Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TERBANGLAH TINGGI KE LANGIT, ZEPPELIN!
 
09 April 2013


(Jakarta – haltebus.com) Pameran Indonesia International Bus and Truck 2013 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, tak banyak diikuti pembuat bus. Namun, hal itu tak mengurangi semangat Karoseri Gunung Mas untuk memperkenalkan produk bus sedangnya yang diberi nama Zeppelin. Bus berwarna kuning yang cukup menarik untuk diperhatikan detil-detilnya.

Menurut Hari, keikutsertaan mereka dalam pameran IIBT adalah sejarah bagi mereka. Tak hanya baru pertama kali mereka ikut dalam sebuah pameran. “Ini produk pertama kami untuk bus sedang hasil rancangan sendiri. Sengaja kami beri nama Zeppelin, seperti balon udara yang bisa terbang tinggi ke langit,” kata pemilik Karoseri Gunung Mas Hari Prajitno kepada haltebus.com di penghujung pameran, Jumat (23/3/13).

Dia menyatakan, ada dua target yang dicanangkan Karoseri Gunung Mas tahun ini. Melansir bus sedang di paruh pertama 2013 dan memamerkan bus besar pada semester kedua. Meski masih tergolong baru ikut pameran, dia optimistis langkahnya memperkenalkan bus model baru bisa diterima pemilik armada bus di Indonesia.



Kesungguhan Hari tertuang dalam Zeppelin. Dilihat dari sisi kiri dan kanan tampilan samping Zeppelin cukup menarik. Kaca pertama di kedua sisi terlihat menyatu dengan pintu depan, baik pintu pengemudi maupun pintu penumpang. Konsep clear glass diterapkan untuk menyatukan dua elemen.

Hari dan tim desainer ingin menghadirkan keleluasaan pandangan untuk pengemudi. Lebarnya kaca di sisi kiri dan kanan di bagian depan, menghapus keraguan pengemudi akibat padangan yang terhalang. “Kami ini kan memulai usaha karoseri dari usaha bus. Nah sebagian besar armada kami bus ukuran sedang. Pengemudi sering mengeluh pandangannya terhalang di sisi kiri dan kanan,” ujarnya.

Garis lengkung yang dipilih Karoseri Gunung Mas juga cukup unik. Dari atas ke bawah hingga ke pintu depan terasa dinamis berkat kaca yang menyatu. Bentuk kaca yang menguntungkan pengemudi, harus mengorbankan pandangan keluar untuk penumpang di deretan pertama, khususnya yang duduk di kursi paling dekat dengan dinding bus. Namun Hari menegaskan, pilihan itu diambil demi aspek keselamatan. Dalam pandangannya, sangat penting agar pengemudi memiliki keleluasan pandangan saat mengemudikan bus.

Keunggulan Zeppelin di sisi samping, sayangnya tak diimbangi di bagian depan dan belakang. Sebab, jika dilihat sekilas, kedua bagian ini mirip dengan produk karoseri lain. Maklum, kunci di bagian depan dan belakang model sebuah bus adalah pada pemilihan lampu dan asesoris pendukung.

Di bagian depan, grill yang menempel pada ‘wajah’ mirip dengan produk keluaran karoseri di Jawa Tengah. Perlu kecermatan untuk membedakan ‘wajah’ keduanya. Perlu waktu untuk haltebus.com membandingkan Zeppelin dengan kompetitornya. Ternyata Zeppelin memiliki kaca depan yang lebih tinggi dan melengkung. Lampu yang digunakan pun lebih lebar. Lampu kabut atau yang dikenal dengan foglamp yang menempel pada bumper depan, juga dipilih yang berbentuk bulat.

Di bagian belakang, lampu yang digunakan Zeppelin tengah menjadi tren karoseri saat ini. Perbedaan baru terlihat ketika kita mencermati detil desain yang dirancang tim Karoseri Gunung Mas. Kontur bagian belakang sangat menyatu dengan lampu lebar. Alhasil nyaris tidak bersudut runcing di setiap sisi di buritannya. “Memang dibagian depan dan belakang kan tergantung pilihan lampu yang kita inginkan. Cukup sulit memilih lampu mengingat kebanyakan lampu sudah digunakan oleh pihak lain,” kata Hari lagi.

Ada kreasi lain yang tak kalah menarik. Bagasi dibuat sangat lapang, untuk ukuran bus sedang. Empat pintu bagasi ada di dinding bagian bawah di sisi kiri dan kanan. Namun jangan terkecoh, salah satu pintu bagasi adalah pintu yang menyimpan tanki bahan bakar. Tepatnya yang berada di sisi belakang pintu pengemudi. haltebus.com tak beruntung menilik pintu bagasi itu, sebab pintu dalam keadaan terkunci saat haltebus.com mencoba menilik lebih jauh isi dibalik pintu.

Meski dilengkapi bagasi di sisi samping, bagasi tradisional bus sedang di bagian belakang tetap dipertahankan. Ketersediaan ruang bagasi yang disiapkan pada Zeppelin, lebih dari cukup untuk menampung seluruh bawaaan penumpang, dengan catatan setiap orang membawa satu tas.

Di bagian kabin, nuansa coklat sangat dominan. Warna ini mengimbangi bagian luar yang berkelir kuning dengan striip merah. Kursi karya C71 juga menghiasi kabin dengan tata lampu yang apik. Kapasitas angkut Zeppelin yang dibangun di atas chassis Mitsubishi FE84G BC bertenaga mesin 136 PS untuk 29 penumpang. Jika jumlah kursi dibuat hanya untuk 25 orang, menumpang Zeppelin akan terasa nyaman.



Interior kabin juga terasa meriah dengan lampu-lampu yang ditata apik. Seperti tren lampu interior yang berkembang saat ini, lampu kabin Zeppelin didominasi deretan lampu
Light Emitting Diode (LED). Ada stop kontak juga yang disediakan di bagasi atas. Spesifikasi yang dihadirkan Karoseri Gunung Mas jelas memperlihatkan, Zeppelin bukan diperuntukkan untuk bus reguler Non-AC di kelas medium. “Kami memang membuat ini untuk pasar bus pariwisata yang mengedepankan kenyamanan,” ujar Hari.

Langkah Karoseri Gunung Mas ini cukup unik, cenderung melawan kelaziman. Sebab biasanya karoseri besar selalu menonjolkan bus-bus besar model terbaru. Sementara, karoseri yang bermarkas di Madiun itu justru memperkenalkan bus sedang terlebih dulu.

Ada apa ya? Hari mengaku, mereka ingin kualitas karya anak-anak Madiun bisa diperhitungkan. Jika kualitasnya sudah dikenal, pria yang pernah mengenyam pendidikan bisnis di Australia menyasar pasar lain yang cukup menjanjikan. Maklum, untuk urusan detil, bus ukuran sedang membutuhkan ketelatenan. Demi meraih kepercayaan, Hari sengaja menonjolkan nama produknya daripada nama Karoseri Gunung Mas. Dalam pameran, logo Zeppelin memang lebih dominan. “Kami ingin agar orang bisa menilai kualitas dan mengingat nama produk kami,” katanya.

Beberapa langkah strategis memang telah dirancang Karoseri Gunung Mas. Hari mengaku mau ingin ikut terlibat dalam upaya membenahi angkutan massal di Jakarta untuk bus sedang. Seperti diketahui, Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah peremajaan sekitar tiga ribu unit bus sedang. Tentunya, kata Hari, akan ada model lain selain dari Zeppelin untuk yang satu ini.

Langkah lain yang ditempuh Hari untuk menunjukkan eksistensi adalah menjadi distributor untuk pelapis cat Sikkens di Indonesia. Aliansi strategis untuk mendukung produksi juga dijalin dengan produsen kursi bus. Pemilik rumah produksi kursi berlabel C71 yang berbasis di Yogyakarta, Agus Yanto, mengkonfirmasi pihaknya memasok kursi setiap bulannya. “Kami serius mengembangkan bisnis karoseri ini,” ujar Hari optimistis. (naskah: mai/foto : mai)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013