Selasa, 23 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PERSIAPAN ANGKUT PEMUDIK, CEK FISIK BUS DAN PENGEMUDI
 
13 Agustus 2012


(Jakarta – haltebus.com) Lapangan parkir di sisi Barat Jakarta International Expo Kemayoran dipenuhi tak kurang dari 310 unit bus sejak Sabtu (11/8/12) malam. Bus-bus itu sudah berjajar rapi sesuai jurusan saat pintu gerbang masuk lapangan parkir mulai dibuka pada 06.00 keesokan harinya. Ribuan orang yang sudah menyemut sejak lepas sahur, satu per satu memasuki bus sesuai dengan tujuan yang tertera di tiket yang dipegangnya.

Untuk ke-23 kalinya mudik gratis untuk penjual jamu, pedagang asongan dan berbagai kalangan yang dikoordinir PT Sidomuncul digelar. Menurut Direktur Utama PT. Sidomuncul Irwan Hidayat kali ini mudik bersama diikuti 22 ribu peserta. Mereka dilepas Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan pukul 10.00. “Kami berterima kasih karena Sidomuncul sudah melakukan ini dalam kurun 23 tahun, semoga program semacam ini bisa terus berlanjut,” katanya dalam sambutan sebelum pelepasan.

Di balik acara itu untuk mempersiapkan operasional bus melibatkan ratusan orang. Kesibukan di garasi PO. Hiba Utama, operator bus yang digunakan mengangkut pemudik PT Sidomuncul, sudah dimulai sejak Sabtu 20.00 malam. Mulai dari menginventarisir bus yang siap operasi, hingga kru-kru bus yang akan diberangkatkan. Seluruh petugas operasional dikerahkan ke Kemayoran, termasuk dua unit kendaraan storing, satu membawa mekanik dan peralatan, satu unit lainnya khusus membawa ban-ban cadangan dan kompresor angin pengisi ban.

Satu per satu bus diperiksa ulang kesiapannya di Kemayoran hingga fajar menyingsing. Beberapa pengemudi meminta staf mekanik memeriksa tekanan ban, ada pula yang meminta agar accu diperiksa. Bahkan, ada yang meminta mekanik untuk sekedar memperbaiki posisi spion bus. Padahal, pengecekan rutin sudah dilakukan sebelum bus-bus diberangkatkan. Direktur PO Hiba Utama Krisna Hidayat dan Wakilnya Glenn Widodo ikut mengawasi persiapan ini.

Saat jam menunjukkan pukul 07.30, giliran pengemudi yang diperiksa. Posko kesehatan yang didirikan Kemenkes dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta memeriksa tak kurang dari 200 pengemudi. Para pengemudi itu akan bertugas mengantar pemudik tujuan Kuningan, Cirebon, Tegal, Yogyakarta, Solo hingga Wonogiri.

Ada empat meja yang harus dilalui. Mulai meja pendaftaran, wawancara, pemeriksaan tekanan darah, alkohol, tes urine hingga tes darah. Uniknya, mereka harus menunjukkan SIM-B Umum yang dilampirkan dalam formulir selama tes. “Tes ini baru pertama kali kami lakukan untuk bus-bus pemudik dalam program mudik bersama, untuk di terminal-terminal kami sudah menggelar untuk keempat kalinya,” ujar Kasubdit Pengendalian Kecelakaan dan Tindak Kekerasan, Sumarsinah, SKM kepada haltebus.com.

Menurut Sumarsinah, langkah ini mereka lakukan untuk mengantispasi masalah kesehatan yang terkait kesiapan pengemudi menjalankan tugas. Menurut dia, pihaknya sengaja melakukan pemeriksaan terhadap kadar gula, tekanan darah dan pengaruh alkohol serta amphetamine. Ketiga faktor ini bisa mempengaruhi konsentrasi pengemudi saat mengoperasikan bus. “Kalau alkohol dan amphetamine kan jelas ya, kalau kadar gula banyak orang banyak mengabaikan. Padahal kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa membuat orang rasanya seperti mau pingsan,” katanya lagi.

Sumarsinah mengungkapkan, hasil pemeriksaan bisa diketahui secara cepat. Jika diketahui pengemudi dalam kondisi tidak siap, maka dia menyarankan agar yang bersangkutan diganti. Wanita berjilbab ini menjelaskan, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes menjadi motor penggerak Aksi Keselamatan di Jalan Raya sejak dicanangkan pemerintah tahun lalu.

Sementara itu, Wakil Direktur PO Hiba Utama Glenn Widodo yang mengawasi persiapan operasional bus-busnya menyambut baik adanya posko kesehatan. Dia mengatakan, pemeriksaan kesehatan pengemudi bisa meminimalisir kecelakaan di jalan. “Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara random sebelum pengemudi kami berangkatkan,”  katanya.

Dari hasil pemeriksaan posko kesehatan itu, Glenn menyebut ada seorang pengemudinya yang ditemukan berkadar gula tinggi. Atas pertimbangan keselamatan, kata dia, pengemudi itu diganti dengan pengemudi cadangan. Dalam pemberangkatan kali ini, ada tujuh bus cadangan yang disiapkan selain pengemudi dan bus yang siap diberangkatkan sewaktu-waktu.

Torikun, seorang pengemudi, mengungkapkan, sebelum bertugas mengantar pemudik, harus ada persiapan. Tak hanya persiapan fisik, tetapi juga mental. Dia mengaku menyiapkan obat-obat dan vitamin saat bertugas. “Yang harus disiapkan betul ya mental, karena seringkali kemacetan di jalan itu sangat melelahkan mental kita. Harus sabar,” ujar dia. yang sepuluh tahun terakhir mengantar pemudik gratis ini. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013