Rabu, 16 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BABAK BARU BUS ANTIK EKS TMII
 
10 Juni 2011
(Jakarta - haltebus.com) Di situs jejaring sosial, Senin (21/02/11) beredar foto-foto bus yang tak lazim. Berkaca samping lebar, sehingga siapapun yang duduk akan terlihat bagian pahanya. Penumpang yang duduk di dalam bus pun bisa leluasa melihat ke segala penjuru. Bus ini memang bukan bus sembarangan. Bus yang dibeli dan dibangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) khusus digunakan untuk Soeharto selama menjabat sebagai Presiden RI. Tidak jarang pula bus unik ini digunakan untuk tamu negara yang berkunjung ke TMII.

Bus berwarna dasar putih, dihiasi motif mirip batik pesisir jawa. Dengan warna dasar biru dan motif kembang-kembang putih. Motif tradisional ini sesuai dengan peruntukan bus, sebagai bus kunjungan keliling TMII yang merupakan tempat wisata budaya Indonesia.

Meski berkaca lebar yang tak lazim pada umumnya bus, namun aman digunakan oleh Soeharto yang kala itu menjadi orang nomor satu di Indonesia. “Informasinya kacanya adalah kaca anti peluru,” ujar sumber haltebus.com yang enggan disebutkan namanya.

Interior bersih/Istimewa

Bus buatan karoseri ABC, Magelang itu terlihat sederhana, namun berkelas. Kursi penumpang dibuat khusus agar penumpangnya bisa leluasa. Bus hanya berisi 26 kursi. Satu kursi di deret terdepan di sisi kiri bisa diputar 360 derajat. Selebihnya, dalam konfigurasi 2 – 2 dengan 5 baris. Di bagian belakang single seat yang kerap diduduki Soeharto, seperti bus AC konvensional, di bagian belakang tepat di atas mesin, 5 kursi sederet menggenapi jumlah kursi menjadi 26.

Tak hanya itu, karpet kuning tebal juga siap memanjakan penumpangnya. Tebalnya karpet menimbulkan rasa empuk saat penumpangnya berjalan di dalam bus.

Masih menurut sumber haltebus.com, bus ini berbasis Mercedes-Benz OH-1521 lansiran tahun 1998. Bus dilengkapi dengan AC gantung di bagian bagasi. AC gantung ini memungkinkan udara dingin tetap bisa mengalir di kabin penumpang, meski mesin bus dimatikan. Wajar, karena AC model seperti ini memiliki generator yang terpisah dari mesin bus.

Yang mengagumkan lagi, bus ini ternyata juga jarang digunakan. Angka menunjukkan 2700 km di penunjuk jarak tempuh yang ada di dashboard bermotif kayu. Kemudi juga terlihat masih bersih. Dalam hati saya bergumam, sungguh orang yang cukup beruntung....jika dia seorang kolektor bus. “Hour meter AC baru menunjukkan angka 225,” kata dia lagi.

Single set di sisi kiri/Istimewa

Sayang kondisi ini hanya dalam hitungan jam dinikmati sahabat haltebus.com ini. Sekarang bus sudah dalam proses dirombak luar dan dalam. Bus yang sudah berpindah tangan ini, oleh pemilik barunya diubah semi caravan. “Ownernya minta diubah dengan fasilitas toilet, smoking area, karoke, mini bar dan make over depan-belakang serta diubah tangganya,” ujarnya.(Mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013