Sabtu, 25 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KEMBALINYA ROH MERCEDES-BENZ
 
15 Mei 2012


(Yogyakarta – haltebus.com) Peluncuran perdana OH-1626 oleh PT. Mercedes-Benz Indonesia (MBI) dibayang-bayangi masalah suspensi dua produk sebelumnya. Pada produk OH-1525 dan OH-1526 suspensi dinilai mengurangi kenyamanan untuk penumpang, jauh dibandingkan generasi terakhir OH-1521 yang dikenal empuk. Karena itu dalam Fleet Owner Gathering yang di gelar di Yogyakarta 11 – 13 Mei 2011, diskusi tentang produk Mercedes-Benz  cukup hangat.

Keraguan atas produk Mercedes-Benz itu dilontar Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa, Kurnia Lesani Adnan. Dalam sesi diskusi, dia mempertanyakan komitmen PT. MBI sebagai pemegang merk atas layanan produknya. Dia mengaku mengalami masalah pada suspensi OH-1526 yang dibelinya tahun 2010 lalu. “Apakah suspensi yang salah produksi itu menjadi tanggungan kami? Karena kami memodifikasi sendiri suspensi itu, kami tak punya waktu menunggu lama tanpa solusi,” katanya.

Dalam penjelasannya pada pelanggan, di sela-sela uji coba produknya di Magelang, After Sales Director PT. MBI, Heinrich Schromm memastikan jaminan pelayanan pelanggan menjadi yang utama bagi mereka. Kepada pengusaha bus pelanggan Mercedes-Benz se-Indonesia, dia menyatakan ke depan jajarannya mulai membenahi kekurangan yang selama ini terjadi. “Masa lalu adalah masa lalu, kami sedang berbenah lagi. Menurut saya jika ada onderdil yang tidak tersedia, itu tidak bisa diterima,” kata dia.

Jajaran pimpinan PT. MBI sepertinya ingin memulihkan kepercayaan pelanggan setianya di Indonesia. Ini terlihat tak hanya saat sesi tanya jawab dengan para pengusaha, tetapi juga saat road test. Awalnya, rute yang di tempuh Yogyakarta – Magelang – Yogyakarta. Rute dengan jalan yang relatif lebar dan mulus, tentu saja tak memuaskan pengusaha. “Wah kalau gak ke arah Purworejo percuma saja disebut road test,” kata Tengku Erry Rubiansyah pemilik PO Effesiensi.

Dua petinggi Mercedes-Benz ikut dalam road test ini, mereka adalah Thomas Bauer Regional Senior Manager Regional Mercedes-Benz untuk ASEAN dan Olaf Petersen Commercial Vichle Sales Director PT. MBI. Mereka mencoba satu per satu bus yang ikut dalam road test dan membaur dengan para pemilik PO Bus.

Ingin membuktikan kemampuan dan janji PT. MBI, Kurnia yang akrab disapa Sani tergiur untuk mencoba mengemudikan bus OH-1626 yang bersuspensi udara. Suspensi udara ini baru pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Mercedes-Benz melalui produk OH-1626 dan OH-1830. Saat mengetahui rute Magelang – Purworejo – Yogyakarta disetujui PT. MBI, dia langsung meminta ijin pada Bambang Tedjokusumo, Direktur Utama PO Pahala Kencana. Dengan semangat, dia duduk di balik kemudi OH-1626 milik PO Pahala Kencana.

Baru beberapa kilometer meninggalkan kota Magelang Sani beraksi. Bus dikemudian dengan gaya zig-zag untuk mengetahui kestabilan suspensi. Di jalan menurun, bus dipacu kencang meski dalam iring-iringan delapan bus. Tentunya, setelah mengambil jarak yang cukup dengan bus di depannya.

Yang cukup menggoda saat bus melaju cepat di sebuah jembatan kecil dengan kontur mirip gundukan. Ayunan bus terasa lembut, penumpang nyaris tak merasakan bantingan. “Gak ada bunyi-bunyi, ayunan suspensinya cukup baik,” kata I Wayan Sutika pemilik PO Gunung Harta yang duduk di baris terdepan.

haltebus.com mencoba merasakan kenyamanan bus mulai di depan, tengah, dan belakang. Meski dikemudikan zig-zag bus tak terasa limbung. Penumpang tak terasa terbanting. Begitu pula komentar Adi Prasetyo, generasi kedua pemilik PO Maju Lancar, “Ini jauh dibanding OH-1526,” katanya saat ditanya oleh Sani.

Sani yang mengemudikan bus menilai, OH-1626 mudah dikendalikan meski bersuspensi udara. Tak ada hambatan berarti saat dia memacu kencang ketika melewati jembatan kecil seperti gundukan. Begitu pula saat berbelok, maupun zig-zag, tak ada efek terbanting, khususnya di bagian belakang bus. “Inilah Mercedes-Benz yang saya kenal, stabil, gak banyak guncangan. Kalo kemarin kita ngomong Mercedes-Benz, ya OH-1521 intercooler, bukan OH-1525 atau OH-1526,” ujar dia.

Pernyataan Sani ini diamini oleh Muhadi, pengemudi PO Pahala Kencana. Menurut dia, suspensinya cukup mumpuni sehingga memudahkan pengendalian. “Dibandingkan suspensi udara buatan karoseri, suspensi udara OH-1626 ini sangat memuaskan. Terutama saat menyalib,” kata Muhadi.

Keunggulan suspensi udara mulai teruji saat melalui jalur lingkar Purworejo yang berlubang. Sayangnya, keunggulan suspensi OH-1626 sedikit terusik. Selama lebih dari 30 menit melintasi jalur lingkar Utara hingga ke Timur, terdengar bunyi-bunyi halus di bawah suspensi depan. Lubang yang dilalui di jalan beraspal itu cukup besar dan tersebar merata di sepanjang jalan, sehingga membuat bus bergoyang. “Ada bunyi-bunyi sedikit tetapi masih bisa ditolerir, jauh dibandingkan produk sebelumnya,” ujar Agus Tjahyana pemilik PO Subur Jaya, Rembang.

Menurut Bus Sales Manager PT MBI. Diyanto Prayudiman fitur suspensi udara OH-1626 adalah yang pertama untuk bus di kelas 260HP yang beredar di Indonesia. Karena itu, Diyanto mengaku membutuhkan masukan untuk perbaikan-perbaikan. Dia sempat ikut dalam bus yang dikemudikan Sani dan berdiskusi ringan seputar apa yang dirasakan saat OH-1626 dikemudikan.

Dalam konferensi pers, Diyanto menyebut fitur suspensi OH-1626 belum dilengkapi dengan fitur lifter adjustment. Fitur ini memungkinkan penyetelan ketinggian suspensi udara secara otomatis dengan hanya memencet satu tombol. “Kami sudah memiliki teknologi lifter adjustment, tetapi sayangnya belum tersedia untuk OH-1626 dan OH-1830,” kata dia.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan OH-1626, sebagian besar pemilik PO yang mengikuti road test merasa puas dengan kinerja fitur suspensi udara. Tinggal menunggu janji Schromm dengan jaminan purnajualnya. “Saya sudah bertemu dengan pelanggan kami di Sumatera, sekarang kita bertemu di sini, saya mendengarkan semua masukan. Kita melihat ke depan, bukan ke belakang,” ujar dia mantab.(naskah : mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013