Rabu, 14 April 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
APTB, ERA BARU KENYAMANAN BUS KOTA JAKARTA?
 
05 Oktober 2012


(Jakarta – haltebus.com) Beberapa penumpang di halte Transjakarta sepanjang Kota-Harmoni ragu-ragu saat mengetahui bus yang datang ternyata sebuah bus biru. Wajar, sebab sehari-hari di Transjakarta
Koridor I jurusan Kota-Blok-M dilayani bus berwarna merah-kuning yang dikelola PT. Jakarta Ekspress Trans. Sejurus kemudian, petugas di dalam bus dengan setengah berteriak berkata, “Thamrin, Sudirman, Senayan, Bendungan Hillir, HI sampai Masjid Agung, gak sampai Blok-M.”

Kebingungan itu terjadi di hari pertama pengoperasian Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) Kamis (4/10/12). Empat unit bus milik PT. Bianglala Metropolitan (BMP) dioperasikan untuk rute Kota-Ciputat. Rencananya 15 unit bus melayani rute sepanjang 30 Km yang dulunya pernah dilayani oleh Patas AC-45, juga milik PT. BMP.

Jalur APTB Ciputat-Kota adalah jalur ketiga yang diresmikan oleh Pemprov DKI Jakarta, setelah Pulogadung-Bekasi dan Poris (Tangerang)-Kalideres. Bus yang dioperasikan kali ini juga penyempurnaan dari bus-bus APTB yang dioperasikan. PT. BMP memilih chassis Mercedes-Benz OH-1526. “Chassis Mercedes-Benz tipe ini kami pilih karena ada beberapa spesifikasi yang dimiliki yang sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta,” kata Dirut PT. BMP Tasmiyati Mujiono kepada haltebus.com di sela-sela peluncuran APTB di kawasan Kota, Jakarta Barat.

Menurut Tasmiyati, bus-bus APTB yang mereka operasikan seluruhnya dikerjakan sendiri. Selain menjadi operator bus kota, bus pariwisata dan bus antar jemput karyawan, PT. BMP juga memiliki Karoseri Srikandi yang bermarkas di Ciputat. Dia mengatakan, ada beberapa pertimbangan mengapa bus-bus itu dikerjakan di Srikandi. “Sekarang ini mau buat bus di karoseri lain harus antri, yang kedua kalau kita buat sendiri ada sedikit penghematan,” ujar wanita yang telah menggeluti bisnis transportasi lebih dari 20 tahun ini.

Dari sisi eksterior, bus buatan karoseri Srikandi tak kalah dari bus-bus buatan karoseri ternama. Dengan lampu depan dan belakang yang tengah menjadi tren saat ini, tampilan bus tak ubahnya bus-bus antar kota antar provinsi eksekutif atau bus pariwisata. Perbedaan menonjol hanya dari pintu penumpang yang lebar di sisi kiri dan kanan ala bus Transjakarta karena bus APTB juga masuk jalur dan berhenti halte Transjakarta.

Di kabin penumpang, desain bus seperti layaknya bus-bus Transjakarta. Seluruh dinding dibalut kain beludru berwarna biru dengan corak merah-kuning yang cerah. Bus didesain berkapasitas angkut 85 orang. Terdapat 35 kursi yang berhadap-hadapan di sisi kiri dan kanan. Di bagian tengah yang lapang, bisa memuat 50 orang berdiri.  Separuh bagian depan bus diperuntukkan  penumpang perempuan dengan 10 kursi.

Diantara kelegaan kabin penumpang, ada kabin sempit untuk pengemudi. Kabin pengemudi dikelilingi pembatas transparan berangka besi. Pintu transparan yang terbuat  dari mika hanya beberapa senti dari tuas persneling.

Ada fitur yang tidak terlihat oleh mata yang terpasang pada bus. Di bagian kabin penumpang ada fitur yang terbilang modern yang terpasang pada bus APTB. Di bagian kabin penumpang, di sisi kiri dan kanan bus terdapat sensor yang terhubung dengan pintu otomatis. Jika kaki penumpang melanggar sensor inframerah, maka pintu pneumatic tak bisa dibuka.

Masih ada pula satu fitur yang tersembunyi di sisi luar bus. Tepatnya di bawah pintu keluar masuk penumpang. Cukup satu kali pencet tombol di kabin pengemudi, dinding bawah membuka lalu keluarlah anak tangga yang dari balik dinding. Anak tangga ini membantu penumpang untuk naik dan turun. “Tangga darurat di bawah pintu sebelah kiri dipergunakan untuk naik-turun penumpang di terminal awal,” kata Wahid Sukamto Direktur PT. BMP.

Tangga darurat itu, kata Wahid, adalah spesifikasi khusus yang diminta oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Menurut dia, berdasarkan pengoperasian APTB sebelumnya tangga darurat sangat diperlukan untuk memudahkan penumpang keluar lebih dari seorang secara bersamaan.

Wahid mengatakan, pembuatan bus di karoseri sendiri juga memudahkan pengerjaan jika ada penyesuaian spesifikasi teknis dari Dishub. Selain perubahan bisa cepat dilakukan,  secara keseluruhan ada penghematan ongkos pengerjaan. Untuk satu unit bus, lanjut dia, PT. BMP menginvestasikan dana tak kurang adri Rp. 1,3 miliar.

Tasmiyati menambahkan, jika bus-bus APTB yang mereka operasikan di rute Ciputat-Kota mendapat respon masyarakat, pihaknya telah siap mengoperasikan empat rute lain. Ada rute Ciputat-Senen, Ciledug-Senen, Depok-Grogol via Warung Buncit dan Tengerang-Senen. Bahkan dia mengaku menyiapkan 120 unit bus OH-1526 untuk semua kebutuhan armada. “Untuk yang ini kami menyiapkan empat feeder dari Ciputat-Lebakbulus, sedangkan 15 unit bus APTB akan melayani Kota-Lebakbulus. Tentu untuk kenyamanan penumpang,” kata dia.

Menurut Tasmiyati, ada keunggulan tersendiri dengan penggunaan mesin berbahan bakar solar. Dia mengungkapkan, OH-1526 dengan kapasitas tangki bahan bakar 300 liter memungkinkan waktu operasional bisa maksimal. Jika menggunakan bahan bakar gas, ada waktu terbuang untuk pengisian bahan bakar mengingat sebagian besar lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBG) jauh dari jalur.

Di situs jejaring sosial penggemar bus, penggunaan chassis OH-1526 menjadi topik diskusi yang dinilai menarik. Sebab, bus-bus Mercedes-Benz OH-1526 kerap diidentikkan dengan bus AKAP atau bus pariwisata yang dilengkapi fasilitas mewah. “BMP AC-45 bus kota pertama di Jakarta yang pakai Mercy 1526 Ciputat-Kota,” tulis Eko Budi Prianto di halaman pribadinya.

Marketing Manager dealer Mercedes-Benz, PT. Adedanmas, Lamhot Rajagukguk mengakui, chassis OH-1526 ditujukan untuk bus luks yang biasa digunakan untuk bus AKAP Eksekutif dan bus pariwisata. Namun, kata dia, bukan berarti tak bisa diaplikasikan untuk kebutuhan angkutan dalam kota. Dari sisi teknis, kemampuan mesin dan daya jelajahnya cocok untuk medan di Jakarta. “Kalau APTB ini boleh dibilang tak sama dengan bus-bus kota reguler yang banyak kita temui, unsur kenyamanan pasti menjadi prioritas untuk melayani penumpang Transjakarta,” kata dia diplomatis.

Beroperasinya APTB ketiga ini membuka harapan baru warga Jakarta akan kebutuhan transportasi massal yang nyaman. Kadishub DKI Jakarta, Udar Pristono berharap, pengoperasian angkutan perbatasan yang terintegrasi dengan Transjakarta bisa meningkatkan mobilitas antara Jakarta dan kota penyangga sekitarnya.  Dia mengungkapkan nantinya akan ada 18 jalur APTB yang menghubungkan berbagai daerah di Jabodetabek ke Jakarta. Sudah pasti, jika semua jalur terealisir maka naik transportasi massal semakin mudah, tentu saja dengan catatan : tak mengabaikan  kenyamanan.(naskah: mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013