Selasa, 23 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TES JALAN O 500 R-1836, MASIH PERLU BERADAPTASI
 
20 Juni 2013


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz membangun reputasinya sebagai produsen bus di kelas premium di Indonesia dengan peluncuran chassis O 500 R-1836. Sejak dua tahun lalu, kemunculan chassis yang ditempatkan di jajaran teratas chassis bus keluaran PT. Mercedes-Benz Indonesia (MBI), memang ditunggu operator bus dan publik transportasi di negeri ini. “Kami memperkenalkan teknologi baru untuk O 500 R-1836 di pasar bus premium di Indonesia,” kata Sales and Marketing Director PT. MBI Olaf Petersen, saat konferensi pers di Pusat Perakitan PT. MBI di Wanaherang, Bogor, (3/6/13).


Fitur-fitur yang dihadirkan sangat menjanjikan dari sisi kenyamanan, keamanan dan keselamatan. Ada fitur Anti-lock Braking System (ABS) dan Acceleration Skid Regulation (ASR) yang dilengkapi dengan cakram di setiap roda. Pengereman ini dikontrol dengan Electronic Braking System. Fitur retarder dari Voith juga membantu pengereman dengan cara dis-akselarasi putaran mesin.

Masih ada tawaran lain untuk pengamanan di sektor pengereman. Empat cakram tertanam semua titik roda. Olaf mengklaim, pengereman dengan cakram bisa meredusir kecepatan secara signifikan. Adanya ventilasi pada cakram, kata dia, untuk menghindari panas akibat pengereman. Masih ada retarder yang bisa membantu pengereman. “Electronic Braking System memonitor dan menyelaraskan kinerja pengereman terutama pada pad brake, retarder membantu pengereman sehingga membuat suku cadang sistem pengereman lebih awet,” ujarnya.



Meski kecepatan maksimum O 500 R-1836 dibatasi hanya 100 Km/jam, fitur-fitur keselamatan dan keamanan dari sisi pengendalian kecepatan bus cukup signifikan. Fitur keamanan pengereman ini bisa disetarakan pada kendaraan penumpang alias mobil.

Tawaran fitur-fitur itu tentu saja menggugah keingintahuan para operator bus yang juga diundang dalam rangkaian acara peluncuran O 500 R-1836. Sehari setelah peluncuran, PT. MBI memberikan kesempatan pada seluruh pelanggannya untuk mencicipi chassis yang sudah berwujud bus. Dua belas bus O 500 R-1836 beriringan menjajal trek Jakarta – Bandung.

Bus-bus itu milik beberapa Perusahaan Otobis (PO) di Sumatera dan Jawa. Dari Sumatera ada PO. Anugerah, PO. Kurnia, PO New Pelangi. Dari Jawa ada PO. Blue Star, PO. Kerub, PO. Marissa Holiday, PO. Manhattan, PO. Pahala Kencana, PO. Safari Dharma Raya (OBL), PO. Nusantara, PO. Harapan Jaya. Satu bus milik Divisi Trainning PT. MBI juga ikut dalam acara ini.



Tak hanya menjajal jalur Jakarta – Bandung yang terkenal dengan jalan berliku dan naik turun, operator bus secara tak langsung berkesempatan mempelajari karoseri. Ada lima model karoseri yang ikut acara ini, ada Morodadi Prima, Adiputro, Tentrem, Laksana dan Rahayu Santosa.

Jalur yang dipilih cukup menantang. Jakarta – Cikampek – Sadang – Subang – Ciater – Lembang. Sementara jalur pulang dipilih Lembang – Bandung – Jakarta via Tol Cipularang. Beberapa perwakilan operator bus diberi kesempatan mencoba mengemudikan O 500 R-1836. Di jalan yang cenderung mendatar, tenaga yang dihasilkan mesin OM457LA berkapasitas 12.000 cc enam silinder segaris cukup terasa.
 
Saat menanjak sejak lepas Tol Cikampek ke arah Bandung, tenaga yang mencapai 360HP mulai terasa. Tantangan lain mulai dirasakan saat iring-iringan lepas kota Subang. Jalan menanjak yang sudah menghadang bisa dilalui dengan mudah. Menurut Manager Operasional PO. Bimo Transport, Tri Cahyo Edy Wibowo, posisi tuas persneling ada di angka empat dan sesekali turun di angka tiga. “Di jalan Tol menuju Sadang kecepatan bisa maksimal dengan persneling ada di posisi lima,” ujar pria yang akrab disapa Bowo ini.

Direktur Utama PT. Sanputra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan terkesan dengan kinerja mesin. Beberapa hari sebelumnya sempat menjajal O 500 R-1836. Pria yang terkenal senang mencoba kemampuan chassis bus itu, mengetes dengan cara cukup ekstrem. Pada posisi tuas persneling di angka satu, dia melepas kopling dengan cepat. Alhasil, mesin sangat responsif dan bus sedikit melompat. Rem pun bekerja prima karena pengetesan dilakukan di halaman parkir yang panjangnya hanya cukup untuk tiga unit bus dalam posisi memanjang. “Lumayan responsif mesinnya, tenaga yang dihasilkan juga cukup terasa,” kata pria yang sehari-hari mengelola PO. Siliwangi Antar Nusa ini.

Saat melewati kota Subang, Sani, panggilan akrab Kurnia Lesani, kembali berada di belakang kemudi O 500 R-1836. Menurut dia, mesin yang bertenaga yang besar itu disetel sesuai karakter Mercedes-Benz, yakni dibatasi pada putaran mesin rendah. Otomatis, lanjut dia, ratio gear juga menjadi lebih rapat. Hal ini berpengaruh pada proses perpindahan persneling. “Di saat bus menanjak di Tanjakan Emen, iring-iringan sempat sedikit terhalang, terpaksa masuk gigi dua,” ujar dia.


 

Sementara, pengemudi PO Pahala Kencana, Purnomo mengaku sangat senang dengan kehadiran O 500 R-1836. Menurut dia, bus terbaru dari Mercedes-Benz ini mendidik pengemudi untuk disiplin dalam mengemudikan bus. Ada tata cara untuk mengemudikan bus itu yang harus dipatuhi seorang pengemudi agar bisa nyaman mengemudikannya. “Sekarang dengan adanya teknologi di bus ini, tidak hanya tenaga yang besar tetapi kita harus tahu karakternya. Gak bisa sembarangan asal ‘njejek’ (injak) gas dan rem,” ujar dia.

Purnomo mengaku sebelum acara peluncuran dan tes uji jalan, para pengemudi diberi kursus singkat. Mereka diperkenalkan dengan fitur-fitur dan cara penggunaannya. Bagaimana memenggunakan retarder, bagaimana memindahkan pada momen yang tepat, menjaga putaran mesin hingga mengendalikan bus. Pengemudi yang berpengalaman lebih dari 15 tahun menyatakan, teknologi yang ditanamkan pada O 500 R-1836 sangat memudahkan pengemudi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

Salah satu bus yang digunakan untuk uji jalan itu sempat mengalami masalah saat tiba di Wanaherang. Kanvas kopling habis karena cara mengemudikan yang salah.
Akibat belum terbiasa, si pengemudi kerap menginjak kopling dan menahannya. “Karena kebesaran tenaga, si pengemudi mengantisipasinya dengan menginjak kopling dan menahannya pada posisi setengah kopling,” kata sumber haltebus.com.

Menurut Vice President Bus Sales Operation PT. MBI Adri Budiman, selain untuk memperkenalkan chassis bus O 500 R-1836 pada operator bus, uji tes jalan juga untuk mencari masukan. Dia bersama tim PT. MBI terlihat sibuk berdiskusi dengan para pelanggan selama acara berlangsung. “Tentu saja masukan-masukan dari para pemilik bus ini akan menjadi bahan evaluasi kami agar bisa memberikan yang terbaik untuk pelanggan,” katanya.(naskah : mai/foto-foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013