Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MUDIK BERSAMA : DITANGANI SENDIRI ATAU EVENT ORGANIZER?
 
01 September 2012


(Jakarta – haltebus.com) Dua orang perempuan Rabu (15/8) terlihat menunggui sebuah meja di balik pagar setinggi lebih dari satu meter. Di atas meja itu ditempel beberapa lembar kertas. Ada rute dan kode untuk tujuan bus yang berjajar rapi beberatus meter di belakang meja mereka. Ada pula kertas yang menunjukkan konfigurasi tempat duduk di dalam bus, persis seperti loket di terminal bus.


Salah seorang dari mereka menyambut ramah, saat seorang pria menghampiri meja mereka dari balik pagar, “Tujuannya mau ke mana pak? Berapa orang?.”

Mereka adalah bagian dari kepanitian yang dibentuk oleh PT. Petrojaya Boral khusus untuk menangani acara mudik bersama. Ada lebih dari 50 orang karyawan produsen gypsum itu yang terlibat. “Senang bisa ikutan kepanitiaan, senang aja bisa ikut membantu orang pulang ke kampung halamannya masing-masing,” kata Laras salah seorang perempuan penjaga meja loket.



Ketua Panitia Mudik Bersama PT. Petrojaya Boral, Ie Lie Ming mengaku sengaja membentuk kepanitiaan untuk acara mudik yang mereka gelar. Mereka berbagi tugas mempersiapkan perijinan, areal parkir, panggung, 30 unit bus hingga souvenir dan makanan untuk pemudik. kerumitan yang mewarnai persiapan hingga keberangkatan pemudik menjadi tantangan tersendiri. Persiapan dilakukan bersamaan tanpa melupakan tugasnya sehari-hari. “Persiapan kami lakukan dua bulan sebelum acara,” katanya.


Kerumitan tentu saja mengikuti skala pemudik yang diberangkatkan. Semakin banyak target pemudik yang diangkut, semakin rumit persiapannya. Karena itu, panitia mudik bersama harus memperhitungkan persiapan sebelum dan saat keberangkatan.

Keteraturan dalam pemberangkatan menjadi kunci keberhasilan acara mudik bersama. Keruwetan akibat mis-koordinasi pemberangkatan bisa berujung pada kekisruhan.

Seperti yang dialami Partai Amanat Nasional. Antusiasme peserta mudik bersama yang mereka gelar ternyata cukup tinggi. Tak sedikit bus yang berangkat dengan menyisakan beberapa bangku kosong untuk jurusan tertentu. Sementara di sisi lain masih ada penumpang yang mencari bus yang masih kosong dengan kota tujuan yang lain.

Perdebatan kru bus dengan panitia, karena perubahan rute yang disepakati sebelumnya, sempat mewarnai keberangkatan. Alhasil tak hanya panitia yang terlihat sibuk, setidaknya enam anggota Fraksi PAN DPR juga turun tangan mengatur keberangkatan. Untunglah masalah itu tak berujung pada kekisruhan. “Maklum ini semua kami tangani sendiri. Alhamdulillah semuanya bisa berjalan lancar,” kata anggota Fraksi PAN DPR, Teguh Juwarno.

Namun, tak sedikit perusahaan swasta yang menyelenggarakan acara mudik bersama menyewa jasa event organizer. Salah satu gerai supermarket besar di Jakarta, misalnya, menyewa jasa penyelenggara acara, Trucomm.

Cristine Hutagaol, penanggungawab Trucomm mengungkapkan, pihaknya menyiapkan segala kebutuhan untuk 5 ribu pemudik. Mulai persiapan mencari 100 unit bus hingga pemberangkatan pemudik dibutuhkan waktu dua bulan. Dia harus memastikan ketersediaan bus, melayani pendaftaran pelanggan supermarket yang ingin mudik, areal parkir dan perijinan dan lain-lain. “Ini kali ketiga kami menangani acara mudik bersama. Pada dasarnya persiapannya tak jauh berbeda dengan acara-acara lain yang kami tangani,” katanya.

Titin dan teman-temannya yang tergabung dalam Trucomm harus menjaga kepercayaan klien utama dan vendor yang terlibat dalam acara ini. Banyak pihak yang terlibat dalam kerjasama. Ada penyedia bus, perijinan lokasi, pemudik, dan klien utama. Masih ada pula koordinasi yang melibatkan penyediaan souvenir dan panggung hiburan. “Kami menangani mulai pengambilan daftar pemudik dari seluruh outlet klien kami yang ada di Jakarta dan sekitarnya, hingga mengantar pemudik ke tempat tujuan,” ujar dia

Contoh kecil pengaturan yang dilakukan Titin adalah saat keberangkatan. Dia membagi areal parkir bus. Ada areal parkir pemberangkatan bus tempat pemudik menaiki busnya masing-masing. Satu lagi, areal parkir tempat bus menunggu masuk ke areal pemberangkatan. Pembagian ini memudahkan pemudik memasuki bus sesuai kota tujuan masing-masing dengan bantuan seorang petugas. Ada 100 orang yang bertugas mengantar pemudik hingga kota tujuan.

Agar mempermudah semua pekerjaannya, Titin melibatkan sedikitnya 300 orang. Sebagian besar, lanjut dia, adalah tenaga lepas. Segala kerumitan itu tentunya menjadi mudah, dengan biaya yang sebanding tentunya. Soal yang satu ini Titin hanya mau sedikit membuka rahasia dapurnya, “Ya biayanya di atas Rp. 2 miliar lah.”

Biaya yang bisa dihemat, diakui Ie Lie Ming menjadi salah satu alasan PT. Petrojaya Boral menangani sendiri acara mudik bersama. Menurut dia, pemberangkatan 30 unit bus dengan sedikitnya 1500 orang pemudik menghabiskan dana Rp. 500 juta lebih. “Yang lebih penting sebetulnya kepuasan. Kami lebih senang menangani acara ini sendiri, dengan ditangani sendiri semua sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ujarnya diplomatis.

Ada seni pengaturan yang kompleks untuk perhelatan akbar setahun sekali ini. Sebagian orang memandang ada keuntungan di balik itu, sebagian lagi melihatnya sebagai kerja sosial. Namun yang pasti, hanya ada satu tujuan yang sama, yakni mengantarkan pemudik merayakan Idul Fitri bersama keluarganya di kampung halaman. “Banyak suka dukanya. Yang jelas kami senang jika melihat wajah ceria pemudik di dalam bus yang diberangkatkan,” kata Ming. (naskah : mai/foto : mai)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013