Selasa, 16 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ INDONESIA SERAHKAN SERTIFIKAT PEMBUATAN BUS 0H-1626 DAN OH-1830
 
22 September 2012


(Jakarta – haltebus.com)
Tiga karoseri pembuat bus mendapat sertifikat standarisasi bodi bus untuk Mercedes-Benz dari PT. Mercedes-Benz Indonesia, Kamis (20/9/12). Ketiganya berasal dari Malang, Jawa Timur, yakni Karoseri Morodadi Prima, Karoseri Adiputro dan Karoseri Tentrem. “Kami memberikan sertifikat ini sebagai bentuk penghargaan kepada pembuat bus yang mengikuti standar yang kami tetapkan untuk menjaga kualitas bus Mercedes-Benz,” ujar Commercial Vehicle Director PT. Mercedes-Benz Indonesia, Olaf Peterson di arena Indonesia International Motor Show 2012, di Kemayoran, Jakarta.


Karoseri Tentrem dan Karoseri Morodari Prima menerima sertifikat untuk pembuatan bodi bus OH-1626, sedangkan Karoseri Adiputro menerima sertifikat untuk pembuatan bodi bus OH-1626 dan OH-1830. Sertifikat ini diserahkan langsung oleh President &CEO PT. Mercedes-Benz Indonesia Claus Weidner dan terima masing-masing oleh David Lie dari Morodadi Prima, David Jethrokusumo dari Adiputro dan Yohan Wahyudi dari Tentrem.

Olaf menjelaskan, Mercedes-Benz memiliki standar yang ketat untuk produk-produk chassis bus yang mereka pasarkan di Indonesia agar kualitasnya sesuai dengan yang mereka janjikan. Ada standar khusus untuk pembuatan bodi bus yang dipersyaratkan oleh Mercedes-Benz di seluruh dunia. Dia mengatakan, persyaratan ini menyangkut standar keselamatan dan keamanan bus, standar material yang dijadikan bahan pembuat bus, dan standar pengerjaannya.

Menurut Olaf, sertifikat yang diberikan PT. MBI kali ini khusus untuk chassis terbaru yang dipasarkan di Indonesia yakni tipe OH-1626 dan OH-1830. Kedua tipe itu adalah  tipe chassis spaceframe pertama Mercedes-Benz yang dipasarkan di Indonesia yang dilengkapi suspensi udara built-in. Untuk setiap tipe chassis, kata dia, Mercedes-Benz mengeluarkan panduan standar pembuatan bodi bus. “Ada ketentuan teknis dari kami setebal 20 halaman yang harus diikuti oleh setiap pembuat bodi bus. Adanya sertifikat ini kami yakin baik untuk mereka sebagai sebuah pengakuan dari kami,” katanya.

Deputy Director After Sales PT. MBI, Radinal Mufti menambahkan, pihaknya tidak membatasi kreasi model bus yang dibuat oleh karoseri. Namun, aspek-aspek teknis seperti jenis material besi yang digunakan, ukuran, konstruksi rangka bus. Selain itu, sistem kelistrikan, hingga bentuk ruang mesin yang bisa mengganggu kinerja mesin juga diawasi. “Ada tim kami yang memberikan panduan dan mengawasi di lapangan agar karoseri bisa membuat bus sesuai standar Mercedes-Benz. Sertifikat ini pun bisa kami cabut jika ditemukan penyimpangan standar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Presdir Morodadi Prima David Lie mengatakan, dari sisi kualitas standar Mercedes-Benz di Eropa cukup tinggi. Meski PT. MBI telah mengeluarkan panduan standar pembuatan bodi bus, tak semuanya mengikuti standar Eropa, melainkan disesuaikan dengan kondisi Indonesia. “Dari sisi konstruksi, dari sisi material, berat bus misalnya kami berusaha mencapai yang terbaik untuk standar Mercedes-Benz ini,” katanya.

David yang juga mengantongi sertifikat untuk OH-1525, OH-1526, OH-1521 E-III dan OH-1518 E-III. Dia mengaku, sertifikasi ini cukup memberikan motivasi pihaknya agar bisa membuat bus yang terbaik.

Sementara itu Yohan Wahyudi dari Karoseri Tentrem dengan lugas mengakui sertifikat yang diberikan PT. MBI menjadi sebuah pengakuan atas kerja keras jajarannya. Dia bahkan menyebut standarisasi dari pabrikan menjadi target Karoseri Tentrem untuk bisa berkompetisi di pasar pembuatan bodi bus yang cukup ketat di Indonesia. “Kami tergolong pemain baru, karena itu kami ingin meyakinkan pelanggan kami bahwa kami bisa memberikan yang terbaik,” ujar dia.

Meski masih ada karoseri lain, yang tergolong besar di Indonesia, yang tak mendapat sertifikat, PT. MBI tetap membuka kerjasama supervisi pembuatan bodi bus. Di arena IIMS ke 20 ini misalnya, Olaf didampingi Asisten Manajer yang membawahi Divisi Body Builder, Sujito Suradi melihat dari dekat bus-bus yang ada di pameran. Mereka mendatangi lokasi pameran Karoseri Rahayu Santosa dan Karoseri Laksana. Bahkan Olaf tak keberatan berfoto bersama di bagasi OH-1626 yang dikenal lapang.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013