Sabtu, 25 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
FOKUS PADA STANDAR, TAK MENINGGALKAN KELUWESAN
 
09 Januari 2013


(Malang – haltebus.com) Tak banyak industri karoseri bus yang bertahan, terutama saat krisis ekonomi, keuangan dan politik melanda Indonesia antara tahun 1996 – 1999. Ketidakpastian usaha saat itu, ditambah suku bunga yang melambung dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang terus merosot menjadi pukulan telak dunia usaha. Karoseri Morodadi yang kini dikenal dengan Morodadi Prima termasuk salah satu yang bisa bertahan.

Wakil Direktur PT. Morodadi Prima, David Lie membuka sedikit kiat mereka bisa bertahan menghadapi terpaan, saat haltebus.com berkunjung ke Singosari, Malang Sabtu (24/11/12). Sederhana saja, fokus dan konsisten pada kualitas produk yang dihasilkan. “Sejak dulu untuk bus, baik bus besar maupun bus sedang kami hanya memproduksi 20-30 unit perbulan,” katanya.

Jalur produksi yang tertata sederhana dan effektif di Karoseri Morodadi Prima memperlihatkan bagaimana manajemen produksi sangat memperhatikan effesiensi. Di lahan seluas lima hektar untuk bus besar dan bus sedang diproduksi. Cukup berjalan kaki kita bisa memutari jalur produksi berbentuk tapal kuda tak lebih dari 10 menit. Namun bukan berarti di lahan yang terlihat ringkas itu bus diproduksi serampangan.

 

Bus-bus produk Morodadi Prima cukup dikenal di kalangan pengusaha jasa transportasi bus. Di tahun 1990-an bus-bus buatan karoseri tertua di Malang ini menjelajah mulai Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara hingga Sulawesi. Bahkan hingga kini, PO ANS yang berbasis di Sumatera Barat menjadi pelanggan setia.

Bagaimana Morodadi Prima menjaga kualitas produknya? David menyebut ada standar yang ketat yang mereka terapkan dalam proses produksi. Di tahun 1980-an mereka melengkapi jalur produksinya dengan mesin-mesin yang bisa menghasilkan komponen pendukung. Dengan menggunakan mesin, mereka bisa mempercepat pembuatan beberapa bagian bus, seperti pemotongan plat untuk bumper, ‘rumah’ untuk handle pintu dan lain-lain.

Dalam setiap bagian, ada supervisor yang khusus mengawasi kualitas pekerjaan. Di setiap bagian itu pula ada papan yang ditempel tata cara, prosedur dan gambar teknis atas standar yang harus dipenuhi. haltebus.com sempat diperlihatkan oleh David standar pengelasan rangka sebelum ditutup plat bodi bus. “Di bagian ini, pekerjaan pengelasan harus sesuai standar untuk mengelas rangka sepeda. Hasil las harus terlihat halus,” kata dia

Tak hanya menata prosedur produksi, beberapa sertifikat ‘dikejar’ untuk menguji proses produksi yang mereka terapkan. PT. Mercedes-Benz Indonesia misalnya, menyerahkan dua sertifikat untuk pembuatan bodi bus untuk PT. Morodadi Prima. Tahun 2010 mereka menyerahkan sertifikat pembuatan bodi bus untuk chassis OH-1526 dan tahun 2012 untuk chassis OH-1626.

Di sisi manajemen, ada pula sertifikat ISO 9001-2008 dari British Standard Institute (BSI) yang diperoleh pada September 2012 . Lembaga BSI ini adalah salah satu badan sertifikasi yang menciptakan standard ISO yang menjadi acuan industri dunia. “Kami ingin fokus pada kualitas, dan kami buktikan dengan standar yang terukur,” ujar David lagi.

Pencapaian manajemen karoseri itu tak terlepas dari cita-cita Lie Bambang Gunawan, pendiri Morodadi Prima yang memegang teguh kualitas. Morodadi berasal dari ungkapan jawa Moro = datang, Dadi = jadi (rupa). Datang karena kepercayaan dan jadi (rupa) dengan kualitas yang mengandung arti pelanggan yang datang percaya dengan kualitas Morodadi Prima dan pulang membawa produk yang berkualitas.

Seiring dengan perkembangan dunia jasa transportasi bus, Morodadi Prima memadukan standar itu dengan desain model bus mereka menarik. Bus mereka dikenal kokoh, stabil dikendarai dan juga awet. Di tangan David yang kini menjalankan operasional sehari-hari, kekuatan Morodadi Prima mulai diramu dengan variasi tampilan model bus yang mereka produksi.

Satu hal yang menjadi kunci model Morordadi Prima yang diminati pelanggan adalah, perubahan tampilan depan dan belakang. David rela menyiapkan tenaga desain khusus untuk memenuhi keinginan pelanggannya. Ada pula plat-plat besi yang dibentuk khusus sesuai dengan keinginan kontur tampilan depan maupun belakang. “Banyak pelanggan kami yang menginginkan tampilan busnya diubah sesuai keinginan mereka. Sepanjang bisa dilakukan kami juga akan menyesuaikan keinginan pelanggan,” ujar dia.

Beberapa model seperti New Patriot dan Ventura dirilis untuk mengukuhkan model-model yang sudah ada sebelumnya. Model yang dihasilkan, mengacu pada model bus-bus Eropa yang sederhana dan elegan. Salah satu ciri yang dipertahankan David dan tim desainernya.

Di sela-sela perbincangan dengan haltebus.com, David sempat membuat penasaran. “Tunggu saja, tahun 2013 kami akan merilis model baru,” ujarnya sambil senyum.

Tahun ini menjadi tahun 'terpanas' pameran produk-produk baru karoseri di jalan-jalan berbagai kota. Selain Karoseri Morodadi Prima, tiga karoseri lain telah menyatakan siap merilis model baru mereka di tahun 2013. Padahal tahun lalu masih ada dua tiga model yang baru dirilis oleh karoseri lain yang pemasarannya baru gencar dilakukan tahun ini. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013