Jumat, 22 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KEBERSAMAAN PENGGEMAR BUS DI BULAN RAMADHAN
 
08 Agustus 2012


(Jakarta – haltebus.com) Kesibukan terlihat di sebuah rumah di salah satu sudut kota Malang Sabtu (4/8). Tak kurang dari 1500 buah gelas plastik dijejer menjejali lantai rumah. Di ruang lain, lima orang tampak membelah blewah, buah khas Ramadhan. Cucuran keringat dan pegalnya tangan tak menyurutkan semangat mereka menyiapkan minuman untuk berbuka puasa itu. “Kami setiap tahun rutin menyiapkan takjil (hidangan untuk berbuka puasa), selain beribadah kami ingin menunjukkan kontribusi pada masyarakat luas,” ujar juru bicara Malang Bus Lover (MBL), Insan Lestario Basuki kepada haltebus.com Minggu (5/8/12).


Insan mengaku, dia dan teman-temannya menggelar acara pembagian takjil ini secara rutin di Malang. Meski komunitas ini adalah kumpulan dari orang-orang yang senang bus, mereka memilih tak membagikan takjil di terminal atau agen-agen bus. Mereka membagi takjil di Jalan Soekarno-Hatta, Malang. “Sengaja agar kami bisa dikenal juga secara oleh masyarakat,” katanya.

Untuk menyiapkan acara ini mereka tak sendirian. Ada beberapa PO bus yang terlibat, baik secara donasi maupun terlibat langsung. Tahun lalu PO Akas IV menyediakan satu unit bus untuk pembagian takjil dan sekaligus digunakan jalan-jalan setelah acara. Di tahun sebelumnya, PO Gunung Harta dan PO Zena ikut terlibat secara aktif dalam acara tahunan MBL itu. Menurut Insan perusahaan bus yang ada di Malang memang menjadi mitra mereka. Tanpa kerjasama yang baik dengan perusahaan bus, anggota MBL tak bisa menyalurkan hobi mereka yang menggemari bus.

Sementara di saat yang hampir bersamaan di Jakarta, acara serupa juga digelar penggemar bus yang tergabung dalam Forum Bismania. Di terminal Lebakbulus, Jakarta Selatan, anggota website www.bismania.com itu membagikan takjil. Menurut koordinator acara, Insyan Kelana, mereka menyiapkan 200 kotak takjil. “Kami ingin menjalin hubungan dan silahturahmi antara kami sebagai penggemar bus yg biasa kumpul di terminal Lebakbulus, dengan para petugas terminal, agen dan kru bus, juga dan warga terminal lain,” kata lelaki yang biasa menggunakan nama Prabu di forum.

Saat menjelang adzan maghrib tiba, mereka beraksi. Mereka yang terdiri dari 120 orang anggota Forum Bismania ini menyebar kotak-kotak berisi risoles, kue sus, dan air mineral berupa kue-kue dan makanan. Sasarannya, kru dan agen bus serta orang-orang yang mencari nafkah di terminal. Namanya penggemar bus, momen ini juga dimanfaatkan untuk memotret bus-bus yang ada di terminal Lebakbulus yang hendak bertolak ke berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sore itu.

Insyan menyebutkan, tak hanya pembagian takjil, mereka juga mengadakan buka puasa bersama anggota Forum Bismania di Masjid Al-Ikhlas di kompleks terminal Lebakbulus. Bersama-sama dengan petugas terminal AKAP Lebakbulus mereka makan bersama di pelataran masjid. “Semangatnya kebersamaan dan silaturrahim,” ujarnya lagi.

Lain di Jakarta dan Malang, penggemar bus dari Bismania Community area Yogyakarta menggelar dua acara dalam rentang waktu seminggu. Mereka membagi takjil Minggu (5/8/12) dan berbuka puasa bersama beberapa hari sebelumnya. Namun, ada hal unik yang mereka lakukan. Acaranya sederhana, berbuka puasa di dalam bus. Di mana letak uniknya? “Kami mengadakan buka bersama di dalam bus bersama PO Sargede dengan cara lesehan,” kata Ignatius Rendy Chandra Setiawan.

Menurut wakil koordinator Bismania Community area Yogyakarta ini, ide buka bersama di atas bus datang dari generasi ketiga pemilik PO Sargede, Jatmiko Suparmadi. Salah satu operator yang tergolong tua di Yogyakarta ini, kata Rendy, mengajak penggemar bus untuk membuat acara yang unik, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Alhasil mereka menikmati perjalanan keliling kota Yogyakarta hanya beralaskan tikar di dalam bus.

Penggemar bus yang sering berdiskusi di milis bismania@yahoogroups.com itu sebenarnya terbiasa menuliskan perjalananya menumpang bus. Tak hanya di milis, mereka kerap mengunggahnya di situs www.bismania.org. Tentunya cerita perjalanan yang kerap ditulis adalah perjalanan di dalam bus yang berkursi empuk, bukan di atas tikar.

Bus yang dipilih juga tak kalah unik. Bus Mercedes-Benz OH-1518 lansiran tahun 1995 dengan AC di bagasi dan di atap karya karoseri Trisakti. Bus yang sudah jarang ditemui. PO Sargede termasuk salah satu perusahaan bus yang rajin merawat armadanya. Di dalam bus, menu buka puasa yang disediakan untuk 40 anggota Bismania Community area Yogyakarta juga cukup sederhana. Teh manis hangat, nasi kucing, nasi bakar dan makanan ringan khas Yogya. ”Kebetulan ada tetangga yang jual nasi bakar dan teman-teman suka,” ujar Jatmiko Suparmadi.

Jatmiko mengaku senang mengajak penggemar bus dalam acara ini. Menurut dia, acara buka bersama itu menjadi ajang untuk mempererat tali kekeluargaan, antara penggemar bus dan pengusaha bus. ”Mereka memberi semangat (berupa) kritik, saran dan masukan pada kami,” kata dia.

Sementara itu di sisi yang sama, Direktur PO Gunung Harta I Gede Yoyok Santoso mengungkapkan, pihaknya tak keberatan mendukung kegiatan penggemar bus. Menurut dia, penggemar bus adalah mitra operator bus dalam menjalankan pelayanan angkutan umum pada masyarakat. Salah satunya, mendukung kegiatan Malang Bus Lover berbagi takjil. ”Saya berharap transportasi darat bisa kembali seperti dulu, menjadi pilihan orang bepergian. Penggemar bus bisa menjadi jembatan antara kami dengan masyarakat luas,” ujarnya.

Hubungan yang baik antara penggemar bus dan para pemangku kepentingan yang ada dalam jasa transportasi bus mulai terlihat lima tahun terakhir. Seiring dengan berkembangnya jumlah komunitas penggemar bus yang ada. Yoyok berharap sinergi kerjasama saling mendukung itu pada akhirnya bisa ikut memajukan dunia transportasi bus di Indonesia.(naskah : mai/foto: malang bus lover/bismania.com/bismaniacommunity-yogyakarta)


 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013