Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DAMRI SIAP UBAH TRANSPORTASI JAKARTA
 
15 Januari 2013


(Jakarta – haltebus.com) Perum DAMRI akhirnya siap mengoperasikan 66 unit bus gandeng asal pabrikan Cina, Zhongtong. Termin terakhir pengiriman bus, telah sampai di pool DAMRI Pesing, Jakarta Barat, Minggu (13/1/13). Seluruh bus itu akan mengganti bus-bus lama di Koridor I (Blok-M – Kota) dan mengisi kekosongan armada di Koridor VIII (Lebakbulus – Harmoni). “Seminggu lagi surat-surat bus diharapkan selesai, dan bus siap beroperasi minggu depan,” kata Direktur Utama Perum DAMRI Agus S. Subrata di kantornya, Selasa (15/1/13).

Menurut Agus, pihaknya siap mendukung program pembenahan transportasi massal di Jakarta yang diusung Gubernur Joko Widodo. Rencananya, lanjut dia, penyerahan ke-66 unit bus gandeng dari pihak Zhongtong dilakukan pada 21 Januari mendatang, dan langsung siap dioperasikan pada hari berikutnya. Pada saat itu, bertepatan dengan 100 hari kepemimpinan Joko Widodo di Jakarta.

Pengamatan haltebus.com Senin (14/1/13), pengecekan ulang mulai dilakukan pihak Zhongtong China dengan mitranya di Indonesia, PT. Mobilindo Armada Cemerlang. Beberapa unit diperiksa ulang pengaturan sistem pada mesin menggunakan komputer oleh mitra pemasok mesin Doosan di Indonesia PT. SISCO.

Agus dengan bangga menyebut, hadirnya bus gandeng dengan lantai tinggi ini mengawali era baru pengelolaan bus kota di Jakarta. DAMRI, kata dia, menghadirkan teknologi baru dengan fitur-fitur baru yang mempermudah perawatan. Meski bus
Zhongtong LCK6180GC dibuat di China , mesin bus menggunakan mesin Doosan GL11K berstandar emisi gas buang Euro V bertenaga 340HP.

Dia mengklaim, baru DAMRI yang menghadirkan mesin berstandar emisi gas buang Euro V, mesin bus yang ada di Indonesia kebanyakan berstandar emisi gas buang Euro III. “Kami menggunakan mesin Doosan GL11K, mesin berbahan bakar gas generasi kedua yang tak mudah panas, ada Automatic Brake System, ada sensor api di ruang mesin dan masih ada beberapa lagi” ujarnya bersemangat.

Bus-bus gandeng ini berkapasitas angkut 150 orang, dengan 40 tempat duduk dan satu ruang untuk kursi roda. DAMRI juga melengkapi bus kotanya dengan fasilitas WiFi dan kamera, baik kamera di depan dan belakang bus, juga kamera di kabin penumpang.

Apakah DAMRI mampu merawat bus-bus dengan teknologi baru? Menurut Agus, setiap pengemudi dan personil di unit pengelola Transjakarta harus mempunyai rasa memiliki. Mereka didik untuk mengetahui detil tugas dan bus yang mereka operasikan. “Silahkan tanya pengemudinya di Koridor I, mereka pasti bisa menjawab busnya menggunakan mesin apa,” kata dia.

Direktur Teknik DAMRI Bagus Wisanggeni bahkan sempat melihat langsung unit-unit bus yang baru datang di pool Pesing, Jakarta Barat, Senin kemarin. Dia menegaskan, ada standar prosedur yang harus dilakukan oleh setiap personil mulai dari kru bus hingga personil pool.

Pada haltebus.com dia menunjukkan dua formulir yang harus dibawa pengemudi dengan sederet daftar pengecekan, baik sebelum bus beroperasi maupun setelah beroperasi. “Pengemudi kami latih, formulir ini tak boleh ditinggal,” katanya sambil menunjukkan dua lembar formulir.

Karena bus masih belum diserahkan pada DAMRI, pengecekan bus uji coba yang baru masuk pool DAMRI dilakukan PT. Mobilindo Armada Cemerlang. Pengecekan yang dilakukan teknisi meliputi fungsi lampu, fungsi pintu, dan beberapa kelengkapan kendaraan, sebelum akhirnya dibersihkan.

Dalam kesempatan itu, Agus S. Subrata juga menjelaskan proses pengadaan bus sejak akhir tahun 2011 hingga di kedatangan seluruh unit yang dipesan DAMRI. Menurut dia, pemilihan Zhongtong lebih pada harganya yang lebih murah dibandingkan dengan bus buatan Indonesia. Jika dua bus buatan Indonesia dibanderol Rp. 3,8 miliar untuk Inobus dan Rp. 4,2 miliar untuk KOMODO, Zhongtong hanya Rp. 3,35 miliar. DAMRI menghabiskan investasi Rp. 221,1 miliar melalui bantuan pinjaman BRI.(naskah : mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013