Selasa, 19 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BERBENAH SIAPKAN STANDARISASI PRODUK GLOBAL
 
01 Juli 2012


(Jakarta – haltebus.com) Asosiasi Karoseri Indonesia, (ASKARINDO) menggelar Munas ke-enam, di Jakarta 30 Juni – 1 Juli. Munas yang dibuka Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi ini, menggagas perubahan di tubuh ASKARINDO menghadapi persaingan global yang sudah di depan mata. “Ada perubahan yang cukup signifikan untuk memperbaiki organisasi, termasuk AD/ART,” kata Ketua Umum ASKARINDO demisioner, David Herman Jaya kepada haltebus.com di sela-sela Munas Sabtu (30/6/12).

Menurut David, persaingan produk karoseri telah memasuki pasar global. Pengusaha karoseri Indonesia harus berbenah agar bisa bersaing dengan produk asing yang mulai masuk ke negeri ini. Sebagai asosiasi yang mewadahi pengusaha karoseri, kata dia, sudah seharusnya ASKARINDO berbenah. Standarisasi internasional untuk setiap produk yang dihasilkan karoseri Indonesia sebagai produk menjadi tema sentral dalam Munas ini.

Rancangan perubahan AD/ART ASKARINDO yang akan disahkan dalam Munas ini, kata David, membagi struktur organisasi dalam tiga bagian. Ada badan Pembina, badan Pengawas dan Pengurus. “Untuk lebih memajukan organisasi, kami (pengurus demisioner) mengusulkan yang duduk dalam kepengurusan mendatang haruslah profesional yang digaji,” kata pendiri dan pemilik Karoseri New Armada itu.

David menjelaskan, posisi ASKARINDO sebagai mitra pemerintah dalam bidang industri rancang bangun kendaraan niaga pengangkut penumpang dan barang harus diperkuat. Sebagai mitra, sudah selayaknya hubungan yang terbangun bersifat positif.

Salah seorang peserta, Dewi Maria Saragih mengakui kepengurusan ASKARINDO yang berasal dari anggota kurang berjalan effektif. Sebab, menurut dia, pengurus sebagian besar seringkali lebih disibukkan oleh kegiatan usaha daripada kegiatan organisasi. “Pernah kami menggelar Musda di Jakarta, ada beberapa butir kesepakatan dan program kerja yang dihasilkan, sayangnya tak terlaksana karena kesibukan masing-masing,” ujar Manager Karoseri Mini Ratu, Jakarta.

Dewi berharap adanya perubahan organisasi bisa membawa dampak siginifikan bagi anggota ASKARINDO. Komitmen antar anggota untuk memajukan organisasi, kata dia, harus diwujudkan.

Sementara itu, anggota lainnya Mauliate Pakpahan menyebut, seharusnya sebagai sebuah organisasi usaha, ASKARINDO bisa menjadi mitra sejajar pemerintah. Menurut dia, ASKARINDO menjadi satu-satunya organisasi yang diakui di bidang karoseri kendaraan niaga untuk angkutan penumpang dan barang. “Seperti organisasi usaha lain, jika ada proyek di pemerintahan harus terdaftar dalam asosiasi sebagai salah persyaratannya,” katanya.

Perubahan AR/ART, menurut Mauliate diharapkan bisa memperkuat posisi AsSKARINDO secara internal maupun eksetrnal. Direktur Karoseri Tugas Anda ini menyebut, dalam pembahasan Munas, muncul harapan kemitraan antar anggota. Karoseri berskala besar bisa membantu karoseri yang masih berskala kecil, khususnya bantuan teknis untuk menghindari dampak buruk persaingan pasar global.

Adanya kebutuhan untuk membangun kemitraan ke dalam, diakui David. Menurut dia, ada pembagian skala usaha dalam keanggotan agar terlihat peran saling mendukung diantara anggota. Karoseri berskala besar wajib membantu karoseri berskala kecil sesama anggota ASKARINDO. Polanya, lanjut dia, seperti pola bantuan UKM. “Kalau anggota ASKARINDO tak bersiap, tak bisa bersaing menghadapi pasar global,” ujar dia serius.(naskah : mai/foto : mai/dok. ASKARINDO)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013