Selasa, 16 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SI KECIL YANG FUNGSIONAL
 
17 April 2013


(Jakarta – haltebus.com) Di Indonesia, kelas jalan yang beragam, ternyata juga berpengaruh pada desain kendaraan angkutan yang dibutuhkan. Ada jalan yang bisa dengan leluasa dilalui bus besar, ada pula yang hanya bisa dilalui bus sedang. Di daerah tertentu, bus sedang terkadang tidak cukup leluasa bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Karoseri New Armada menghadirkan model baru dengan lebar 2100 mm atau 2,1 meter yang diberi nama Touristo pada ajang Indonesia International Bus and Truck Exhibition (IIBT) 26 – 29 Februari 2013 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta.

Menurut Sales Operation Branch Head PT. Mekar Armada Jaya, Joko Susilo, pihaknya sengaja memperkenalkan model baru di kelas yang lebih kecil dibandingkan bus sedang karena ada permintaan pasar yang cukup signifikan. Dia mengungkapkan, tawaran baru untuk pasar jasa transportasi bus, khususnya untuk bus ukuran kecil.

Joko menjelaskan, pelanggan Karoseri New Armada cukup beragam. Mulai dari pelaku jasa usaha transportasi yang membutuhkan bus besar, bus sedang hingga mikrobus. Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, kata dia, ternyata ada pelanggan yang membutuhkan kendaraan angkut yang kelasnya antara bus sedang dan mikrobus. “Kami coba menawarkan bus dengan ukuran lebih kecil dari bus sedang pada umumnya yang fungsional namun tak meninggalkan kemewahan,” kata dia kepada haltebus.com.

Dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan, Touristo bisa beradaptasi dengan Isuzu NKR-71, Mitsubishi FE-83 BC, Hino Dutro 110HD/LDB dan 130 MD/HD dan Toyota Dyna 110ET, 130XT dan 230HT. Dari sisi kapasitas, lanjut Joko, Touristo menawarkan enam konfigurasi kursi yang bisa dipilih pelanggan. Ada konfigurasi kursi untuk 13 penumpang, 16 penumpang, 21 penumpang hingga 27 penumpang. Tak hanya kapasitas, posisi kursi juga bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan terkait konfigurasi. Apakah pintu untuk penumpang ada di posisi depan dan belakang atau depan dan tengah.

Keleluasan memilih konfigurasi ini, menurut Joko, bisa menjadi nilai tambah untuk pelanggan. Dia menampik anggapan kehadiran Touristo bisa menyaingi bus ukuran sedang lainnya yang mereka produksi, yakni Magneto. “Kelasnya sama sekali berbeda, meski sama-sama untuk luxury bus, Touristo menyasar kebutuhan bus yang lebih kecil,” ujar dia.

Dari sisi desain, Touristo meramu lampu-lampu yang sudah cukup dikenal di kalangan pelaku usaha transportasi bus. Di bagian depan, lampu almond yang cukup lebar untuk ukuran Touristo ‘dibenamkan’ dengan permukaan grill depan yang memberikan kesan lebar. Dilihat dari depan, Touristo tak jauh berbeda dari ukuran bus-bus sedang lainnya.

Titik berat karakter Touristo terletak pada grill atau lubang angin untuk aliran udara ke mesin bus. Tak seperti grill pada Magneto, grill Touristo menyatu dengan keseluruhan permukaan bagian depan. Grill yang mengandalkan lubang-lubang kecil untuk aliran udara masuk ke mesin dibuat dalam satu cetakan. Di bagian bawah, sebagian bumper juga dihiasi lubang angin ‘menyambung’ grill di bagian atas dan kedua lampu.

 

Di bagian samping, tak ada yang menonjol pada bus dengan spion yang cukup besar untuk ukurannya ini. Hanya di bagian rumah ban, karakteristik yang ditampilkan mengadopsi ‘kakak’ terbesarnya, yakni Evonext. Empat lampu menghiasi rumah ban di sisi kiri dan kanan. Di belakang pintu depan, tim desainer Karoseri New Armada menempatkan potongan kaca yang menempel pada bodi, di bawah kaca samping pertama. “Kaca ini cukup membantu pengemudi untuk memandang ke sisi samping dengan leluasa,” kata Joko.

Di bagian belakang, lampu besar yang menghiasi bagian belakang juga mengesankan Touristo lebih besar dari ukuran sebenarnya. Kaca belakang berukuran besar dengan pola grafis hitam disekitarnya membantu mempercantik tampilan belakang.

Karoseri New Armada yakin, kehadiran Touristo bisa diterima pasar. Menurut Joko, masih banyak daerah di Jawa yang membutuhkan luxury bus dengan ukuran yang lebih kecil. “Salah satu contoh saja, bus ini cocok untuk mengangkut wisatawan di daerah wisata Dieng yang dikenal jalannya sempit. Masih banyak daerah lain yang memiliki karakter jalan yang serupa,” katanya. (naskah: mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013