Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ BERSIAP HADAPI PERSAINGAN DI TAHUN 2013
 
25 November 2012


(Surabaya – haltebus.com)
Seratusan orang lebih terlihat asyik menyimak penjelasan dua Deputy Director PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) di sebuah hotel di Surabaya, Kamis (22/11/12). Deputy Director After-Sales Technic and Services, Radinal Mufti dan Deputy Director After-Sales Central Trainning, Eko Setyodiwarno menjelaskan program pelatihan dan layanan purna jual pada peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tak hanya pemilik bus yang hadir, penanggungjawab operasional hingga mekanik juga ikut serta dalam acara yang digelar sehari ini.

PT. MBDI tengah serius membenahi line-up penjualan bus mereka setahun terakhir. Dalam setahun ini mereka menggelar dua kali
Fleet Owner Gathering (pertemuan pemilik armada bus). “Perkembangan penjualan bus beberapa tahun terakhir di Indonesia cukup baik, kami ingin mempertahankan posisi sebagai penjual produk bus terlaris,” kata Sales & Marketing Director PT. MBDI Olaf Petersen kepada haltebus.com di sela-sela acara.

Lalu apa hubungannya penjualan dan layanan purna jual dengan pelatihan? Menurut
Bus Sales Manager PT. MBDI yang ikut menjadi pemrakasa acara ini, pihaknya ingin memperkenalkan lebih jauh produk-produk bus terakhir Mercedes-Benz. “Ada anggapan di kalangan pengusaha transportasi teknologi yang kami tawarkan cukup rumit karena terkait engine management system pada produk-produk terbaru kami,” katanya.

Kekhawatiran tentang masalah elektrifikasi dan komputerisasi mesin-mesin Mercedes-Benz ini juga ditangkap
haltebus.com di sela-sela acara. Tak sedikit peserta yang khawatir akan kerumitan yang mereka hadapi ketika bus mengalami masalah. Wajar saja, para pemilik bus dan mekaniknya telah ‘nyaman’ menggunakan mesin-mesin konvensional selama lebih dari 20 tahun. “Kami harus ke dealer kan untuk mengecek komputer itu, sementara posisi dealer jauh dari kota kami,” kata salah seorang peserta.

Diyanto mengakui jika dibandingkan dengan mesin-mesin yang pernah mereka pasarkan di era sebelum OH-1525 hadir, pemilik armada bus perlu memperhatikan masalah elektrifikasi mesin. Kebiasaan lama pengemudi, kata dia, cukup berpengaruh pada peralihan teknologi lama ke teknologi baru. Jika sebelumnya pengemudi bisa bebas memacu bus, sementara di era eletrifikasi pengemudi harus mengikuti kemampuan mesin yang kinerjanya diatur secara elektris dengan sistem komputer, tak ubahnya
Electronic Control Unit (ECU) pada sedan.

Karena itu, saat penjelasan tentang pengenalan produk, PT. MBDI sengaja menerangkan sejarah hadirnya mesin-mesin bus yang mengikuti berbagai tipe chassis yang pernah dipasarkan di Indonesia. Sebelum tahun 2004 Mercedes-Benz memasarkan chassis 508 yang menyandang mesin OM314 bertenaga 60HP, OF-813 bermesin OM352/90HP, OF-1113 bermesin OM352/110HP dan 130HP, OH-1518 dan OH-1521 bermesin dengan kode OM366 berbagai varian. Perubahan kode nomor mesin menjadi penanda perkembangan teknologi mesin yang diusung pabrikan asal Jerman ini. Saat dipasarkannya chassis OH-1525 bermesin OM906LA Euro II elektrifikasi mesin dimulai. Bahkan. produk yang siap diluncurkan ke pasar dalam waktu dekat O 500 R-1836  bermesin OM457LA/360HP sudah menggunakan sistem komputer dan fitur yang ada pada sedan.

Menurut Diyanto, pihaknya menyiapkan paket khusus pengenalan produk untuk setiap pembelian. Ada paket pelatihan gratis dalam pembelian
chassis dalam jumlah tertentu sebagai bentuk kompensasi. Ada sedikitnya ada 200 item modul pelatihan yang disediakan PT. MBDI untuk pemilik armada bus dan juga mekaniknya.

Keseriusan PT. MBDI ini juga terlihat dengan didatangkannya
chassis OH-1526 dan OH-1626 di lobby hotel tempat acara berlangsung. Olaf Petersen pun tanpa sungkan terjun langsung memberikan penjelasan pada pelanggan mereka untuk wilayah Jawa Timur. Menurut dia, teknologi yang dihadirkan sejak produk OH-1525 hingga produk terakhir yang beredar saat ini OH-1526 dan O 500 R-1830 sudah mengadopsi engine management system (sistem pengaturan mesin). “Semuanya serba mudah, hanya dengan menganalisa lewat komputer seperti sedan, masalah pada mesin bisa dideteksi,” kata Olaf.

Di penghujung akhir tahun ini, PT. MBDI mulai mengambil ‘kuda-kuda’ menghadapi tantangan di tahun 2013. Kompetisi di transportasi bus diprediksi berbagai kalangan pelaku usaha ini cukup ‘seru’ terlepas apapun tipe dan kelas chassis yang dihadirkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh
haltebus.com, beberapa Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) chassis bus siap meramaikan pasar bus di Indonesia. ATPM Merk MAN misalnya, tengah bersiap diri menjual produknya di Indonesia, sementara Scania juga bersiap-siap memasarkan chassis terbaru mereka. Masih ada pula pabrikan China seperti Golden Dragon yang mengusung mesin 330HP, dan satu lagi Ankai yang ditargetkan mulai ‘mengaspal’ pada Januari mendatang. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013