Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAMAKAN PERSEPSI LEWAT PELATIHAN
 
04 September 2013


(Jakarta – haltebus.com)
Setiap produk baru, teknologi baru dan segala sesuatu yang baru harus melalui proses adaptasi. Begitu pun yang harus dilalui oleh produk Mercedes-Benz terbaru O 500 R-1836 yang dirilis PT. Mercedes-Benz Indonesia Juni lalu. Tak hanya diperkenalkan ke operator bus sebagai pelanggan, tetapi sosialisasi fitur-fitur juga dilakukan terhadap karoseri. “Kami sengaja mengajak karoseri dan operator bus yang telah mengoperasikan O 500 R-1836 untuk mengenal lebih dekat fitur-fitur dan karakternya. Sebelumnya kami mengadakan pelatihan untuk karoseri dan operator bus secara terpisah,” kata Deputy Director Sales Bus Operation PT. MBI, Adri Budiman kepada haltebus.com, Selasa (3/9/13).


Selama dua hari, 2 – 3 September 2013, PT. MBI mengundang delapan perwakilan karoseri dan operator bus pemilik O 500 R-1836 untuk mengikuti pelatihan pengenalan chassis itu di Pusat Pelatihan PT. MBI di Ciputat, Tangerang Selatan. Tidak hanya berbagai hal yang terkait dengan pembuatan bodi bus, bagaimana mengoperasikan bus sehari-hari juga diperkenalkan.

Kegiatan pengenalan pada karoseri dan operator bus secara bersamaan ini baru pertama kali diadakan oleh Mercedes-Benz. Menurut Adri, PT. MBI biasa mengadakan pelatihan untuk mekanik, pengemudi, maupun pengenalan pada pemilik armada bus, tetapi biasanya pelatihan diadakan secara khusus per kelompok. Hadir dalam pelatihan itu perwakilan dari Karoseri Restu Ibu Pusaka, Karoseri Rahayu Santosa, Karoseri New Armada, Karoseri Trisakti, Karoseri Laksana, Karoseri Morodadi, Karoseri Adiputro dan Karoseri Tentrem. Ada pula perwakilan dari PO. Pahala Kencana, PO. Blue Star dan PO. Marrisa Holiday. “Kami ingin ada persepsi yang sama antara kami selaku ATPM, dengan pemilik armada, juga saat bus dibangun di karoseri, agar kualitas brand kami bisa terjaga, ” ujar Adri.

Banyak hal yang didiskusikan selama pelatihan berlangsung. Namun yang paling menarik adalah saat instruktur pelatihan, Sulasno, memaparkan beragam fitur elektris yang dimiliki O 500 R-1836. Para peserta terlihat antusias. Mereka baru memahami beragam fitur yang ada pada chassis saat dijelaskan dalam pelatihan. “Jika indikator bertuliskan stop menyala, itu artinya tekanan udara untuk rem parkir terlalu rendah, itu artinya tekanan oli mesin rendah, itu artinya level oli kurang. Itu artinya bus tidak boleh jalan,” kata Sulasno.

Beragam fungsi-fungsi yang muncul dalam indikator di dashboard O 500 R-1836, diuraikan satu per satu oleh Sulasno. Penjelasan yang tak jauh berbeda dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh operator bus dalam mengoperasikan busnya. Mereka juga diajak melihat chassis yang disediakan tak jauh dari ruang pelatihan.

Mereka saling berbagi informasi tentang pengalaman selama menangani chassis O 500 R-1836. Diantara karoseri yang hadir, ada beberapa karoseri yang sudah membangun bus di atas chassis O 500 R-1836, ada pula yang belum.

General Manager Operasional Karoseri Tentrem Yohan Wahyudi mengungkapkan, banyak informasi penting yang didapatkannya. Menurut dia, perlu ada pengenalan tentang tiap-tiap tipe terbaru dari Mercedes-Benz ini. “Kami jadi tahu, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dalam memperlakukan chassis selama kami membangun bodi bus,” kata dia.

Yohan berharap ada materi dalam bentuk audio-visual contoh membangun bus yang bisa mereka jadikan acuan agar bisa menerapkan standar yang sesuai diharapkan oleh PT. MBI. Visualisasi mempermudah mereka mengoreksi apa yang mereka kerjakan dengan apa yang seharusnya dilakukan.

Direktur Teknik Karoseri Trisakti, Suyono yang telah menggeluti dunia karoseri selama lebih dari 20 tahun mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan pengenalan chassis. Dia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PT. MBI, sebab dengan pengenalan langsung dia dan timnya bisa memahami karakter chassis.

Pria paruh baya ini mengungkapkan, untuk membangun bus dirinya lebih banyak mengenal dari manual book saja. “Sekarang kami mengerti secara langsung sehingga kesalahan saat membangun bus bisa dihindari. Fungsi elektrik yang ada di panel dashboard juga akhirnya kami paham, jadi bukan hanya pengemudi saja yang mengerti panel-panel itu,” ujarnya sambil tersenyum.

Baik Yohan maupun Suyono menyatakan, untuk material rangka bodi bus mereka tak menemui banyak kesulitan. PT. MBI, menurut mereka, telah mengeluarkan panduan material besi yang bisa digunakan untuk membangun rangka bus. Bahan dan ukurannya, menurut Yohan, sudah jelas diuraikan dalam buku panduan itu.

Dalam kesempatan itu, Adri menambahkan, PT. MBI sangat berkepentingan untuk menghadirkan bus yang memiliki kualitas yang tinggi. Keunggulan teknologi yang diusung O 500 R-1836, kata dia, tidak bisa dicapai secara maksimal tanpa ada kerjasama dengan pihak karoseri dan pemahaman operator bus. Gangguan yang ditimbulkan saat membangun bodi bus, kata dia, bisa berpengaruh pada kinerja chassis. Pelatihan semacam ini tak hanya bermanfaat untuk memperkenalkan karakter chassis, di sisi lain kualitas produk bus yang dihasilkan karoseri juga bisa semakin baik,” katanya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013