Sabtu, 25 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DISCOVERY, PELAPIS KEDUA YANG TAK KALAH ELEGAN
 
11 Oktober 2012


(Jakarta – haltebus.com) Selalu ada yang baru dari Karoseri Laksana setiap tahunnya. Setelah meluncurkan Legacy Sky SR-1 tahun 2011, tahun ini karoseri yang bermarkas di Ungaran, Jawa Tengah itu memperkenalkan model Discovery di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 di Jakarta dua pekan lalu. Bus bercat coklat yang tampil dengan desain nyaris baru dari desain yang dihasilkan Karoseri Laksana sebelumnya. “Temanya masih tetap sama, futuristis dan elegan,” kata Kepala Desainer Karoseri Laksana, Kusririn kepada haltebus.com Senin (8/10/12).


Menurut Kusririn Discovery adalah produk pendamping dari produk bus Premium Karoseri Laksana, Legacy Sky SR-1. Dia mengungkapkan, ada keinginan dari manajemen Karoseri Laksana untuk menjaga kualitas produk-produknya. Karena itu, kata dia, ada pemikiran untuk menyederhanakan jumlah model bus besar yang diproduksi oleh mereka.

Seperti diketahui, sebelum Discovery diluncurkan, produk selain Legacy Sky SR-1 ada beberapa model yang diproduksi seperti New Proteus, Nucleus-3 dan Legacy. “Dengan penyederhanaan jumlah produk, diharapkan standar produk yang kami hasilkan bisa lebih baik lagi,” kata dia.

Sebagai produk pendamping, Discovery tak kalah elegan, bahkan nyaris sejajar dengan Legacy Sky SR-1. Dalam platform produk Laksana, ada tiga kategori yakni Touring Coach, Intercity dan Citybus. Discovery sendiri masuk dalam kategori Intercity. Pria yang akrab disapa Ririe ini menjelaskan, pihaknya memang sengaja mengeluarkan produk dengan kualitas yang terjaga. Tak salah jika kemudian, belum dua minggu IIMS digelar lebih dari 20 unit chassis sudah siap mengenakan ‘baju’ Discovery.

Garis ‘penghubung’ Discovery dengan produk sebelumnya ada pada kaca belakang. Profil bagian belakang bus, terutama di seputar kaca. Masih terlihat guratan Nucleus-3, Proteus, bahkan juga lekuk di bawah kaca mengingatkan kita pada bus sedang model Sonic. Lampu belakang yang besar mirip dengan lampu model dari karoseri lain. Jika tak memperhatikan detil di seputar lampu belakang kita bisa terkecoh. Masih ingat New Proteus ala sebuah PO bus di Jawa Barat? Pesanan khusus PO itu membuat dua model dari dua karoseri nyaris sama satu sama lain karena faktor lampu depan dan lampu belakang yang sama.

Tampilan depan dan samping jelas sama sekali baru. Di bagian ‘wajah’, lampu depan mengikuti tren bus-bus modern di yang minimalis. Lampu dengan tiga titik penerang dibalut pelindung lampu transparan. Barisan lampu LED juga menghiasi lampu depan mempertajam ‘mata’ pada ‘wajah’ produk yang dirancang khusus untuk diperkenalkan pada IIMS 2012.

Di sisi samping, garis menurun dari arah belakang bus di kaca pertama di belakang pintu depan, mengingatkan kita di era 20 tahun lalu. Masa dimana bus-bus saat itu menggunakan berbagai varian kaca menurun di sisi samping di belakang pintu depan. Namun, kali ini tim desainer Laksana menampilkannya secara elegan. “Jika diaplikasikan untuk kebutuhan bus-bus wisata, Discovery tetap memiliki daya tarik tersendiri,” kata Ririe saat menjelaskan detil rancangan.

Sebagai bus lapis kedua, kata Ririe, Discovery bisa diaplikasikan untuk chassis bus bermesin belakang dan bermesin depan. Berbeda dengan Legacy Sky SR-1 yang dikhususkan untuk chassis bus bermesin belakang dan berlantai tinggi. Di sisi interior, tak ada yang menonjol dari bus coklat yang dipamerkan di Kemayoran ini. Bisa dibilang tampilan interior biasa saja. Hanya deretan kursi yang terlihat menarik yakni menggunakan kursi Fainsa buatan pabrikan asal Spanyol dengan desain menarik. Kursi sederhana berwarna krem dilengkapi sandaran kursi minimalis yang unik. “Ada beberapa opsi yang bisa dipilih pelanggan, bisa memilih konfigurasi kursi 2-2 atau 2-3 juga pilihan kursinya,” ujar dia.

Selama pameran, menurut General Manager Marketing Karoseri Laksana area II Roedianto Tri Noegroho, Discovery banyak menarik perhatian pengunjung. Sayangnya, kata dia, saat ini Karoseri Laksana sudah tidak menerima pemesanan hingga akhir tahun. Dominasi terbesar pembuatan bus yang diminati pelanggan masih pada Legacy Sky SR-1. “Masih harus di-follow up lagi peminat Discovery untuk pemesanan tahun 2013,” katanya.

Menurut Rudi, adanya pelanggan yang memesan lebih dari 20 unit Discovery menunjukkan minat beberapa pengusaha bus untuk model terbaru ini. Dia yakin, dari kapasitas produksi 900 unit bus per tahun, Discovery bisa ‘mengimbangi’ produk unggulan Karoseri Laksana yakni Legacy Sky SR-1.



Perkiraan Rudi cukup beralasan. Candra dari PO Zentrum sangat tertarik dengan model ini. Dia mengaku dalam proses pemesanan beberapa unit bus untuk memperkuat armadanya.  Operator bus Antar Kota Antar Provinsi dan Pariwisata yang berbasis di Purwodadi itu tengah melirik produk-produk Karoseri Laksana.  Paruh kedua 2012, beberapa unit Legacy SR-1 untuk PO Zentrum sudah beroperasi. Lampu depannya menarik, kualitas penggarapan Laksana cukup baik, kata dia singkat saat dimintai penilaiannya atas Discovery.

Seorang pemilik bus di Surabaya menilai sebagai produk baru, desain eksetrior yang ditawarkan Discovery cukup memikat. Sayangnya, kata dia, pemilihan warna pada bus yang dipamerkan menyebabkan karakternya tidak terlihat. “Desain body samping bagus, untuk lampu depan saya lebih suka model yang lagi tren saat ini,” kata dia.


Dia menilai bus yang dirancang selama hampir satu tahun itu terlihat biasa secara keseluruhan. Tetapi, dia mengatakan, justru itulah letak kekuatannya. Dia mengaku senang dengan bus yang terlihat biasa dan layak menjadi pilihan. Menurut dia, kebanyakan pengguna bus hanya mengerti, bus model baru berarti bus baru. Kehadiran Discovery bisa menjadi alternatif pengusaha bus dalam menghadirkan bus model baru di jajaran armadanya diantara sekian banyak model yang dikeluarkan beragam karoseri di Indonesia. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013