Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SI KLASIK YANG MENJADI KEBANGGAN
 
28 Juni 2012


(Yogyakarta – haltebus.com)
Sebuah bus melintas di jalur Selatan pulau Jawa pada suatu hari di akhir pekan. Bus berkelir putih bercampur hijau ini dilihat sekilas seperti bus biasa. Tinggi dan lebar bus tak jauh berbeda dengan bus umumnya. Saat dicermati panjangnya, hanya 3/4 ukuran bus besar. Ada pula bentuk yang khas pada beberapa bagian bus. “Bus itu memang menjadi salah satu kebanggaan kami, baru tujuh bulan ini melayani jurusan Yogyakarta – Tegal – Cirebon,” kata Direktur Operasional PO Maju Lancar, Adi Prasetya saat ditemui haltebus.com Senin (/6/12)


Bus yang berbasis chassis truk Mercedes-Benz 1417 dibeli dari sebuah perusahaan penyewaan bus wisata di Bali pada tahun 2000. Selama 11 tahun, bus itu melayani trayek Yogyakarta – Wonosari. Menurut Didit, panggilan akrab Adi Prasetya, bus baru tujuh bulan terakhir melayani jurusan Yogyakarta – Tegal – Cirebon sebagai armada cadangan. Meski baru bergabung pada tahun 2000, bus ini menjadi bus klangenan (baca : kesayangan) pemilik PO. Maju Lancar.

Apa ya istimewa-nya bus ini sehingga jadi bus kesayangan? “Bus-nya antik, jarang yang punya dan waktu baru dibeli semuanya orisinil. Bodi asli bus juga masih kami pertahankan,” kata Didit.

Memperhatikan bus ini cukup mengasyikkan. Chassis truk yang digunakan, menyebabkan panjang bus tak seperti bus besar pada umumnya. Dari sisi tampilan, siapapun bisa terkecoh dengan penampilan bus model Jetliner dari Rahayu Santosa yang dilansir tahun 1993 itu. Lampu depan dan belakang diganti.

Lampu depan diganti dengan lampu yang tengah menjadi tren dua tahun terakhir dan disematkan pada model New Celcius. Sedangkan lampu belakang mengadopsi model Celcius. Tampilan baru ini terinspirasi model karya Rahayu Santosa. “Lampu depan terpaksa kami ganti karena enam bulan lalu bumper depan tersangkut jalan rusak di daerah Ciregol, Brebes, akhirnya sekalian kami rapikan lampu belakangnya,” ujar Didit.

Jika diteliti lagi, lekuk-lekuk bodi bus yang berlabel Citra Adi Lancar, anak usaha PO. Maju Lancar masih menegaskan guratan Jetliner. Mantan Direktur Produksi Karoseri Rahayu Santosa Budy Muljadi menyebut, ciri khas yang melekat pada Jetliner adalah bentuk lekukan bersudut tajam pada bodi samping. Lekukan ini memanjang dan bersambung mulai dari lambung samping belakang bagian atas hingga ke bagian pintu depan. Uniknya, lekukan ini menyambung menurun dan kembali ke arah belakang di bagian bawah pintu dan berakhir di ujung ban depan pada panel flap. "Lekukan itu menjadikan bus terlihat panjang. Bentuk lekuk ini ditularkan pada generasi selanjutnya, yakni Skyliner. Tetapi dengan sedikit perbedaan sudut tajamnya ber-radius," katanya.

Di kabin penumpang, ciri khas Jetliner lebih terasa. Saluran AC yang lebar dan ‘menekuk’ dengan mudah kita kenali saat pertama menginjakkan kaki di pintu bus. Lagi-lagi, sudut lancip desain rak bagasi penumpang yang menyatu dengan saluran AC mewarnai kabin. Bagasi dan saluran AC dibuat dalam satu kesatuan kotak dan memanjang. “Kami senang dengan yang klasik karena itu kami pertahankan, bagian dalam bus tidak kami ubah,” kata Didit lagi.

Jumlah kursi pun tak dikurangi, tetap 35 buah. Bus ini cukup berfungsi sebagai armada andalan di kala sepi penumpang. Tanpa harus mengoperasikan bus berkapasitas 50 kursi, pelayanan pada penumpang tetap bisa dijalankan tanpa takut merugi.

    

Tak hanya penampilannya yang klasik, menurut Didit, tenaga bus cukup mumpuni melahap tanjakan di Kecamatan Patuk, Kab. Bantul yang berbatasan dengan Kab. Gunung Kidul. Mesin OM366A bertenaga 174HP yang disandangnya, kata dia, lebih dari cukup menyusuri tanjakan yang berkelok-kelok di Selatan Yogyakarta itu. Soal bahan bakar, lanjut dia, jangan ditanya. Dibandingkan bus berukuran besar, selisih konsumsinya bisa berselisih hingga 80 liter. Keandalan inilah, yang membuat daerah operasinya  dialihkan operasinya di jalur Yogyakarta – Tegal – Cirebon.

Meski berbasis chassis truk, pria yang murah senyum ini menjamin kenyamanan bus. Suspensi asli leaf spring milik truk telah diganti dengan suspensi OH-1521. Sebelumnya bus digunakan mengangkut penumpang wisata di Bali.

Di era 1990-an, Karoseri Rahayu Santosa memiliki beberapa model yang cukup dikenal. Tak hanya di kalangan pengusaha bus, tetapi publik pengguna jasa transportasi bus paham betul dengan beberapa produknya, seperti Setra, Euroliner, juga Jetliner. Produk-produk itu menjadi tren di masanya. Sayangnya, varian-varian ini sudah sulit ditemui di jalan raya. Selain karena faktor usia, tak banyak pengusaha bus yang merawatnya. Dari sisi pengusaha, bus adalah alat produksi jasa transportasi. Tak heran, bus-bus yang mereka miliki diperbaharui secara berkala.

Namun, PO. Maju Lancar punya pertmbangan lain. Didit mengaku, pihaknya memiliki beberapa chassis bus keluaran tahun 1980 – 1990-an. Selain karena minat terhadap bus-bus klasik, eksistensi chassis bus lawas ini menjadi tolok ukur kemampuan perawatan armada yang mereka miliki. “Jadi meski sudah berumur masih menjadi andalan, bahkan jadi kebanggaan kami. Bukan berarti kami tak bisa beli bus baru lho,” ujar putra pendiri PO Maju Lancar, Sutrisno sambil tertawa ringan.(naskah : mai/foto : mai/dok. Karoseri RS)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013