Sabtu, 23 Maret 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
AKHIRNYA WILAYAH UTARA JAKARTA DILAYANI TRANSJAKARTA
 
15 Februari 2013


(Jakarta – haltebus.com)
Mulai Kamis (14/2/13) ‘ular’ besi yang beroperasi di jalan-jalan di Jakarta bertambah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali meresmikan pengoperasian 36 unit bus gandeng sekaligus menandai beroperasinya Transjakarta di Koridor XII Tanjung Priok – Pluit. Koridor yang dioperasikan membentang sepanjang Utara Jakarta dari Barat ke Timur. ”Saya luncurkan busway
 Koridor XII Pluit – Tanjung Priok,” ujar Joko yang diikuti dengan pemencetan tombol sirene di Halte Fatahillah, Kawasan Kota Tua Jakarta.

Meski sempat hujan lebat, upacara peresmian berlangsung lancar. Joko tampak antusias dengan penambahan koridor baru Transjakarta ini. Setelah meresmikan, didampingi Kadishub DKI Jakarta, Udar Pristono, dia menaiki bus gandeng buatan pabrikan asal China , Ankai. Empat unit bus disiapkan untuk ujicoba yang diikuti tamu undangan peresmian itu. Selama perjalanan, dia menikmati bus berpendingin udara itu, meski harus berdesakan bersama tamu undangan dan sejumlah jurnalis.

Dalam kesempatan itu, Joko mengakui armada Transjakarta masih harus diperbaiki. Menurut dia, kekurangan armada dan SPBG yang masih menjadi kendala operasional dan optimalisasi pelayanan akan terus ditambah bertahap. Menurut dia, akan ada tiga koridor lagi yang belum diresmikan. Dia berharap nantinya, antar moda angkutan umum di Jakarta bisa terkoneksi satu sama lain. Mantan Walikota Solo ini menilai sarana sejak dari halte hingga bus berjalan cukup membantu orang-orang dari luar Jakarta yang ingin bepergian menggunakan angkutan umum. Ada papan penjelasan rute baik di halte maupun di dalam bus serta pengumuman posisi halte, yang dilalui.

Peresmian ini adalah gelombang kedua pengoperasian bus gandeng. Januari lalu 66 unit bus gandeng baru telah beroperasi menggantikan bus single yang telah beroperasi selama tujuh tahun di Koridor I Blok-M – Kota. Nanti bus yang lama dari Koridor I akan kita gunakan untuk angkutan malam hari dari jam 11 malam sampai jam 5 pagi,” katanya.

Bus gandeng yang beroperasi di Koridor XII melalui lintasan sepanjang 23,75 Km dan melayani 26 halte. Sepanjang lintasan, ada empat koridor lain yang bersinggungan, yakni Koridor I di halte Kota, Koridor V di halte Gunung Sahari, Mangga Dua, Koridor IX di halte Penjaringan dan Koridor X di halte Sunter, Kelapa Gading. Tarif yang ditetapkan sama, yakni Rp. 2.000 antara jam 05.00 – 07.00 dan Rp. 3.500 antara jam 07.00 – 22.00.

Udar Pristono mengungkapkan, pengoperasian Koridor XII adalah bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta menyediakan angkutan umum yang nyaman. ”Kami berharap dengan pengoperasian busway Koridor XII masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan pribadi dapat beralih menggunakan angkutan busway,” katanya.

Menurut Udar, pengoperasian Transjakarta Koridor XII diperkirakan bisa mengangkut hingga 34 ribu penumpang setiap hari. Dia mengatakan, perkiraaan itu dimungkinkan karena persinggungannya dengan empat koridor lainnya.

Adapun lintasan yang dilalui adalah Jl. Pluit Permai, Jl. Pluit Puteri, Jl. Pluit Selatan, Jl. Gedong Panjang, Jl. Kunir, Jl. Pintu Besar Utara lanjut Jl. Mangga Dua dan Jl. Gunung Sahari. Dari Jl. Gunung Sahari bus melaju ke Jl. Landas Pacu Timur, lalu ke Jl. Danau Sunter Barat, Jl. Danau Sunter Utara, Jl. Danau Sunter Selatan, Jl. Karya Beton, Jl. Ir. Wiyoto Wiyono, Jl. Yos Sudarso berakhir Terminal Tanjung Priok di ujung Jl. Enggano.

Penambahan armada Transjakarta, menurut Udar, juga akan terus ditambah sesuai rencana penambahan koridor. Dalam APBD 2013, lanjut dia, telah dianggarkan penambahan sebesar Rp. 1 triliun. Dia mengaku, awalnya direncanakan penambahan 450 unit bus terdiri dari 150 bus gandeng dan 300 bus single. ”Kita akan hitung lagi sesuai anggaran,” ujar dia.

Selain peluncuran Transjakarta Koridor XII, Joko Widodo juga meresmikan moda transportasi laut waterway yang menghubungkan Muara Baru-Marunda. Pemprov berharap transportasi itu memudahkan warga Muara Baru yang mengalami kesulitan akses transportasi menuju Rusun Marunda. Joko yakin waterway menjadi transportasi alternatif warga Ibukota. (naskah: mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013