Jumat, 30 Oktober 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SCANIA RESMIKAN FASILITAS UJI IKLIM DALAM RUANG
 
15 November 2013


(Jakarta – haltebus.com) Scania kini memiliki fasilitas canggih untuk menguji ketahanan produk mereka. Fasilitas berupa ruang yang dapat menyesuaikan iklim di Eropa diresmikan Menteri Usaha, Energi dan Komunikasi Swedia, Annie Lööf bersama Presiden dan CEO Scania Martin Lundstedt, Senin (11/11/13). Fasilitas ini dibangun di komplek Pusat Riset dan Pengembangan Scania di Södertälje, Swedia.

Fasilitas uji iklim berupa terowongan angin buatan itu memungkinkan Scania menguji kendaraan dengan kondisi cuaca yang paling ekstrem dalam ruangan. Kondisi yang diciptakan dalam ruang uji iklim yang mirip dengan kondisi luar ruang diharapkan bisa meningkatkan kinerja yang dihasilkan produk Scania, baik untuk truk maupun bus.


Dengan adanya fasilitas uji iklim, mereka juga mengurangi pengujian lapangan dengan kondisi lingkungan bisa disesuaikan. Mereka juga bisa mempersingkat peluncuran produk baru karena waktu yang dibutuhkan untuk riset dan pengembangan bisa lebih singkat, terkait uji ketahanan cuaca.
“Fasilitas unik ini akan membantu kami meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi lebih jauh,” kata Harald Ludanek, Executive Vice President untuk Riset dan Pengembangan Scania.

Di fasilitas itu, mereka bisa membuat simulasi suhu antara minus 35 hingga 50 derajat Celcius. Kelembaban udara juga bisa diatur antara 5 dan 95 persen. Masih ada pula sistem saluran udara yang bisa menghasilkan berbagai jenis salju. Ada meriam salju yang melengkapi sistem saluran udara dalam ruangan.

Canggihnya lagi, salju yang dihasilkan sistem saluran udara bisa diganti pula dengan hujan yang intensitasnya juga bisa diatur sesuai yang diinginkan. Mulai hujan rintik-rintik hingga hujan lebat bisa dibuat. Bahkan, ukuran jatuhan air yang menerpa kendaraan yang diuji juga bisa diubah-ubah.


Dalam uji kendaraan, hanya dengan menambahkan ultraviolet ( UV ) kimia dalam air hujan buatan, alur air akan mudah dilihat saat disinari UV. Persis seperti kita menguji keaslian uang. Cara ini ditempuh untuk melihat dengan tepat jatuhan air dan kotoran, bagaimana keduanya mengalir di sekujur kendaraan yang diuji. Sehingga, akan mudah terlihat di mana air hujan dan kotoran terjebak di sudut-sudut bodi kendaraan. “Karena kita bisa mengurangi dampak dari salju, hujan dan kotoran , pengemudi akan mendapatkan keuntungan dengan kabin pengemudi yang lebih baik dan keamanannya yang bisa ditingkatkan,” ujar Ludanek lagi.


Saat diuji, setiap kendaraan yang diuji diparkir di atas roda pemutar yang menempel di lantai. Satu roda pemutar untuk setiap set roda kendaraan. Kondisi ini memungkinkan teknisi untuk melakukan simulasikan kecepatan hingga 100 km/jam, kecepatan yang optimal untuk truk dan bus Scania yang diuji.


Pengujian yang dilakukan mencakup komponen tahan panas dan dingin, aliran air hujan dan salju, visibilitas pengemudi dalam hujan lebat dan salju, kaca depan, suara angin dan kotoran sisi taksi, spion belakang hingga pegangan pintu. “Truk dan bus Scania dirancang untuk kinerja terbaik, terlepas dari iklim,” kata Christer Ramdén, Kepala Pengujian Kinerja Kendaraan.


Ruang pengujian iklim dengan luas 13 meter persegi ada di dalam sebuah bangunan tersendiri dalam kompleks Riset dan Pengembangan Scania. Pembangunan gedung setinggi 25 meter ini dimulai pada 2011 dan selesai awal tahun ini. Besarnya bangunan yang dibutuhkan agar bisa menampung truk dan bus serta turbin angin yang besar. Turbin angin ini bisa menghasilkan kecepatan udara hingga 1.000 km/jam.


Dalam setiap pengujian kondisi yang diinginkan bisa diciptakan secara berulang sehingga memudahkan proses pencatatan. Dalam hujan deras, tes dilakukan untuk menilai intrusi air intake udara dan dampaknya pada fungsi wiper. Di iklim bersalju, tes dapat menentukan salju menyumbat pada bagian depan depan , intrusi salju di intake udara, salju yang bisa menyumbat filter serta wiper dan fungsi defroster.


Lampu yang canggih bisa menghasilkan intensitas radiasi 400-1,100 W/m² di bagian depan, atap dan sisi kabin. Kondisi berawan juga dapat disimulasikan. berbagai tes ini memungkinkan fasilitas sistem pada kendaraan bisa berjalan baik.

Fasilitas ini dibangun Scania dalam kurun lima tahun. Dua tahun untuk riset dan tiga tahun untuk pembangunan fisik. “Ketika kami memasuki segmen industri dan pasar yang baru, dengan semakin menantang kondisi iklim, kami perlu memastikan bahwa kendaraan yang kami produksi akan minim kesalahan,” kata Ramdén.(naskah: mai/foto-foto : scania.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013