Rabu, 19 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DAMRI NAIK KELAS, LUNCURKAN BUS SUPER EKSEKUTIF
 
20 Desember 2012


(Bogor – haltebus.com) Perum Djawatan Angkutan Motor Indonesia (DAMRI) meluncurkan layanan baru kelas Super Eksekutif. Direktur Utama Perum DAMRI Agus S. Subrata melepas keberangkatan perdana Angkutan Pemadu Moda Bogor – Bandara Soekarno-Hatta, di Bogor, Kamis (20/12/12). “Ini rencana kami beberapa tahun lalu, baru bisa kami realisasikan sekarang. Tentunya juga atas masukan pelanggan kami,” kata Agus usai melepas keberangkatan.

Perum DAMRI memanfaatkan momen liburan akhir tahun sebagai waktu pengoperasian perdana bus kelas Super Eksekutif berkapasitas 21 penumpang ini. Tak seperti bus-bus sebelumnya yang berkapasitas 40 penumpang, bus yang baru diluncurkan tak kalah dengan bus Super Eksekutif yang banyak kita temukan di bus-bus jarak jauh. Kursi yang lebar, jarang antar kursi yang lapang yang dilengkapi sandaran kaki siap memanjakan penumpang.

Perum DAMRI menyediakan tujuh unit bus Super Eksekutif yang diberi nama DAMRI Royal Class untuk rute Bogor – Bandara Soekarno-Hatta. Jam operasional bus bertarif Rp. 70 ribu sekali jalan itu mulai pukul 04.00 hingga 17.00 yang berangkat setiap satu jam sekali dari Bogor.
Warna bus dan model karoseri bus juga berbeda. Untuk bus kelas eksekutif ber-toilet dengan tarif Rp. 40 ribu menggunakan Legacy SR-1 dari Karoseri Laksana berkelir dasar abu-abu metalik. Sedangkan Royal Class berwarna dasar biru menggunakan Royal Coach-SE JETBUS Karoseri Adiputro.

Layanan baru ini cukup menjanjikan kenyamanan untuk penumpang. Seperti diketahui, jarak tempuh Bandara Soekarno-Hatta – Bogor lebih dari 60 Km, dengan waktu tempuh dengan kondisi lalu-lintas lancar antara satu jam sampai 1,5 jam. Namun, di jam-jam tertentu waktu tempuh bisa mencapai dua – tiga jam sekali jalan.

Dengan bus yang dilengkapi suspensi udara dan kursi penumpang yang lapang, siapapun bisa memanfaatkan lamanya waktu perjalanan untuk beristirahat. Jika tak bisa memejamkan mata, masih ada pula fasilitas hiburan audio-visual, karaoke dan juga sambungan internet nirkabel atau WiFi yang siap menemani perjalanan. Di dalam bus juga disediakan fasilitas minuman panas dan dingin. Untuk keperluan buang air kecil, juga tersedia toilet. Kru bus yang bertugas tak kalah dengan fasilitas yang disediakan. Pengemudi menggunakan jas berwarna gelap, lengkap dengan dasinya, sementara kondektur mengenakan batik siap melayani selama perjalanan.

Agus menjelaskan, pihaknya sengaja memilih rute Bogor – Bandara Soekarno-Hatta sebagai tahap awal pengoperasian pelayanan baru ini. Rencananya, ada penambahan bus-bus kelas Super Eksekutif untuk jurusan yang memiliki jarak tempuh di atas 20 Km dari Jakarta. “Hari ini menjadi hari bersejarah bagi DAMRI karena kami mengoperasikan pelayanan baru yang lebih baik,” ujar dia bersemangat.

Menurut Agus, saat ini Perum DAMRI telah melayani angkutan pemadu moda yang menghubungkan Bandara dengan pusat kota di 13 Bandara di Indonesia. Tahun depan, lanjut dia, ada 13 Bandara lagi yang siap mereka layani.

Di keberangkatan pertamanya, bus DAMRI Royal Class ini terisi penuh. Penumpang yang berangkat dalam halaman parkir sebuah pusat perbelanjaan di Bogor itu terlihat antusias. Mereka terlihat asyik mengamati fasilitas yang tersedia. Mulai kursi hingga jaringan internet nirkabel.
   
Saat jajaran Direksi Perum DAMRI yang terdiri dari Dirut Agus S. Subrata, Direktur Usaha Sarmadi dan Direktur Teknik Bagus Wisanggeni menyapa penumpang, tak sedikit yang mengarahkan kamera telepon genggamnya ke arah mereka. Bahkan ada seorang ibu menyempatkan berfoto bersama dan mengabadikannya dengan kamera saku. Agus dan jajaran Direksi menyalami satu-per satu penumpang. “Jangan sungkan-sungkan beri masukan untuk kami ya pak, bu,” ujar Bagus setiap kali bersalaman dengan penumpang.

Salah satu penumpang, Uniyati, mengaku senang dengan layanan baru ini. Tiket Rp. 70 ribu rela ditebusnya demi menikmati perjalanan perdana bus berkelir biru itu. Wanita paruh baya yang mengaku pelanggan setia DAMRI ini ingin bepergian ke Palembang. Saya sering naik DAMRI ke Lampung. Saya masih ingat pertama kali naik tiketnya Cuma Rp. 9.000. Ke Bandara juga lebih senang naik DAMRI. Mudah-mudahan dipertahankan pelayanannya,” kata dia dengan wajah cerah.

Di tahun 2013 Perum DAMRI memproyeksikan pendapatan Rp. 1 triliun. Menurut Agus, pihaknya siap meremajakan dan menambah armada hingga seribu unit. Tahun 2012, ada penambahan dan peremajaan sedikitnya 200 unit armada. Dia optimistis, target yang ditetapkan bisa tercapai. Citra DAMRI yang identik dengan bus-bus ekonomi dan patas AC, kata dia, perlahan dan pasti berubah menuju pelayanan terbaik untuk transportasi bus. Layanan untuk bus pariwisata juga akan ditingkatkan di tahun depan. “DAMRI siap bersaing untuk menghadirkan pelayanannya yang terbaik. Harus bisa,” katanya mantab. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013