Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS KOTA NYAMAN DIRESMIKAN GUBERNUR JOKO
 
23 Januari 2013


(Jakarta – haltebus.com)
Ada yang tak biasa di kawasan Silang Monas, Jakarta Selasa (22/1/13). Di pintu masuk yang mengarah ke ujung jalan M.H. Thamrin, sejumlah bus gandeng terparkir rapi. Lebih ke tengah, di bawah Tugu Monas, bus berkelir merah dan kuning itu lebih banyak lagi. Bus berjejer di sisi yang berbatasan dengan tugu, di sebelahnya beberapa unit bus Kopaja yang sudah dimodifikasi ikut dipamerkan.


Sebuah tenda besar berwarna putih dengan penutup di seliruh sisinya berdiri di seberang armada bus. Di sanalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan penggunaan E-Ticket atau kartu elektronik yang bisa diisi ulang. Lalu apa hubungannya dengan bus-bus gandeng dan Kopaja itu?

Ternyata sebagian bus-bus gandeng itu adalah bus-bus baru untuk Koridor I Blok-M – Kota dan Koridor VIII Lebakbulus – Harmoni. Bus buatan pabrikan Zhongtong sebanyak 66 unit ini mulai menghiasi Jl. Sudirman – Jl. M.H. Thamrin di Koridor I, juga Jl. Arteri sepanjang Lebakbulus hingga Jl. Daan Mogot sejak diresmikan Joko Widodo.
 
Menurut Joko, Pemprov DKI Jakarta mulai 2013 bekerja keras untuk memperbaiki angkutan massal di ibukota. Dia menyebut akan ada perubahan yang signifikan wajah transportasi Jakarta. Antrean penumpang yang sering terlihat di halte-halte Transjakarta selama jam sibuk, kata dia, akan dikurangi.

Selain menambah bus Transjakarta, Pemprov juga mengitegrasikan operasional bus non-Transjakarta ke dalam jalur busway. Sebagai tahap awal Kopaja S-13 dan P-20 mulai beroperasi melalui jalur busway. Bus Kopaja yang bisa masuk jalur busway diubah sesuai dengan standar TransJakarta. Ada pintu di sisi kanan bus yang sejajar dengan pintu halte Transjakarta. Ada 40 unit Kopaja ber-AC yang ditargetkan akan beroperasi dalam waktu dekat. “Yang jelek-jelek akan terdorong untuk diperbaiki dari swasta,” katanya.

Joko menambahkan, masih ada 102 bus gandeng yang juga beroperasi di awal tahun 2013. Selain 66 unit yang dioperasikan DAMRI, masih ada 36 unit yang akan beroperasi di Koridor XII Tanjung Priok – Pluit. Sayangnya, Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono menyampaikan peresmian operasional Koridor XII tak bisa dilakukan saat acara itu berlangsung. “Karena ada kendala teknis, terpaksa peresmian Koridor XII kami tunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan,” ujar dia.

Bus gandeng bersuspensi udara yang diresmikan cukup nyaman. Selain ber-AC ada beberapa fitur yang memudahkan penumpang, tersedia peralatan keamanan yang cukup. Di tiap ‘gerbong’ ada tabung pemadam kebakaran. Di satu bus, ada minimal empat tabung yang tersedia untuk meminimalisir ancaman kebakaran. Tampilan bus pun cukup menarik, sedikit membulat mirip kereta peluru. Seperti halnya Kopaja, bus gandeng juga dilengkapi alat pelacak posisi yang dikenal dengan GPS, sambungan internet nirkabel atau WiFi dan peralatan keamanan seperti kamera CCTV.

Penambahan bus di Jakarta, kata Joko, masih akan terus berlangsung. Dia masih menargetkan peremajaan 1.000 unit bus sedang. Di luar itu, tahun ini Transjakarta juga ditambah 450 unit bus. Perinciannya, 150 unit bus gandeng dan 300 unit bus.
”Ini akan menambah 524 armada yang sudah ada,” ujarnya.

Menurut Udar Pristono, meski armada diperbaharui tarif bus Transjakarta tetap Rp. 3.500. Sementara untuk bus Kopaja ber-AC Rp. 5.000. “Ada mekanisme penumpang yang beralih dari Kopaja ke Transjakarta, demikian pula sebaliknya,” kata dia.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013