Rabu, 16 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
REUNI BUS KLASIK : SAMBIL MENGENANG, BERSENANG-SENANG
 
10 Juni 2011
(Jakarta - haltebus.com) Tepat pukul 8.20, Sabtu, (26/03/11) serombongan bus memulai perjalanan dari Gelora Bung Karo Jakarta. Bus-bus ini sedang mengikuti rangkaian acara REUNI BUS KLASIK. Acara kumpul-kumpul bus lawas yang melibatkan pemilik bus pemilik PO bus, karoseri, ATPM dan penggemar bus. REUNI BUS KLASIK diikuti bus-bus keluaran tahun 1973 hingga 1993.

REUNI BUS KLASIK ini diselenggarakan oleh penggemar bus Jakarta yang tergabung dalam Jakarta Bus Society dan ASKARINDO bertepatan dengan hari terakhir Pameran Indonesia International Bus and Truk 2011 (IIBT). PT. Mercedes-Benz Indonesia beserta tiga karoseri, yakni Rahayu Santosa, Laksana dan Adiputro pun ikut terlibat.

Acara bertajuk : "Dari Penggemar Bus Untuk Bus Indonesia" ini diawali dengan konvoi 13 bus yang terdiri dari 10 bus peserta dan 3 bus pendukung. Konvoi bus mengambil start di Parkir Timur Gelora Bung Karo Jakarta, melewati rute Semanggi – Gatot Subroto – MT Haryono – Cawang – DI Panjaitan – Ahmad Yani – Pramuka – Salemba – Kramat – Senen – Gunung Sahari – Angkasa dan berakhir di JIEXPO Kemayoran, tempat penyelenggaraan IIBT

Sepanjang perjalanan, iring-iringan bus mendapat perhatian masyarakat. Wajar karena bus milik PPD keluaran tahun 1973 ada di urutan terdepan, diikuti bus Safari (tanpa kaca tanpa pintu) keluaran tahun 1982 yang pernah digunakan mantan Presiden Suharto di Taman Mini Indonesia Indah. Iring-iringan bus sengaja diurut berdasar tahun pembuatan chasis agar mudah dikenali masyarakat.

Selain dua bus tadi, ada bus DAMRI angkutan kota Bandung dengan rute Cicaheum – Leuwipanjang keluaran tahun 1988, bus PO Raya keluaran tahun 1987, bus Desiana keluaran tahun 1988, bus semi Caravan milik Alegra wisata tahun 1989. Bus milik seorang penggemar bus pun ikut dalam acara ini. Bus berkelir putih keluaran 1991 dipertahankan bentuk aslinya. Dan dua bua terakhir adalah bus DPR yang masih setia melayani anggota DPR, masing-masing keluaran tahun 1991 dan 1993. "Seluruh bus yang ikut dalam acara ini masih beroperasi hingga kini," ujar Firman Fathur Panitia REUNI BUS KLASIK.

Setiap bus memiliki keunikan tersendiri. Bus PO Raya misalnya meski terbilang uzur namun masih melayani angkutan penumpang Jakarta – Solo. Tentunya dengan perawatan yang prima. Demikian juga dengan Desiana wisata, bus ini dimodifikasi oleh pemiliknya sehingga tampil ‘baru’. Dilengkapi fitur airsupensi kelauran tahun 2010, turbo dan seperangkat fitur yang menjamin kenyamanan penumpang.
Sementara bus Alegra Wisata masih mengandalkan keasliannya. Dengan kursi yg bisa diputar 360 derajat, penumpang bisa mengatur posisi duduk. Tak ketinggalan mini bar dan toliet melengkapi bus ini. Bus koleksi pribadi dan dua bus DPR tampil elegan dengan kondisi nyaris sama sejak saat dibeli. Interior asli buatan German Motor Manufacturing (sekarang PT. Mercedes-Benz Indonesia) masih terawat rapi di ketiga bus ini.

Pembukaan/dok. Panitia REUNI BUS KLASIK

Setibanya di arena Pameran Bus dan Truk Internasional di JIEXPO Kemayoran, bus berjajar rapai mengelilingi tenda tamu undangan. Maksudnya agar lebih mendekatkan bus dan para tamu yang hadir. Dimulainya acara ini ditandai denganupacara yang sederhana dengan membunyikan klakson bus-bus peserta, yang dipimpin oleh CEO PT. Mercedes-Benz Indonesia Rudi Borgenheimer.

Menurut Humas JakBuS, Nur Rofik, REUNI BUS KLASIK ini digelar untuk mengingatkan masyarakat tentang arti bus. Bus tidak hanya sekedar alat transportasi belaka. REUNI BUS KLASIK hadir untuk mengingatkan sekelumit sejarah bus ditengah-tengah masyarakat. Bahwa keberadaan bus sesungguhnya mengikuti perkembangan sejarah masyarakat.

Karena itu Jakarta Bus Society juga menggelar diskusi ringan tentang bus lawas dalam acara ini. Hadir sebagai pembicara Yuniadi Hartono Vice President Marketing Mercedes-Benz Indonesia, Giri Suseno mantan Menteri Perhubungan dan Boy Novianto pemilik bus Desiana.

Dari diksusi ini terungkap, bahwa kehadiran Mercedes-Benz di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah transportasi Indonesia. “Dahulu kami mengadakan kajian untuk menyusun moda transportasi darat. Dan dengan alasan ketersediaan unit dan kualitasnya kami memilih Mercedes-Benz,” ujar Giri Suseno, mantan Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat tahun 1973 yang terlibat langsung dalam kajian transportasi Indonesia.

Diskusi sejarah/dok Panitia REUNI BUS KLASIK
Yuniadi Hartono sendiri mengakui, customer terbesar sepanjang sejarah bus Mercedes-Benz di Indonesia adalah pemerintah. Menurut Yuniadi, ribuan unit dipesan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan DAMRI untuk angkutan di seluruh Indonesia dan PPD untuk angkutan di Jakarta. “Ya, pemerintah memang pengguna Mercedes-Benz terbesar. Tak hanya di tahun 1970-an, saat-saat penting seperti KTT Non-blok kami juga ikut menyiapkan armadanya,” kata Yuniadi mengenang

Dalam catatan sejarah transportasi kota Jakarta, perkembangan sistem transportasi yang tertata dimulai di tahun 1960-an. Saat itu pemerintah Indonesia mendapat bantuan dari USAID untuk pengadaan bus kota. Dalam periode ini dikenal generasi Dodge. Untuk Mercedes-Benz mulai masuk di tahun 1960-an akhir. Sampai akhirnya kerjasama pemerintah Indonesia dan Jerman menyepakati bantuan pengadaan bus di pertengahan tahun 1970-an. Dan tahun 1979 di Wanaherang German Motor Manufacturing berdiri dan memproduksi bus secara utuh.

Dalam REUNI BUS KLASIK ini, tidak hanya sejarah, contoh bus-bus yang terawat apik, tetapi juga ada kesenangan. “Iya pak, mungkin baru kali ini kru bus ikutan acara khusus untuk bus. Maklum pak jarang ada yang memperhatikan bus kami,” ujar Ngadimun salah seorang kru bus yang bangga busnya ikut serta.

Pendapat yang sama juga diutarakan Dian Hadi. Pemilik bus Safari ex Taman Mini ini, bahkan rela mengemudikan busnya sendiri saat konvoi. “Kalau konvoi mobil saya sering ikut. Konvoi bus ya baru kali ini....karena memang baru pertama kali ada,” kata dia.(Mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013