Selasa, 16 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TRANSFORMASI SCORPION DI TAHUN 2013
 
20 Juni 2013


(Jakarta – haltebus.com) Peluncuran chassis bus Mercedes-Benz terbaru O 500 R-1836 yang diikuti oleh minibus Sprinter, ternyata juga disambut antusias oleh Karoseri Tentrem, Malang. Bersama Perusahaan Otobis (PO) Harapan Jaya, karoseri yang konsentrasi membuat bus itu membangun model baru, yang diberi nama Scorpion-X, di atas chassis O 500 R-1836. “Model ini memang kami siapkan jauh-jauh hari untuk chassis terbaru Mercedes-Benz,” ujar Manajer Produksi Yohan Wahyudi kepada haltebus.com, di Jakarta, Senin (3/6/13).

Menurut Yohan, mereka menyiapkan model baru untuk disematkan pada chassis terbaru Mercedes-Benz tiga bulan sebelum mereka menerima chassis-nya, akhir Januari lalu. Scorpion-X sendiri menjadi pusat perhatian selama rangkaian acara peluncuran selama dua hari.

PT. Mercedes-Benz Indonesia sebagai tuan rumah, mengundang pelanggannya yang notabene pengusaha bus di seluruh Indonesia. Lebih dari 200 orang undangan hadir dalam kesempatan itu. Tak salah jika Karoseri Tentrem memanfaatkannya untuk memperkenalkan model baru mereka.

Model ini sejatinya menjadi kelanjutan Scorpion-King. Namun, hanya sebagian kecil bagian dari eksterior yang menjadi penanda karakter pendahulunya. Bedanya, jika sebelumnya Scorpion-King mengandalkan permainan grafis desain, Scorpion-X mengacu pada kebanyakan model bus yang bermain di garis dan bentuk-bentuk kurva. “Kami ingin menampilkan yang baru dari Scorpion yang lebih memadukan lekukan garis dengan pilihan lampu di bagian depan yang menonjolkan karakter,” kata Yohan.

Strategi itu cukup mengena, sebagian besar pengusaha yang mengikuti acara peluncuran Mercedes-Benz memang tertarik dengan tampilan depan Scorpion-X. Bagian ‘kepala’, mulai wajah hingga ke kaca pertama di bagian depan menjadi daya tariknya. “Bagian depannya cukup attraktif, perpaduan lampu dan kaca samping yang menurun terlihat manis,” kata Manajer Operasional PO. Blue Star, Andreas Dian Wijaya.



Lampu yang menjadi ‘mata’ Scorpion-X kebetulan belum digunakan pada model-model milik karoseri lain. “Ada banyak pilihan lampu, tetapi kami memilih lampu yang pas dengan desain bagian muka dan menyatu dengan garis samping bodi supaya tampilan Scorpion bisa lebih fresh,” kata Yohan lagi.

Sukses menarik perhatian di bagian depan, namun tidak untuk penilaian di bagian belakang. Penyebabnya, lampu belakang yang sudah populer digunakan pada karoseri lain, termasuk Scorpion-King seri terakhir. Secara garis besar, penempatan lampu besar pada Scorpion-X terlihat manis, tetapi grill pada kap mesin masih dinilai kurang pas. “Sayang bagian belakangnya kurang pas karena lubang angin pada kap mesin terlalu besar dan bentuknya kurang pas,” lanjut Andreas.

Yohan sadar atas respon yang kurang antusias pada bagian belakang Scorpion-X. Meski demikian, jika diperhatikan lebih detil ada pengulangan tren pada kaca belakang. Putra kedua Tatang Wahyudi, pendiri Karoseri Tentrem, ‘mengembalikan’ kaca belakang ke era tahun 1990-an. Kaca belakang dibuat ‘masuk’ ke dalam.

Sementara, Darmawan W dari PO. Harapan Jaya mengaku puas dengan hasil karya Karoseri Tentrem. Sejak kelahiran seri pertama, model Scorpion besutan Tentrem cukup lekat dengan perusahannya. Menurut dia, mereka sengaja memilih karoseri itu untuk membangun bus di atas chassis O 500 R-1836. “Awalnya sih coba-coba, secara desain Scorpion-King cukup bagus dan terkesan gagah. Model ini menjadi trade-mark Harapan Jaya,” kata dia.

Wajar, sebab nama King di belakang nama Scorpion edisi pertama terinspirasi dari nama pemilik PO Harapan Jaya, Kuncoro Cahyana yang akrab disapa dengan Keng Siu. Untuk menghormati kepergian Kuncoro, Karoseri Tentrem mengabadaikan namanya pada produk mereka. Kuncoro sendiri ikut membidani kelahiran Scorpion itu. Kehadiran Scorpion-X melengkapi kemeriahan transportasi bus di Indonesia di tahun 2013. Selanjutnya karoseri mana yang mengeluarkan produk barunya ya? (naskah: mai/foto : mai/hfz)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013