frame. Kondisi ini membuat karoseri bergairah memproduksi chassis yang kerap disebut chassis potong itu.

Karena itu, baik Herry, Indra maupun David, menyambut baik atas dilansirnya tipe baru dari Mercedes-Benz. Menurut David, teknologi rancang bangun bus di Indonesia bisa berkembang. Adanya pabrikan yang memasarkan chassis space frame, kata dia, memberi kesempatan baru dunia karoseri. Apalagi pabrikan lain juga ikut meramaikan pasar bus tipe ini. Sayangnya mereka belum mau membuka biaya untuk membangun sebuah bus ber-chassis space frame. “Yang jelas beda dengan biaya membuat bus biasa,” ujar David menutup pembicaraan. (naskah : mai/foto : mai/dok haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013