Senin, 18 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
OPTIMISME CIPAGANTI GRUP BANGUN USAHA TRANSPORTASI
 
29 Juli 2012


(Jakarta – haltebus.com) Peluang bisnis jasa transportasi bus ternyata masih terbuka sangat lebar. Presdir Cipaganti Grup Andianto Setiabudi bahkan optimistis, khusus bisnis sewa bus pariwisata masih bisa berkembang hingga 2020. “Kami punya rencana jangka menengah, yakni pengembangan divisi bus wisata Cipaganti di tahun 2020 memiliki armada 3 ribu unit bus,” kata dia di sela-sela penyerahan unit ke-100 chassis Mercedes-Benz dari PT. Adedanmas di Pusat Perakitan Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Bogor Jumat (27/7/12).

Optimisme Andianto didukung oleh unit-unit usaha Cipaganti grup yang terintegrasi. Dalam pengembangan usahanya, kata dia, setiap unit usaha berkembang bersama sehingga bisa saling mendorong yang lain. Karena itu, lanjut dia, bisnis jasa sewa bus pariwisata yang dirintisnya sejak 2008 bisa berkembang hingga memiliki lebih dari 100 unit bus di tahun 2012 ini. Target jangka pendek, untuk tahun 2015 armada yang dimiliki mencapai 750 unit bus.

Menurut Andianto, angka 3 ribu unit di tahun 2020 sangat mungkin dicapai, dengan upaya yang dilakukan grup usahanya. Tahun ini, Cipaganti membangun hotel dan kawasan wisata. Dia mengatakan, konsep pengembangannya, transportasi, akomodasi dan kawasan wisata yang terintegrasi. Tahun ini, kata dia, sudah dibangun dua proyek hotel di Legian, Bali dan Cipaku, Bandung yang dibangun oleh divisi property. “Ketika ini sudah terbentuk divisi bus pariwisata  di bawah otojasa menjadi tulang punggung upaya terintegrasi ini,” ujarnya mantab.

Seperti diketahui, Cipaganti Grup memulai usahanya dengan jasa sewa mobil, yang lambat laun berkembang pada usaha travel Jakarta-Bandung, property, sewa alat berat, taksi dan pertambangan. Untuk usaha pariwisata mereka memiliki unit pejualan tiket pesawat dan agen perjalanan wisata selain bus wisata. Masih ada pula jasa pengiriman barang atau kargo. Sayap bisnis Andianto yang terkait dengan transportasi dinamai otojasa.

Jika ditilik, upaya ini cukup effektif, dengan jaringan outlet-outlet travel di Jakarta dan Bandung, sebagai contoh, mereka mendekatkan diri ke pelanggan. Dengan pola yang sama, mereka mengembangkan perwakilan di Semarang, Surabaya dan Denpasar. “Nantinya cabang-cabang Cipaganti akan berganti nama Cipaganti Holiday, yang akan menjual produk-produk kami dalam bentuk paket one stop shopping,” ujar Andianto.

Chief Operating Officer Cipaganti Grup Mulyadi mengakui, selama setahun terakhir, penetrasi pasar bus pariwisata Cipaganti di Jakarta dan Bandung cukup signifikan dengan bantuan outlet-outlet mereka. Sekedar gambaran, di Jakarta dan sekitarnya ada 21 outlet travel yang melayani rute Jakarta-Bandung. Ini menjadi modal untuk mereka memperkenalkan bus pariwisata. “Yang terpenting kami memperkenalkan Cipaganti bus pariwisata, dengan mengedepankan kualitas,” kata dia sedikit membuka resep keberhasilan pemasaran.

Hal ini dibenarkan oleh Manajer Area Jakarta Deni Rustandi. Dia mengaku terheran-heran dengan sambutan pengguna bus pariwisata di Jakarta dan sekitarnya. Dalam sebulan, slot untuk sewa bus Cipaganti nyaris tak ada ruang alias selalu penuh. Merek dagang Cipaganti menurut dia sudah cukup dikenal masyarakat. Walaupun masih melekat pada jasa layanan antar jemput dan travel, sedikit-demi sedikit pelanggan juga mengenal bus pariwisata. “Alhamdulillah target kami selalu tercapai, pelanggan senang menyewa Cipaganti,” kata pria yang mengaku mengelola sedikitnya 50 unit bus ini.

Mulyadi menambahkan, dengan modal jaringan bisnis yang sudah berjalan, Cipaganti berniat menggaet modal lebih besar melalui penawarkan saham untuk publik atau initial public offering (IPO). Rencananya, akhir tahun ini mereka akan menawarkan saham antara 35-40 persen tergantung situasi perekonomian di Indonesia. Pelepasan saham itu juga dilakukan dalam dua tahap. “Oktober 2012 kami lapor ke BAPEPAM, Desember sudah mulai proses listing, dengan perkiraan kami lepas 20 persen dulu senilai Rp. 500 miliar,” katanya mantab.

Berdasarkan rencana jangka menengah Cipaganti hingga 2020, dengan total nilai investasi mencapai Rp. 15 triliun, mereka juga melirik sektor lain seperti transportasi laut, transportasi udara, dan pertambangan. Namun, Andianto menyatakan, semua tergantung pada IPO tahap pertama. Jika sambutannya positif, kata dia, rencana usaha yang dipersiapkan tim-nya bisa direalisasikan.

Langkah Andianto ini jarang dilakukan oleh pengusaha jasa transportasi bus, mengingat resiko usaha yang tak bisa diprediksi. Namun pria kelahiran Banjarmasin itu yakin, untuk kebutuhan pariwisata peluang usaha di jasa sewa bus pariwisata masih terbuka lebar. Apalagi dengan rencana pembangunan tujuh kondotel dan tiga hotel di Jawa-Bali.

Sejak 2007, dalam catatan haltebus.com, pembelian chassis Mercedes-Benz dalam jumlah besar oleh operator bus bisa dihitung jari. Cipaganti Grup menjadi perusahaan ketiga yang total pembelian chassis bus Mercedes-Benz mencapai 100 unit. Ada Safari Grup Salatiga dan PO Nusantara  Kudus yang pernah mencatat rekor pembelian ini. Terakhir, Lorena Grup mengikat komitmen dengan PT. Dipo Star Motor untuk pembelian 500 unit chassis Mercedes-Benz selama lima tahun. “Kami berterima kasih pada PT. Adendamas yang percaya bahwa kami bisa membeli 100 unit chassis,” kata Andianto.(naskah : mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013