Rabu, 21 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS PREMIUM BARU DARI MERCEDES-BENZ DILUNCURKAN
 
04 Juni 2013


(Bogor – haltebus.com) PT. Mercedes-Benz Indonesia akhirnya resmi meluncurkan produk bus terbaru mereka O 500 R-1836, setelah diperkenalkan pertama kali pada operator bus di Indonesia akhir tahun lalu. Bus yang akan mengisi pasar bus premium itu akan dirakit secara massal di Pusat Perakitan PT. Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang. “Dengan memperkenalkan chassis bus O 500 R-1836 ini, akan memperkuat posisi Mercedes-Benz di pasar bus Indonesia, khususnya dikelas premium ,” kata CEO PT. Mercedes-Benz Indonesia, Claus Weidner saat peluncuran chassis bus O 500 R-1836 dan minibus Sprinter di Wanaherang, Bogor, Senin (3/6/13)


Mercedes-Benz, pabrikan bus yang memiliki brand yang kuat di Indonesia tak mau kecolongan. Pertengahan tahun lalu mereka meluncurkan OH-1626, chassis bus premium bersuspensi udara di kelas 16 Ton bertenaga 260HP yang pertama kali diproduksi pabrikan secara massal di Indonesia. Tahun ini, mereka memperkenalkan chassis premium untuk kelas 18 Ton dengan tenaga 360HP.

Berdasarkan PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, kelas bus di Indonesia terbagi atas lima kelas bus. Bus sedang dengan berat 8 – 10 Ton, bus besar kelas 16 – 24 Ton dengan panjang 12 meter dan bus maxi kelas 16 – 24 Ton dengan panjang 13,5 meter. Masih ada bus gandeng dengan berat 22 – 26 Ton dengan panjang 13,5 – 18 meter dan bus tempel dengan berat 22 – 24 Ton dan panjang 13,5 – 18 meter.

Awalnya mereka melakukan tes pasar bus premium untuk kelas 18 Ton bertenaga besar dengan melepas secara terbatas chassis OH-1830 tahun lalu. Hasilnya, tak sedikit operator bus yang penasaran dengan bus itu. Chassis O 500 R-1836 ini adalah rencana pengembangan berikutnya PT. MBI untuk menggarap pasar bus kelas premium yang tergolong baru. Kami sangat yakin bus ini bisa diterima pasar, kami mendengar masukan dari pelanggan kami, selain itu memang juga ada permintaan dari pasar untuk bus premium sekelas O 500 R-1836,” kata Weidner.

Sebenarnya untuk kelas yang sama ada pabrikan lain yang telah meluncurkan bus bertenaga di atas 300HP. Namun, O 500 R-1836 memiliki spesifikasi dasar yang berbeda dari kompetitornya. Bus ini dibangun di atas chassis spaceframe yang memungkinkan kapasitas bagasi bus lebih besar. Letak perbedaan mendasar chassis O 500 R-1836 dengan bus pada umumnya, ada pada konstruksi chassis yang sama sekali baru untuk kelas bus premium di Indonesia.

Apa menariknya chassis ini? Saat haltebus.com mendapat kesempatan melihat dari dekat O 500 R-1836 Januari lalu. Ada besi melengkung di sisi depan, yang berfungsi sebagai ‘pegangan’ suspensi udara. Posisi balon udara menempel tepat pada besi lengkung yang memungkinkan axle (sumbu roda) bergerak leluasa. Axle depan bersifat independen. Pada umumnya, bus di Indonesia masih menggunakan poros tetap atau rigid axle yang menempel pada batang chassis sebagai ‘pegangan’ suspensi.
Sales & Marketing Director PT. MBDI, Olaf Petersen mengklaim, sturktur seperti ini membuat chassis O 500 R-1836 menjadi lebih nyaman dan lebih stabil.

Dari sisi dapur pacu, Olaf menjelaskan, O 500 R-1836 menyandang mesin OM457LA berkapasitas 12.000 cc enam silinder segaris. Tenaga yang dihasilkan mencapai 360 HP tercapai pada 2000 Rpm dan torsi maksimum 1.600 Nm/1.100 Rpm. Alhasil tongkrongan chassis terkesan besar, lebar dan sangat terasa karakternya yang kokoh. “Meski memiliki tenaga yang besar, kapasitas silinder yang juga besar, kami telah menguji konsumsi bahan bakar cukup ekonomis. Untuk jarak Jakarta-Bandung konsumsi bahan bakar mencapai 1:4,2,” kata dia.

Berbagai fitur elektronik juga melengkapi pengoperasian bus. Electronic Engine Control Unit menempel pada mesin untuk memudahkan diagnosa jika terjadi malfungsi pada mesin, mulai dari kekurangan oli mesin, hingga mesin yang tak mau dinyalakan. Bersama Engine Control Unit, ada pula kontrol elektronik untuk transmisi. Semua kinerja sistem elektronik ini bisa dilihat pada panel digital yang ada di dashborad.

Ada fitur Antilock Braking System (ABS) dan Acceleration Slip Regulation (ASR) yang dilengkapi dengan cakram di setiap roda. Pengereman ini dikontrol dengan Electronic Braking System. Masih ada fitur retarder dari Voith yang memungkinkan pengereman dengan dis-akselarasi putaran mesin. Meski kecepatan maksimum hanya 100 Km/jam, faktor keselamatan dan keamanan dari sisi pengendalian kecepatan bus cukup signifikan. Fitur keamanan pengereman bisa disetarakan pada kendaraan penumpang alias mobil. Sistem pengereman yang cukup lengkap ini untuk mengimbangi besarnya tenaga yang disemburkan mesin OM457LA yang kabarnya bisa di-upgrade hingga di atas 400HP.
“Fungsi retarder memungkinkan pengoperasian rem hingga 85 persen. Ini berarti bisa meningkatkan umur brake lining hingga delapan kali lipat,” ujar Olaf.

Menurut Olaf, adanya berbagai fitur elektris membuat pengemudi harus beradaptasi.
Tak seperti OH-1830 yang hanya diproduksi tak lebih dari 50 unit tahun lalu, O 500 R-1836 ini sudah dilengkapi fitur adjuster pada suspensi udara. Fitur ini memungkinkan kita mengatur tinggi rendah suspensi dengan menekan satu tombol. Di layar dashboard pun akan terlihat indikator saat penyetelan tinggi rendah suspensi dilakukan.

Olaf menambahkan, berbagai fitur yang ada pada O 500 R-1836 ini membuat cara mengemudikan bus yang selama ini menjadi kebiasaan pengemudi di Indonesia harus beradaptasi. Pengemudi harus mengikuti semua sistem yang disandang pada bus untuk mencpai tingkat keekonomian yang maksimal. Dengan peluncuran chassis ini dia berharap cara mengemudi para pengemudi di Indonesia bisa lebih baik.

Dalam kesempatan itu Olaf menyatakan, kerumitan fitur yang ada pada O 500 R-1836 tidak akan menjadi kendala pada para pemilik armada. Menurut dia, PT. MBI telah menyiapkan semua yang diperlukan saat bus telah di tangan pelanggan. Ada pelatihan-pelatihan yang terkait pengoperasian bus, baik cara mengemudi, cara merawat hingga perbaikan.

Informasi yang diperoleh haltebus.com sejak Januari lalu, tak kurang dari 38 unit chassis dilepas ke berbagai operator bus mulai di Sumatera, Jawa dan Makassar. Namun sayang, Vice President Marketing Communication PT. MBI Vera Makki menolak menyebutkan angka maupun target penjualan mereka.

Setelah sempat stagnan akibat diterpa krisis ekonomi di akhir tahun 1990-an dan dampak terasa hingga lebih dari satu dekade, kini pasar bus di Indonesia mulai bergerak. Tidak hanya dari segi kuantitas yang meningkat dalam kurun tiga tahun terakhir, kini kualitas chassis bus juga memasuki era baru yang lebih baik. (naskah: mai/foto: mai/istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013