Selasa, 20 Oktober 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MAN TAWARKAN BUS BBG DI PAMERAN BUSWORLD
 
22 Oktober 2013


(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan bus dan truk asal Jerman, MAN menawarkan teknologi mesin berbasis bahan bakar gas di arena pameran Busworld di Kortrijk, Begia 18 – 23 Oktober 2013. Saat ini ada dua tipe mesin untuk Compressed Natural Gas (CNG). “Dua seri mesin ( E08 dan E28 ) tersedia untuk bus (lengkap) dan bus chassis – yang bisa diaplikasi dalam lima kelas tenaga yang dihasilkan, dari 220HP hingga 310HP,” demikian rilis mereka di www.man.eu, Kamis, (17/10/13).

Gas alam menawarkan effisiensi CO2 tertinggi dari semua bahan bakar fosil. Tanpa memerlukan modifikasi teknis , mesin CNG dan bus dari MAN juga dapat dijalankan dengan biogas, yang membuat operasi CO2 netral . Karakteristik yang melekat pada bahan bakar gas alam adalah pembakarannya sangat bersih dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. Mesin menghasilkan polutan udara seperti karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida dan partikel lainnya dalam kadar yang rendah. Bus dengan bahan bakar CNG menjadi alternatif yang jauh di bawah standar Euro 6, standar emisi paling ketat saat ini.

Sejak pertengahan 2013 MAN juga menawarkan rangkaian lengkap produk CNG dengan versi untuk standar Euro 6. MAN Bus mengakui harga sebuah bus kota MAN Lion CNG 20 persen lebih tinggi dari bus bertenaga diesel. Namun, berdasarkan perhitungan masa sepuluh tahun operasional dengan rata-rata 60 ribu km/ tahun ada penghematan bahan bakar yang patut diperhitungkan.

Dengan harga konstan bahan bakar di Eropa sebesar 1,40 Euro per liter diesel dan 1,00 Euro per kg CNG, bus kota MAN Lion CNG menghemat biaya bahan bakar sebesar 150 ribu Euro, jika dibandingkan versi diesel. Jika dikonversi dengan rupiah, 1 Euro setara Rp. 15.500 penghematan itu setara Rp. 2,325 miliar. “Biaya servis dan perawatan sedikit lebih tinggi karena teknologi yang digunakan untuk MAN Lion Kota CNG ini. Namun, biaya tambahan di bawah sepuluh persen dibandingkan bus diesel relatif masih moderat.”

MAN Bus mengklaim memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dengan bus berbahan bakar gas. Sejak tahun 2000, telah diantar lebih dari 7.500 unit bus baik berupa, chassis bus maupun bus lengkap. Mereka menawarkan bus BBG dalam berbagai varian untuk model bus kota MAN Lion. Bus tunggal 12 meter hingga bus gandeng 18,75 meter juga tersedia. Bus kota MAN Lion tersedia dalam versi yang diperuntukkan di negara-negara panas . “Aplikasi khusus, misalnya di mesin, pra-pemisah untuk sistem udara masuk, memastikan operasi yang handal di daerah sangat berdebu di mana suhu tinggi.”

Yang ditawarkan MAN tak hanya teknologi mesin, tetapi juga menjanjikan servis dan perbaikan sistem gas bertekanan tinggi yang lebih mudah. Sistem atap modular dapat dipilih secara individual untuk semua model pada bus kota MAN Lion. Bingkai aluminium standar menyediakan ruang antara empat dan sepuluh tabung gas bawah fairing atap. Ada jaminan untuk memastikan pelatihan yang komprehensif. MAN juga menjamin setiap suku cadang tersedia secara global, sebagai bagian dari pelayanan untuk pelanggan demi kelancaran operasional bus berbahan bakar gas.

Tawaran MAN dalam pameran bus Busworld di Kortrijk ini mengingatkan kita pada rencana Pemprov DKI Jakarta yang menginginkan seluruh armada Bus Rapid Trans (BRT) menggunakan bahan bakar CNG. Jika Pemprov DKI Jakarta benar-benar berniat memperbaiki transportasi Jakarta, berbagai alternatif pabrikan bisa dipilih. Tak hanya pabrikan Korea dan China, berbagai pabrikan Eropa juga punya spesifikasi bus BBG, walaupun haruh merogoh kocek lebih dalam. (naskah: mai/foto: man.eu)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013