Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
OPTIMISME MERCEDES-BENZ DIBALIK PELUNCURAN SPRINTER
 
08 Juni 2013


(Bogor – haltebus.com) Perkembangan pasar otomotif yang kiat pesat di Indonesia, membuat PT. Mercedes-Benz Indonesia memperbesar peluangnya untuk ikut meramaikan pasar di kelas premium. Tak hanya pilihan di kelas kendaraan penumpang, di segmen kendaraan niaga pun, bidikan pemegang merk Mercedes-Benz di Indonesia ini, semakin tajam.

“Kami melihat kesempatan yang terbuka di kelas minibus, kami menawarkan kelas baru, pengalaman baru berkendara di kelas premium untuk jenis minibus,” kata CEO PT. Mercedes-Benz Indonesia, Claus Weidner, saat peluncuran minibus Sprinter dan chassis bus O 500 R-1836 di Wanaherang, Bogor, Senin (3/6/13).

Claus menyatakan, pihaknya melihat dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjaga, berdampak pada berkembangnya pasar otomotif di negeri ini. Sebagai pemegang pangsa pasar di kelas premium baik kendaraan penumpang dan kendaraan niaga, lanjut dia, Mercedes-Benz ingin mengukuhkan posisinya dengan memperkenalkan kelas baru yang sebelumnya belum ada di Indonesia.

Minibus Sprinter yang diperkenalkan Claus dan timnya ini sejatinya adalah kendaraan niaga. Namun dari sisi fitur-fitur yang dihadirkan, kita akan melihat fitur-fitur yang sama pada kendaraan penumpang kelas sedan. Tak percaya? Coba cek fitur ini : Anti-lock Braking System (ABS), Acceleration Skid Control (ASR), Electronic Brake System (EBS), Brake Assist (BAS) dan Electronic Brake Distribution (EBD), Airbag pada sisi pengemudi dan Electronic Stability Program (ESP).

Fitur-fitur di atas ini pertama kalinya diperkenalkan PT. MBI untuk pasar kendaraan niaga di Indonesia. “Mercedes-Benz dikenal karena kendaraan premium-nya baik kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga. Kami sangat optimis Sprinter bisa diterima di pasar Indonesia karena kami melihat ada kebutuhan untuk kendaraan jenis ini,” kata Claus.

Sementara itu Sales & Marketing Director PT. MBI Olaf Petersen menjelaskan, beragam fitur yang mereka hadirkan untuk kendaraan niaga adalah demi keamanan dan kenyamanan penumpang. Fitur-fitur itu menjadi nilai tambah bagi operator bus pariwisata dalam melayani pelanggannya.

Sprinter yang dipasarkan di Indonesia, lanjut Olaf, didatangkan langsung dalam kondisi utuh. Dengan bodi monocoque, seperti layaknya sedan, pembeli Sprinter bisa langsung mengendarainya saat diambil dari dealer, tak perlu lagi membawanya ke karoseri.

“Tidak ada minibus di Indonesia yang selapang Sprinter. Fitur keamanan ESP yang dimiliki Sprinter ada pada semua kendaraan premium Mercedes-Benz. Hanya ada pada produk Mercedes-Benz, karena kami yang menciptakannya,” kata Olaf.
 
Dia menambahkan, ada tiga varian Sprinter. Varian pertama, Sprinter Transfer varian 315 CDI A2 dengan kapasitas 14 kursi dan panjang 5,91 meter. Kedua, Sprinter Transfer varian 315 CDI A3 berkapasitas 20 penumpang dan panjang 6,925 meter. Terakhir varian Sprinter Transfer varian 315 CDI A4 yang bisa mengangkut 22 penumpang dengan panjang 7,345 meter. Berdasarkan informasi yang diperoleh haltebus.com, harga off the road yang dilepas ke pasar berkisar antara Rp. 799 juta hingga Rp. 845 juta untuk ketiga varian itu.



Ditopang mesin diesel berkapasitas 2.2 liter, tenaga Sprinter mencapai 150 HP. Saat haltebus.com mencoba mengendarai Sprinter Transfer varian 315 CDI A3 berkapasitas 20 orang, tak terasa mengendarai kendaraan panjang dan besar. Pengendalian minibus ini cukup mudah dengan tenaga mesin yang hanya terpaut 30 HP lebih kecil dari bus OH-1518 dan lebih besar 20 HP dari bus OH-1113. Sprinter juga dilengkapi dengan transversal leaf spring pada suspensi depan dan parabolic springs dengan stabilizer pada suspensi belakang

Dari sisi interior, Sprinter juga menawarkan hal baru bagi kalangan pengusaha jasa sewa kendaraan wisata. Pintu pintu geser otomatis yang lebar memudahkan penumpang untuk kelar dan masuk kendaraan, ditambah lagi pijakan untuk naik ke dalam kabin penumpang yang rendah. Kemudahan lain adalah tinggi plafon kabin penumpang lebih dari 1,9 meter.

Sayangnya, dari sisi desain, terlihat Sprinter tidak diperuntukkan untuk penumpang yang ingin bepergian jarak jauh. Seperti kebiasaan orang Indonesia yang ingin bepergian dengan jarak panjang dan membawa tas-tas besar. Kendaraan ini hanya cocok untuk wisata dalam kota dan perjalanan pendek.

Para pengusaha bus yang juga diundang untuk melihat dari dekat Sprinter di hari yang sama saat peluncuran terlihat antusias. Mereka umumnya sangat terkesan dengan fitur-fitur yang dihadirkan. “Sayang, dari sisi harganya kami belum yakin bisa menyewakannya,” kata seorang pengusaha ikut dalam uji jalan Sprinter.

Meski dihadapkan pada tantangan terbesar, yakni harga yang tinggi, namun Claus tetap optimistis PT. MBI bisa membuka jalan untuk pasar di kelas yang baru. Karena itu, PT. MBI menawarkan layanan purna jual yang menggiurkan. Perawatan dilakukan oleh dealer dengan jaminan suku cadang dan kendaraan secara utuh hingga 200.000 km dalam rentang waktu satu tahun. Tentunya dengan syarat dan ketentuan dari PT. MBI. (naskah: mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013