Rabu, 20 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS BERTINGKAT DARI KUDUS
 
28 November 2013


(Kudus - haltebus.com) Sejumlah orang tengah sibuk mengerumuni bus berwarna ungu di sebuah hanggar di Kudus, Sabtu (23/11/13). Model busnya unik, tak seperti kebanyakan bus yang sering kita temui di Indonesia. Wajar, sebab bus ini adalah bus 3-axle alias dengan sumbu roda tiga titik pertama di Indonesia yang dibangun Karoseri Nusantara Gemilang. “Kami membangun bus berbasis MAN R37 dengan standar Gemilang (Coachwork) yang sudah diakui MAN Jerman,” kata Direksi Karoseri Nusantara Gemilang Christian Nathanael Budianto, kepada haltebus.com di workshop-nya di Kudus, Jateng.

Bus yang dibangun Christian dan timnya memiliki keistimewaan yang tak dimiliki bus-bus kebanyakan. Jika dilihat dari strukturnya orang akan mudah tertipu, bus itu memiliki dua lantai terlihat tinggi. Namun, sesungguhnya bus yang dibangun dalam waktu tiga bulan ini hanya terpaut 0,1-0,2 meter dari bus-bus pada umumnya yang bertinggi 3,75 meter.

Melihat bus ini tak ubahnya seperti bus-bus Neoplan, perusahaan pembuat bus yang masih satu grup dengan MAN AG, Jerman. Jika anda pernah mengetahui produk Neoplan, melihat bus buatan Karoseri Nusantara Gemilang seperti melihat Cityliner yang diproduksi Neoplan. “Kami memang membuat bus ini acuannya adalah bus Neoplan, Neoplan kan masih satu grup dengan MAN," ujar Christian lagi.

 

Di negara asalnya, Cityliner diproduksi untuk memenuhi kebutuhan bus-bus pariwisata. Tingginya lantai yang melebihi kabin pengemudi membuat penumpang leluasa melempar pandangan keluar. Bus berlantai tinggi juga kerap mengangkut penumpang antar kota jarak dekat maupun jarak jauh. Seperti halnya bus-bus yang banyak kita temui di Singapura dan Malaysia.

Jika dibandingkan dengan Cityliner yang diproduksi Neoplan, ada perbedaan yang cukup menonjol. Cityliner buatan Karoseri Nusantara Gemilang ini sebenarnya dikategorikan sebagai bus berlantai tinggi atau yang dikenal sebagai highdecker bus. Pada produk Neoplan tinggi bus 3,68 meter, sedangkan milik Karoseri Nusantara Gemilang sekitar 3,9 meter. Tipe rangka spaceframe pada MAN R37 membuat setiap karoseri pembuat bus bisa leluasa menuangkan kreatifitasnya. Karoseri yang baru berumur setahun itu memilih untuk membuat ruang penumpang di bagian bawah bus. Jadilah bus yang mereka buat menjadi dua lantai atau double decker.

haltebus.com mendapat kesempatan melihat dari dekat proses produksi bus dua lantai yang baru kali ini diproduksi massal di Indonesia. Secara struktur, Karoseri Nusantara Gemilang menggunakan besi galvanis seperti karoseri pembuat bus lainnya. Perbedaan yang cukup signifikan terlihat ada pada dinding luar bus dan sejumlah panel dinding. Lembaran-lembaran alumunium membungkus bus dengan rapi.

"Untuk bus berukuran 12 meter berdinding alumunium, berat bus lebih ringan 2,5 ton dari bus-bus setipe," ujar Manager Operasional PO. Nusantara Andy Dharmawan yang sudah mengoperasikan Skybus, salah salah produk Karoseri Nusantara Gemilang.

Meski baru pertama kali membuat bus berlantai tinggi, Christian mengaku tak banyak mengalami kendala. Asistensi dari Gemilang Coachwork Malaysia sangat memudahkan mereka membangun bus. Dimensi, bahan, hingga cara pengerjaan mengikuti prosedur baku yang diterapkan Gemilang. Panduan ini cukup membantu mereka, pengerjaan bus pun bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Selangkah demi selangkah, perkembangan dunia transportasi bus mulai terasa di Indonesia. Beragam chassis dan teknologi yang masuk ke negeri ini mendorong pelaku usaha transportasi bus mempersiapkan diri menyambutnya. Karoseri Nusantara Gemilang sudah memulainya dengan Cityliner dari Kudus. “Kami siap bekerjasama dengan seluruh ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) bus untuk bersama-sama mewujudkan transportasi Indonesia yang lebih baik,” kata Christian. (naskah : mai/foto-foto : mai/dok. Nusantara Gemilang)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013