Sabtu, 25 Januari 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAMBIL MENGENAL CHASSIS, PELAJARI KAROSERI
 
16 Mei 2012


(Yogyakarta – haltebus.com) Ajang temu pemilik bus dan PT. Mercedes-Benz Indonesia di Yogyakarta pada 11 – 13 Mei 2012 berlangsung meriah. Tak saja banyaknya pemilik bus yang hadir, tetapi yang menarik adalah jajaran bus yang ikut meramaikan acara ini. Kegiatan yang dijadikan acara perkenalan pemilik bus dengan produk baru Mercedes-Benz, yakni tipe OH-1626 dan OH-1830, tak ubahnya seperti pameran produk karoseri bus.

Hampir seluruh produk yang saat ini dipasarkan oleh PT. Mercedes-Benz Indonesia berjejer di areal parkir Hotel Sheraton, Yogyakarta. Sembilan bus, milik perusahaan bus dan instansi pemerintah ‘dipamerkan’. Satu unit Blue Star OH-1526 (Morodadi Prima), dua unit PO Safari Dharma Raya OH-1626 New Patriot (Morodadi Prima) dan OH-1830 Jetbus (Adiputro), satu unit PO Pahala Kencana OH-1626 Jetbus (Adiputro).

Karoseri pun ada yang mendatangkan secara khusus bus-busnya. Ada unit OH-1526 Evonext (New Armada), satu unit OH-1526 Luxobus (Restu Ibu), dan Ada OH-1521 E-III Transmusi milik Pemerintah kota Palembang model Cityliner dan OH-1526 Legacy SR-1 LE milik Gege Transport (Laksana)



Di luar itu, masih ada dua unit terakhir cukup menyita perhatian, yakni OH-1830 Jetbus (Adiputro) milik PO Nusantara. Konfigurasi dan bentuk kursi yang terpasang pada bus berkelir hitam bergaris abu-abu itu tak lazim. Satu unit berkonfigurasi kursi 2-1 dan yang lainnya berkonfigurasi kursi 1-1. Bentuk kursi yang digunakan di kedua bus itu mirip kursi pesawat di kelas bisnis untuk jalur penerbangan antar benua. Kursi layaknya berada di dalam cangkang.

Sementara itu, meski bentuk karoserinya terlihat biasa, dua bus milik PO Safari Dharma Raya terlihat menyolok. Warna biru yang dilaburkan pada bodi model Jetbus Adiputro terlihat bersemu ungu. Persis warna mutiara, layaknya warna-warna yang kerap kita temui pada mobil modifikasi milik anak-anak muda saat ini. Untuk OH-1626 New Patriot warna putih di separuh badan bus juga berpendar semu hijau jika tertimpa cahaya.



Pihak karoseri memang sengaja diundang oleh PT. MBI karena produk yang diluncurkan kali ini bertipe chassis space frame. Chassis yang bisa dipanjangkan, namun masih dalam koridor yang sesuai dengan regulasi di Indonesia yakni 12 meter. Tipe space frame juga memungkinkan bagasi tembus dari dinding kiri ke dinding kanan. “Kami memiliki divisi body builder yang memberikan asistensi untuk rancang bangun chassis space frame,” kata Bus Sales Manager PT. MBI, Diyanto Prayudiman.

Seperti peluncuran produk OH-1526 dua tahun lalu, PT. MBI mengajak para pemilik bus merasakan bus-bus yang mereka lansir itu. Kesempatan ini tentu saja tak disia-siakan para pemilik bus untuk mengamati bus-bus yang dibuat oleh berbagai karoseri. Apalagi, kesempatan yang diberikan lebih dari cukup. Perjalanan road test cukup panjang. Awalnya rute yang ditempuh Yogyakarta – Magelang – Yogyakarta. Namun, atas usulan para pemilik bus yang ingin menjajal kemampuan OH-1626 dan OH-1830, mereka memanjangkan rute Magelang – Yogyakarta via Purworejo, atau berputar 100 Km lebih.

Apa yang dilakukan oleh para pemilik bus? Mereka mengamati bus-bus terbaru dari semua aspek. Mulai eksterior, interior hingga suspensi. Dalam satu kesempatan, haltebus.com terlibat dalam perbincangan tentang langit-langit kabin penumpang yang tak luput dalam diskusi mereka. “Wah ini kok agak kotor ya, padahal bus tergolong baru?” ujar seorang pengusaha. Rekannya sesama pengusaha asal Jawa Tengah menimpali, “Sepertinya sisa-sisa lem yang gak dibersihkan nih,” katanya sambil meraba tempat yang dimaksud dengan telunjuknya.

Di bagian lain dalam bus yang sama, seorang pengusaha bus muda serius memperhatikan sebuah panel, yang ternyata penyangga bagasi atas. Panel yang menyatu dengan saluran pendingin ruangan membuatnya penasaran. Penyangga yang dipasang horisontal ini diletakkan diantara kaca dan dinding saluran pendingin ruangan, tak jauh di belakang kursi pengemudi.

Sejurus kemudian dia terlihat menarik-narik bagasi. Seorang rekannya yang duduk di kursi baris ketiga atau tepat di bawah bagasi yang ditarik-tarik bertanya, “Lho kok ditarik? Iseng ya?.” Lalu dia menjawab, “Ternyata karoseri ini kasih penyangga supaya bagasi atas dan saluran AC gak bergetar dan berisik, itu ada lagi disana,” kata sambil menunjuk ke arah belakang bus di sisi kiri.

Berbagai macam asesoris dan tambahan materi untuk pemanis ruang di kabin bus terlihat mewarnai bus-bus yang ikut dalam road test. Mulai dari yang standar bus antar kota-antar provinsi hingga yang terlihat mewah. Kesempatan ini tentu sangat menambah wawasan pemilik bus. “Bus Morodadi Prima terlihat elegan, kokoh, tetapi kalau mau ikut tren ya Adiputro. Kami sendiri sudah mengoperasikan Legacy SR-1 Laksana,” kata Direktur Teknik DAMRI, Bagus Wisanggeni yang mengaku tengah menjajaki kemungkinan penambahan armada.

Kesempatan seperti ini sangat jarang terjadi. Belum tentu bisa setahun sekali pengusaha bus berkumpul bersama-sama. Apalagi dalam suasana yang terbilang santai. Pewaris PO Kalisari Vincentius H. Lukito mengaku senang mengikuti acara-acara seperti ini. Selain bertemu dengan rekan-rekan sesama pengusaha bus, bisa mempererat hubungan antar pengusaha. Dan satu lagi, bisa membandingkan produk-produk karoseri secara langsung, mencobanya sekaligus mendiskusikannya dengan sesama pengusaha. “Untuk saya yang penting bisa berkumpul dengan teman-teman dan bertukar pikiran soal apa saja,” ujarnya

Ibarat pepatah, sekali menyelam dua tiga pulau terlampaui. Mungkin juga lebih. Sebab, tak hanya soal karoseri, wawasan tentang chassis pun bertambah. (naskah: mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013