Jumat, 22 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TRIUNBUS, SEMANGAT BARU TRIJAYA UNION
 
29 April 2012


(Jakarta – haltebus.com) Kepuasan pelanggan adalah segala. Kata-kata itu tertanam betul di benak Direktur Operasional PT. Trijaya Union Helmi Gunadi, sebuah karoseri yang berdomisil di Tangerang, Banten. Demi kepuasan pelanggan pula, tahun ini, dia meluncurkan model bus terbaru. “Atas permintaan pelanggan kami membuat IIIUNBUS (baca : triunbus),” ujarnya kepada haltebus.com, Kamis (12/4/12 lalu.

Menurut Gunadi, dua tahun terakhir apresiasi pelanggan karoserinya meningkat. Ini diawali dengan kemunculan bus model Pointer tahun lalu. Meski tak sebanyak produksi Trijaya Union di tahun 1980-1990-an, dia menungkapkan, produksi di era model Pointer mulai menunjukkan perkembangan. Nama Trijaya Union sempat tenggelam di awal tahun 2000-an. Karoseri yang menjadi mitra Mitsubishi untuk membangun bus di atas chassis-chassis-nya itu, meredup akibat terimbas krisis keuangan yang melanda Indonesia di akhir 1990-an.

Gunadi menjelaskan, selama dua tahun ini, tim kreatifnya berupaya mencari desain model bus yang sesuai dengan selera pelanggan. Alhasil, tidak sedikit ditemukan kesamaan-kesamaan dengan model karoseri lain. “Pointer mendapat sambutan dari pelanggan kami di Sumatera dan Jawa. Mereka ingin model yang meraka pesan dari kami berbeda dari yang lain,” kata dia.

Model IIIUNBUS sejatinya pengembangan dari beberapa model yang pernah dibuat karoseri ini. Tengok saja dinding samping bus. Komposisi dinding mulai dari bawah, tengah dan kaca nyaris tak berubah dari model ke model. Hanya bagian depan dan belakang setiap model memiliki variasi yang berbeda. Permainan garis di bagian depan, membuat karakter setiap model terlihat serasi.

Pada model Pointer, desainer Trijaya Union memainkan kamuflase dinding samping bagian depan. Nah, variasi seperti ini mulai dikembangkan pada IIIUNBUS. Seolah tak ingin ketinggalan, utak-atik dinding samping mengkombinasikan model-model yang pernah menjadi tren. Garis pada kaca pertama di sisi kiri-kanan bus misalnya, adalah daerah yang sering diubah. Sejak tahun 1980 hingga kini berbagai jenis asesoris entah garis miring, segitiga, maupun kurva selalu menghiasi berbagai model bus di Indonesia.

Dari sisi tampilan depan, IIIUNBUS terkesan mirip dengan karoseri asal Jawa Timur. Boleh dibilang IIIUNBUS ini gabungan tiga model yang tengah laris di pasaran. Tak hanya lampu depan yang mirip model asal Jawa Timur, di sisi samping jelas menggabungkan dua model asal Jawa Tengah. Namun, lagi-lagi Gunadi menegaskan tren yang ada di pasar sangat berpengaruh pada model-model yang dibuat di karoserinya. “Bukan kami tak punya model sendiri. Secara garis besar, bus-bus buatan kami dibuat atas model yang kami bangun. Soal asesoris memang permintaan pelanggan,” kata dia diplomatis.

Sekilas jika kita melihat model pertama IIIUNBUS sekilas ini pastilah terkecoh. Bus yang dibangun di atas chassis Mercedes-benz OH-1526 tak terlihat jika dibuat dengan lantai tinggi. Bahasa kerennya, high-deck. Ketinggian lantai baru terasa saat kita memasuki bus. Menurut Gunadi ketinggian lantai dibuat 50 cm dari permukaan chassis. Jangan heran, jika kita melongok ke bagian bawah bus, tepatnya di atas roda belakang bagian dalam, akan terlihat ketinggian ini. Tinggi lantai ini membuat ruang bagasi menjadi lebih lapang.

Dari sisi interior, Trijaya Union terlihat ingin mendobrak anggapan bahwa selama beberapa tahun karoseri mereka dikenal sebagai spesialis bus-bus Ekonomi alias non-AC. Dengan kursi hasil karya sendiri, interior IIIUNBUS terlihat rapi. Lantai yang dilapis karpet bercorak kayu, serasi dengan warna kursi yang coklat terang. “Ini bus terbaik sejak kami mulai bangkit lagi. Trijaya Union pernah membuat bus eksekutif yang berjaya di tahun 1990-an,” kata Gunadi.

haltebus.com
sempat mengikuti road show IIIUNBUS ke salah satu pelanggan setia karoseri Trijaya Union. Operator bus yang memiliki beragam jenis model karoseri itu ingin melihat dari dekat IIIUNBUS. Sang pemilik PO Bus terlihat seksama mengamati bagian luar dan bagian dalam bus. Dinding bus, pintu bagasi, hingga karet perekat kaca pun tak luput dari perhatiannya. Tak lama dia berguman, "Lumayan". Beberapa karyawannya juga terlihat memperhatikan bus berwarna dasar silver ini.

Selera pasar memang sering membuat sebuah idealisme tergerus dalam dunia bisnis. Seringkali demi selera pasar, apapun dilakukan. Akhirnya, Helmi Gunadi hanya bisa memadukan idealismenya dengan arus selera pasar pasar yang begitu kuat. (naskah : mai/foto : mai/dok. Trijaya Union)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013