Sabtu, 25 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MELATIH KEJUJURAN DENGAN TEKNOLOGI
 
15 Juli 2012
(Wonosari – haltebus.com) Garasi PO Maju Lancar telah sepi Senin (18/6/12) sore, saat Asep Handoyo tengah mengamati layar komputer yang ada di atas meja kerjanya. Di layar terlihat jelas ada beberapa foto yang menunjukkan penumpang yang tengah duduk di dalam bus. Dengan memanfaatkan aplikasi teknologi Global Positioning System (GPS), staf operator bus yang berbasis di Wonosari, Kab. Gunung Kidul itu mengawasi armadanya. “Kami menggunakan kamera di dalam bus untuk melihat situasi saat bus beroperasi,”  begitu kata Direktur Operasional PO Maju Lancar, Adi Prasetya kepada haltebus.com saat menjelaskan tentang apa yang tengah dilakukan Asep.

Didit, panggilan akrab Adi Prasetya mengaku sengaja memasang kamera pemantau pada busnya. Pemantauan ini mencakup pemantauan operasional bus dari aspek, kecepatan bus, kondisi kru saat bertugas dan situasi penumpang. Menurut dia, pemantauan operasional bus sangat membantu manajemen dalam banyak hal. Dia mengatakan, dari pemantauan kecepatan ada beberapa keuntungan. Misalnya, perilaku ugal-ugalan kru bus bisa ditekan, kecepatan bus bisa diketahui jika melampaui batas yang ditentukan, sehingga otomatis beban kerja mesin bisa terjaga.

Apa yang dilakukan PO Maju Lancar cukup beralasan. Saat bus beroperasi, terbuka peluang pengemudi bus bertindak ugal-ugalan, memacu bus dalam kecepatan tinggi sehingga mempengaruhi keawetan mesin.
Di luar itu masih ada hal lain yang sangat menjadi perhatian manajemen PO yang didirikan Sutrisno bersama istrinya Sri Hartati 1986 lalu.

Pemantauan kamera , lanjut Didit, juga mengajarkan kru busnya berperilaku jujur saat mengoperasikan bus. Dia menjelaskan, dengan mengetahui situasi secara langsung melalui kamera, manajemen bisa memperkirakan beban operasional dan pendapatan yang diperoleh pada setiap bus.

Melalui kamera yang terpasang pada bus, kata Didit, staf manajemennya bisa mengambil gambar situasi di dalam bus setidaknya 10 kali sehari. Biasanya dilakukan setiap bus berangkat dari terminal asal ke terminal tujuan, baik saat bus kosong maupun bus penuh. Meski tak menampik kamera dipasang untuk mengantisipasi kecurangan, namun dia membantah kamera itu untuk memata-matai kru busnya. Apalagi memata-matai penumpang. "Prinsipnya manajemen kami bisa berlaku adil terhadap kru. Mana hak kru dan mana hak perusahaan mereka juga harus sadar. Tentunya kami juga tak lupa memperhatikan kesejahteraan kru bus,” kata dia

Putra pendiri PO Maju Lancar ini mencontohkan, ada waktu tertentu dimana penumpang sepi, tetapi di lain waktu penumpang sangat ramai. Di saat penumpang sepi, kata Didit, pihaknya bisa memahami jika pendapatan kru sedikit, begitu pula saat penumpang ramai, kru bus harus jujur atas pendapatan yang diperolehnya. “Sejauh ini pemantauan kamera sangat effektif untuk mengajak kru berbuat jujur. Ini bagian dari perbaikan yang kami lakukan demi pelayanan terbaik untuk pelanggan,” ujarnya lagi.

Menurut Didit, saat ini pihaknya baru memasang 20 unit kamera pada 20 unit busnya. Dia memfokuskan pemasangan 10 unit kamera pada 10 unit busnya yang melayani trayek Yogyakarta – Lampung – Palembang hingga Jambi. Delapan unit lainnya dipasang di bus-bus jurusan Yogyakarta – Semarang dan dua lainnya untuk jurusan Yogyakarta – Tegal – Cirebon.



Bagaimana prinsip kerja kamera ini? Jayatriadi dari lacak-mobil.com mengungkapkan, snapshot foto adalah salah satu fitur dalam aplikasi GPS. Fitur ini terhubung dengan jaringan GPRS dengan memanfaatkan jaringan telepon seluler dengan aplikasi GPS sehingga memungkinkan memantau pergerakan kendaraan.


Dia menyebut, fitur-fitur GPS khususnya untuk GPS tracking cukup banyak. Fitur yang paling umum adalah pelacakan kendaraan, yakni mengamati operasional mesin sejak mesin dinyalakan hingga dimatikan termasuk posisi kendaraan. Ada pula fitur yang lebih detil yakni pemantauan kondisi bahan bakar, putaran dan suhu mesin saat beroperasi  hingga snapshot foto secara real time melalui kamera pemantau. “Bahkan saat ini sudah tersedia fitur untuk live streaming. Tetapi untuk sebagian orang teknologi live streaming masih dirasa mahal karena ada alat tambahan berupa data video recorder (penyimpan gambar),” ujar Jayatriadi. (baca juga artikel: Mengatur Operasional Dengan Satu Komputer?)

Sementara itu, Soepiyono dari INDOGPS, penyedia jasa GPS lainnya, menyebutkan, teknologi GPS mulai diminati oleh kalangan operator bus beberapa tahun terakhir. Dia mengatajkan, pengguna GPS di Indonesia sebagian besar di kalangan transportasi adalah perusahaan transportasi barang atau ekspedisi. Untuk fitur GPS yang dilengkapi snapshot foto, kata dia, ada beberapa operator bus di Jawa Tengah sudah menggunakannya.

Menurut Soepiyono,
kamera yang terpasang pada bus tak ubahnya seperti kamera CCTV pada rumah atau perkantoran yang juga dilengkapi infrared. Alhasil kamera bisa menangkap obyek saat cahaya terang di siang hari maupun di kegelapan malam. “Fitur ini memungkinkan PO Bus melakukan kalkulasi operasional busnya. Berapa penumpang yang diangkut dalam satu trip bisa diketahui baik siang maupun malam, “ ujar Support Area INDOGPS Jateng ini.

Investasi pemasangan alat pemantau jarak jauh ini, diakui Didit relatif mahal. Setiap unit terpasang menghabiskan biaya Rp. 3,8 juta, di tahun 2010 lalu. Tetapi untuk biaya langganan provider telepon seluler sebagai penghubungnya relatif murah, cukup merogoh kocek Rp. 150 ribu.

Pria yang gemar bertopi ini menilai, dari sisi fungsi, investasi yang ditanamkan tak seberapa dibandingkan dengan apa yang dirasakannya. Pemantauan armada bisa dilakukan  dimana saja dan kapan pun dia mau, sejauh terhubung dengan internet. Dengan membuka aplikasi pemantauan dengan alamat tertentu, dia bisa melihat situasi di dalam bus secara real time.

Di luar itu semua, Didit menambahkan, teknologi ternyata bisa mengajak orang untuk berbuat jujur dalam pekerjaan. Hal yang kerap menjadi momok dalam operasional bus. Tak jarang PO Bus harus bangkrut dan berhenti beroperasi karena perilaku tak jujur sehingga mengakibatkan pembengkakan biaya operasional. (naskah: mai/foto : mai/istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013