Sabtu, 08 Agustus 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DIBALIK HITAMNYA BEJEU
 
16 April 2012


(Jepara – haltebus.com) Tak selamanya hitam itu kelam, sebaliknya hitam membawa hidup keluarga Tosin Rosyad bersinar. Keluarga yang bermukim di Jepara ini memulai hidup mereka yang baru bersama si hitam BeJeU (baca : BJU). Dalam PO BeJeU, 10 dari 11 bersaudara bahu-membahu membangun bisnis mereka. “Awalnya saya mendapat tugas dari lingkungan sini untuk menyewa bus untuk berwisata. Kok mahal ya? Lalu saya itung-itung, kok ‘masuk’ ya untuk bisa untung,” kata Muhamad Rofi’udin, kepada haltebus.com (11/4/12).

Rofi’udin, adalah putra ketiga Tosin Rosyad seorang pengusaha kayu jati, yang berinisiatif memulai menjalankan bisnis transportasi bus. Dia mengajak kakak dan adik-adiknya mengembangkan usaha transportasi bus sepuluh tahun silam. Bermodalkan tiga unit bus yang dibelinya dari lelang sebuah operator bus pariwisata di Jakarta, Rofi’udin mengembangkan bisnisnya. Tiga unit bus itu digunakan untuk melayani sewa pariwisata. Nama BeJeU sendiri adalah kependekan dari Bongkotan Jati Utama, nama bisnis usaha kayu jati yang mereka tekuni.

Tahun 2007 menjadi tahun konsolidasi yang penting bagi keluarga ini, yaitu saat mereka memutuskan untuk memberanikan diri terjun di jalur reguler Jepara – Jakarta. Gebrakan pun dibuat.Mereka membeli tiga unit bus. Kelir hitam dipilih sebagai warna armada andalan mereka. “Mengapa memilih warna hitam, karena memang saat itu tak banyak bus bercat hitam,” kata Mustaghfiri Yusuf Masdar, adik nomor sepuluh.

Sebenarnya bus berwarna hitam pernah banyak bersliweran di tahun 1980-1990. Ada PO Bengkulu Indah di Sumatera, di Jawa Barat ada PO Rudy dan PO Aladdin. Sementara untuk operator bus-bus di Jawa Tengah dan Jawa Timur cenderung memilih warna cerah sebgai warna bus mereka. Mungkin karena warna hitam identik dengan kelam. Lalu bagaimana menurut keluarga Tosin? “Alhamdulillah warna hitam bisa menarik perhatian orang, bagi kami warna hitam sama dengan warna lainnya,” kata Yusuf lagi.

Keterlibatan keluarga ini sangat terasa saat haltebus.com berkesempatan melihat dari dekat operasional PO BeJeU. Segala sesuatu mereka kerjakan sendiri. Makanan ringan untuk penumpang, berupa roti, mereka kemas sendiri. Kemasannya tak kalah dengan kemasan toko oleh-oleh yang kerap kita temui di berbagai kota. Demi kebersihan kabin, selimut dan sarung jok juga mereka cuci sendiri. Sesekali mereka ke terminal sekedar memastikan bus-busnya berangkat ke Jakarta sekaligus mengumpulkan uang hasil penjualan tiket. “Kami memang biasa seperti ini,” ujar Nur Jalal Mujtaba, menantu Tosin, saat ditemui di terminal Kudus.

Menurut M. Yusuf Helmi, putra kelima Tosin, keterlibatan keluarga tak lepas dari nilai-nilai yang ditanamkan keluarganya. Pesannya ayahnya, kata dia, sederhana saja, yakni menjaga kerukunan diantara saudara. Dengan semangat kerukunan itu pula, mereka membagi tugas masing-masing tanpa perlu memilih-milih. “Semua mengalir begitu saja, yang jelas kami menjalani ini dengan senang hati dan akhirnya menjadi hobi,” kata pria yang akrab disapa Helmi.

Helmi menjelaskan, setiap orang dalam keluarga memiliki tugas. Rofi’udin memegang kendali, dibantu dua adiknya M. Hanif Mukorrobin dan Nur Fazin. Helmi menangani urusan pembelian bus baru hingga siap mengangkut penumpang. Kakak Rofi’udin, Aminudin Azis dibantu Yusuf Masdar dan Muchamad Iqbal memegang operasional bus, termasuk inovasi pelayanan untuk pelanggan.

M. Rifki Muslim si bungsu menjadi humas yang berhubungan dengan pihak luar. Sementara untuk operasional bus pariwisata dan travel ditangani adik ipar Rofi’udin, Nur Jalal yang dibantu Nur Fazin.

Istri Rofi’udin, Ani Mastikha bersama Chalimatussa'diyah bertugas menyiapkan makanan ringan untuk penumpang. Mereka mengemas roti dan air mineral untuk kebutuhan 20 unit armada bus yang sehari-hari melayani Jepara-Jakarta. Hanya seorang adik perempuan Rofi’udin, Elfia Farida, yang tinggal di Semarang yang tidak terlibat langsung. Tetapi, suaminya yang berprofesi sebagai pengacara selalu siap mendukung PO BeJeU untuk masalah-masalah yang terkait hukum.

Pembagian tugas yang rapi dalam keluarga Tosin cukup effektif. Armada mereka berkembang. Mengawali trayek regular Jepara – Jakarta dengan tiga unit tahun 2002, dalam kurun  sepuluh tahun bertambah menjadi 24 unit. Disamping itu, unit pariwisata PO BeJeU juga berkembang dengan dibukanya travel Jepara – Semarang. Apa rahasianya? “Kami selalu mengambil keputusan bersama. Banyak kepala, banyak pertimbangan. Keputusan yang dihasilkan pasti lebih baik dari keputusan yang diambil oleh satu orang saja,” kata Helmi diplomatis.

Hubungan di antara anggota keluarga ini juga cukup unik. Sebagian tinggal dalam sebuah rumah besar milik keluarga Tosin yang nyaris menyatu dengan rumah Rofi'udin. Tak hanya menjalankan bisnis transportasi bus, beberapa di antara mereka juga memiliki bisnis masing-masing. Contohnya, Rofi’udin masih menjalankan bisnis kayu jati dan Nur Jalal membuka biro perjalanan umroh. “Alhamdulillah meski kami punya bisnis masing-masing, PO BeJeU bisa beroperasi dengan baik,” ujar Helmi yang sehari-hari berdagang onderdil bus dan truk.

Pembagian kerja seperti ini jarang ditemui di operator bus lain. Kerap kita menemukan kondisi sebaliknya. Generasi pertama manajemen operator bus, membagi usaha untuk generasi keduanya. Keluarga Tosin sebaliknya, mereka justru membangun usaha transportasi secara bersama-sama. Meski harus bersusah payah membangun bisnis baru, hubungan gotong-royong dalam keluarga Tosin Rosyad ternyata bisa berbuah manis.

Kekompakan mereka, menghasilkan manajemen keluarga yang cukup solid. Setidaknya ini terlihat dari armada yang bertambah, trayek yang berkembang dan jenis layanan yang ditawarkan ke pelanggan. Tahun ini mereka menargetkan penataan manajemen lebih rapi lagi. Bus-bus yang tadinya terparkir di halaman rumah keluarga, pertengahan tahun 2012 siap menempati garasi baru. “Kami siap bersaing dengan operator bus lain secara sehat,” ujar M. Iqbal mantab. (naskah : mai/foto : mai/dok BeJeU)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013