Senin, 18 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SETRA : ANTARA HOBI DAN PERHITUNGAN USAHA
 
20 Desember 2012


(Yogyakarta – haltebus.com) Bentuknya kotak, wajahnya hitam legam, namun sorot ‘matanya’ terlihat tegas, meski umurnya telah merangkak mendekati angka 20 tahun. Dalam hitungan umur bus, 20 tahun sudah masuk kategori tua. Siapapun yang senang mengamati bus dan paham tentang berbagai model bus yang pernah beredar di jalan-jalan di Indonesia, pasti senang mengamati bus uzur ini.

Adalah Jatmiko Suparmadi yang mengaku kesengsem dengan bus model SETRA 0405 lansiran Karoseri Rahayu Santosa tahun 1996-an itu. “Bus ini saya beli dari sebuah PO di Yogya bodi-nya saja, chassis saya pasangkan chassis Mercedes-Benz OH-1113 tahun 1989, se-tipe dengan yang dipasangkan di bus ini sebelumnya,” kata dia saat ditemui haltebus.com di garasi Sargede Transport, Yogyakarta, Senin, (10/12/12) lalu.

Jatmiko menjelaskan, bus model SETRA yang sudah tergolong barang langka itu didapatkannya dalam keadaan utuh. Semua asesoris yang terpasang di bodi bus seperti lampu, bagasi kabin, hingga perangkat pintu pneumatik masih asli seperti saat bus dibangun oleh Karoseri Rahayu Santosa.

Lampu depan masih orisinil, dan yang menarik lampu ini adalah edisi lampu asli Kässbohrer-Setra pabrikan pembuat bus asal Jerman. Jatmiko sengaja melaburi cat hitam di bagian depan bus, agar tampilan busnya berkarakter. Lampu depan yang antik dengan warna kuning mejadi terlihat menonjol

Masih di bagian luar bus, lampu persegi enam bak kue lapis juga masih tertata apik menghiasi bagian belakang bus. Lampu depan dan lampu belakang SETRA 0405 ini sempat menjadi tren model bus di tahun 1990-an.

Ciri khas lain yang melekat adalah lampu di bagian atas di sisi kiri-kanan, sedikit di bawah sudut bus. Tiga lampu bersusun yang fungsinya serupa dengan lampu belakang yang ada di bagian bawah bus. Paling atas adalah lampu sign, lalu lampu rem, dan paling bawah lampu malam. “Tidak ada yang saya ubah, semua ini masih seperti aslinya, hanya cat saja yang saya ubah,” ujarnya sore itu.


Menurut Jatmiko, dia sengaja mempertahankan keaslian bodi bus SETRA itu. Selain karena memang menggemari dan bus adalah bagian dari hobinya, ada perhitungan tersendiri dari sisi bisnis untuk membeli bus yang tak lagi baru. Dia mengungkapkan, dalam pandangannya usaha transportasi saat ini dengan bus lawas sekalipun dia mengaku masih memperoleh keuntungan yang lumayan. Sambil membangun usahanya kembali yang sempat runtuh seiring gempa tahun 2006, kata dia, memiliki bus-bus lawas bisa mendatangkan kesenangan dan keuntungan tersendiri. Tak jarang, bus ini kerap menjadi obyek bidikan kamera orang-orang yang gemar mengamati bus.

Di bagian dalam bus, terlihat interior yang terawat rapi. Saat dibeli dari tangan pertama, bus ini memang jarang dioperasikan. Pelapis interior berwana abu-abu pun tak terlihat kusam. Hanya jajaran kursi penumpang yang berubah dari aslinya. “Saya ndak tahu persis dari tangan pertama konfigurasi kursinya seperti apa, karena saat  saya beli dari tangan kedua bodi bus sudah tak dilengkapi kursi,” katanya lagi.



Kesan bus SETRA 0405 sebagai bus berkelas di era-nya pun sangat terasa. Pakem pemandangan yang lapang dari kabin penumpang ke arah luar tertanam jelas. Dari dalam kabin, deretan kaca samping yang lebar, membuat kesan leluasa di dalam bus.

Di bagian depan, dashboard terlihat sederhana, namun masih ada hal unik yang tersisa, yakni pembatas penumpang yang menyatu dengan kursi untuk kernet di sisi kiri depan bus. Kursi bersandaran tangan, khas bus-bus Eropa, dan jika dilipat sandaran tangan tersimpan rapi dalam pembatas. Di sudut yang sama, juga terpasang pintu pneumatik dengan penggerak pintu buatan pabrikan asal Jerman, Bode, yang masih berfungsi dengan baik.

Direktur Produksi Karoseri Rahayu Santosa, Suyono sempat terkejut saat haltebus.com menunjukkan beberapa foto bus milik PO Sargede ini. Dia yakin, asesoris dan bentuk bus dilihat dari luar masih seperti aslinya. Kami hanya membuat beberapa unit bus dengan lampu  asli Kässbohrer-Setra, boleh dibilang edisi terbatas, katanya.

Menurut Suyono, bus model Setra laris di pasaran saat itu. Setelah membuat edisi terbatas yang menggunakan lampu asli Kässbohrer-Setra untuk lampu depan dan lampu belakang, kata dia, edisi berikutnya adalah lampu modifikasi hasil kreasi tim produksi Karoseri RS. Dia mengungkapkan setiap edisi memiliki ciri khasnya tersendiri yang mudah dikenali.

Karena itu Suyono masih ingat betul bagaimana timnya menempatkan penggerak pintu pneumatik, dashboard dan beberapa bagian bus seperti yang masih terjaga pada bus milik Sujatmiko. Dia mengaku kagum masih ada pengusaha bus yang mempertahankan keaslian luar dan dalam. Umumnya pengusaha, orientasi pada bisnis seringkali mengikuti tren model bus terbaru yang tengah berkembang. Namun, tidak untuk generasi ketiga penerus PO Sargede, hobinya yang begitu kuat terlihat dari bagaimana dia mempertahankan bus model SETRA 0405 seperti aslinya. (naskah: mai/foto : mai)

 

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013