Selasa, 16 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SEPERTI APA YA BUS MAN R37?
 
23 September 2013


(Jakarta – haltebus.com) Saat yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang. Di Arena Indonesia International Motor Show ke-21 di Kemayoran, PT. Duta Putera Sumatera akhirnya memperkenalkan bus MAN R37. Mengapa ditunggu-tunggu? MAN R37 ini adalah chassis bus pertama Eropa yang berkonfigurasi 3-axle atau tiga gandar/poros roda. “Kami mendatangkan MAN R37 untuk pasar yang spesifik di Indonesia,” kata Direktur Utama PT. Duta Putera Sumatera, Nugroho Tjandrakusuma kepada haltebus.com di sela-sela pameran, Kamis (19/9/13).

Nugroho mengaku pihaknya telah mempersiapkan kedatangan chassis setahun terakhir. Menurut dia, spesifikasi MAN R37 itu belum ada di Indonesia sebelumnya membuat pihaknya yakin masih ada peluang untuk menggarap pasar baru di dunia transportasi bus negeri ini. Namun, salah satu pabrikan asal China telah memperkenalkan pada haltebus.com chassis 3-axle pada Juni lalu.

Bagaimana bentuk chassis yang membawa optimisme Nugroho? Secara garis besar teknologi bus Eropa yang diusung MAN R37 sudah banyak ditemui di Indonesia. Berbasis chassis spaceframe, MAN R37 ditopang mesin Diesel Commonrail MAN-D2676 LOH10 Euro III dengan enam silinder segaris berkapasitas 12,4 liter. Tenaga yang dihasilkan terbesar dari semua mesin bus yang dipasarkan di sini, yakni 460 HP. “Dari karakter kemampuan mesin dan chassis-nya yang spaceframe memungkinkan bus ini bisa dibuat untuk bus single decker atau double decker (bus tingkat),” ujar Nugroho.

Tenaga yang besar, kemampuan yang besar, serta ukuran yang mungkin juga bisa diperbesar jika dibangun sebagai bus tingkat, ditopang dengan sistem keamanan. Ada tiga perangkat pengereman yang menjaga keamanan bus saat menggelinding di aspal. Pertama, ada fitur Exhaust Valve Brake yang mengurangi laju bus dengan pengereman yang dibantu mesin.

Kedua, perangkat Electronic Braking System termasuk Anti-lock Braking System (ABS)/Traction Control System (TCS) yang memungkinkan pengereman dan pengendalian bus secara maksimal. Ketiga, fitur retarder dengan lima tingkatan dengan tombol tersedia di steering wheel/roda kemudi juga melengkapi pengaman pengereman.

Chassis MAN R37 juga dilengkapi dengan poros roda depan yang independen (independent front axle). Konfigurasi poros roda seperti ini memungkinkan keleluasan pergerakan. Diantara chassis dan poros roda depan ada suspensi udara yang menjamin kenyamanan penumpang di atasnya. Sementara untuk roda belakang, enam titik balon suspensi udara menopang empat titik roda dengan enam ban yang terpasang. Empat balon udara berada di sisi chassis, dan dua lainnya ada di atas chassis untuk keleluasan gerak roda terbelakang.

Banyak kalangan menyebut bus dengan tiga poros roda sebagai bus tronton, mengacu pada poros roda yang kerap ditemui pada truk tronton. Namun, sesungguhnya ada perbedaan besar poros roda ketiga pada bus dengan poros roda ketiga pada truk. Poros ketiga pada bus, roda bisa bergerak untuk ikut mengarahkan bus, sedangkan pada truk poros ketiga cenderung tetap. Selain itu jumlah roda pada poros ketiga pada bus juga hanya dua, bukan empat seperti yang kita temui pada truk. Jangan samakan tiga poros roda ini dengan suspensi pada truk, sebab keenam titik rodanya sudah dilengkapi suspensi udara.

Di luar fitur suspensi udara, masih ada fitur transmisi yang menambah kenyamanan penumpang. Akselerasi mesin dengan transmisi ZF-12 AS 2301 Tipmatic menjanjikan perpindahan percepatan sangat mulus. Secara teori, dengan 12 percepatan transmisi manual Tipmatic, perpindahan percepatan nyaris seperti yang kita rasakan pada transmisi otomatis.

General Manager Operasional PT. DPS Eddy Handoko menyatakan, pengalaman mereka menjual truk beberapa tahun terakhir menjadi dasar keyakinan mereka bisa menembus pasar. Sepanjang tahun 2012 mereka bisa menjual 200 unit truk untuk berbagai jenis kebutuhan di Indonesia. “Peluang untuk bus seperti ini masih terbuka. Kami fokus dulu untuk segmen bus pariwisata di Jawa karena panjang bus ini 13,5 meter,” kata dia.

Sementara itu, Nugroho menambahkan, pelanggan tak perlu khawatir atas ketersediaan suku cadang. Agen penyalur suku cadang MAN untuk truk sudah tersebar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Jaringan ini juga, kata dia, menjadi nilai tambah untuk PT. DPS.

Dalam kesempatan yang sama, Nugroho menyebutkan, pihaknya telah menjual empat unit chassis pertama MAN R37 ke PO. Nusantara. Meski optimistis chassis ini diminati operator bus di Jawa, PT. DPS tak berani mematok target penjualan yang tinggi untuk chassis yang dilepas ke pasar dengan harga 150 ribu dollar AS tanpa PPN itu. “Kami memperkirakan tahun depan bisa menjual 20 unit, ini pengalaman baru untuk kami,” ujar dia merendah.

Rencananya, selain memasarkan chassis bus MAN R37, PT DPS berencana mendatangkan chassis tipe lainnya. Menurut Nugroho, pihaknya tengah menyiapkan fasilitas perakitan semi-Completely Knock Down (CKD) di kawasan Selatan Jakarta. Dia berharap fasilitas itu bisa beroperasi tahun depan.

Seorang narasumber haltebus.com yang menolak disebutkan namanya mengungkapkan, PO. Nusantara tengah membangun bus tingkat di atas chassis MAN R37. Bus ini akan dirilis seiring dengan peluncuran secara resmi bus MAN R37 sebelum Desember 2013. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013