Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TITAN, PENDAMPING YANG TAK KALAH MENARIKNYA
 
29 Januari 2013


(Magelang – haltebus.com) Maraknya model-model bus terbaru membawa tren
baru di kalangan pengusaha karoseri. Selain mereka menyiapkan model-model baru yang menarik, mereka juga harus memikirkan pangsa pasar masing-masing model. Salah satunya yang dilakukan oleh Karoseri Trisakti Magelang. “Sejak awal 2012 kami meluncurkan Titan, model yang dibuat untuk kelas bumel (bus ekonomi),” ujar Andi Widodo, Manajer Produksi Karoseri Trisakti kepada haltebus.com Senin (10/12/12).

Sejak 2010 Karoseri Trisakti mengembangkan model Phoenix yang telah diluncurkan dengan dua varian, Phoenix dan Phoenix GX. Sebagai produk unggulan, Phoenix dilahirkan untuk menyasar pangsa pasar di kelas bus premium, bus-bus dengan kelas eksekutif yang mengedepankan kenyamanan.

Titan memiliki karakteristik yang unik. Pilar samping yang besar di sisi kiri dan kanan bus, yang terlihat jelas cukup menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Akibatnya, tak semua pengusaha jasa transportasi bus yang memesan Titan sependapat dengan Andi. Mereka memilih Titan sebagai bus-bus yang bisa menarik minat pelanggan mereka.

Sebagai pendamping Phoenix, model Titan ternyata cukup fleksibel saat diperkenalkan ke pasar semester pertama 2012. Alih-alih dilahirkan sebagai pelapis ‘kakaknya’, Phoenix GX, justru Titan yang banyak menarik perhatian. Meski ditujukan untuk pasar bus-bus non-AC dan identik dengan bus ekonomi, tak sedikit pelanggan Trisakti yang memesannya dengan kaca tak berjendela. “Itulah selera pelanggan, maksud kami supaya pelanggan ada pilihan untuk bus-bus kelas ekonomi, di luar dugaan banyak juga yang berminat untuk menjadikannya bus ber-AC,” kata Andi.

Saat haltebus.com berkunjung ke Karoseri Trisakti, dalam balutan Titan, bus non-AC terlihat berbeda dari bus-bus sekelasnya. Tak sekedar pilar yang menaik, karakter Titan muncul dengan paduan aksen warna hitam. Di ujung pilar bagian bawah ke arah pintu depan, dinding bus diwarnai hitam dengan garis tegas yang menyatu hingga pintu depan.

Di sisi depan, Andi beserta tim desainer Trisakti memilih lampu yang tengah menjadi tren saat ini. Lampu berbentuk almond itu, dipadukan dengan grill depan berlubang dua. Aksen silver bertuliskan Titan di atasnya menambah ketegasan bahwa bus ini ditujukan untuk bus-bus bermesin depan yang identik dengan bus bumel. Meski begitu, tampilan bus untuk kelas bumel ini tak bisa diremehkan. Sederet lampu LED di bagian bumper dan ada pula dua foglamp menimbulkan kesan yang tak kalah dengan bus-bus eksekutif atau non-ekonomi.



Di bagian belakang, susunan lampu dan tambahan-tambahan aksen di bawah kaca dan bentuk bumper juga tak kalah menarik. Pada bus milik PO Luragung, bahkan di bagian atas diberi spoiler lengkap dengan deretan lampu LED yang siap menyala saat pedal rem diinjak.

Dari sisi interior, bagian dalam bus ini memang tak terlalu menarik karena hanya ditujukan untuk pasar bus ekonomi. Bus-bus ekonomi biasanya hanya mengendepankan interior yang sederhana, tahan lama dan mudah perawatannya.

Andi mengakui bahwa perkembangan transportasi bus beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Pelanggan, kata dia, datang ke Trisakti tak hanya sekedar membuat bus, tetapi juga ingin busnya bisa tampil menarik. Dua kebutuhan pelanggan itulah yang menjadi fokusnya saat ini dalam mengembangkan Trisakti. “Kami tak sekedar mengejar kuantitas saja, tetapi juga kualitas harus diperhatikan,” katanya.

Tak salah tim desainer Karoseri Trisakti menamakan bus lapis kedua mereka dengan nama Titan. Dalam dunia astronomi, Titan adalah bulan terbesar di antara 56 satelit yang ada di Planet Saturnus. Model andalan di kelas bumel ini ternyata bisa bersaing dengan kelas di atasnya.

Perlahan tapi pasti, lanjut dia, Karoseri Trisakti harus mengikuti tren dunia transportasi bus di Indonesia. Hal ini mereka buktikan dengan beberapa model bus yang telah dirilis. Tak hanya kebutuhan untuk bus reguler dan pariwisata, mereka juga membuat bus-bus khusus seperti bus apron bandara, bus gandeng, juga bus tingkat. Di tengah-tengah ketatnya kompetisi di tahun 2013, Andi mengaku tengah menyiapkan model baru. “Seperti apa modelnya, tunggu saja nanti pasti saya beritahu,” ujarnya sambil tersenyum penuh arti.

Berdasarkan catatan haltebus.com, lima karoseri telah menyatakan siap merilis model-model baru mereka di tahun ini. Bahkan, salah satunya tengah menyiapkan sekurangnya dua model bus baru. Jika benar terjadi ada enam model baru, plus lima model baru yang diperkenalkan tahun lalu yang juga dipasarkan tahun 2013. Banyak pelaku usaha transportasi bus menilai tahun 2013 menjadi tahun yang diwarnai persaingan ketat. (naskah: mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013