Kamis, 14 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
RAMUAN SUSPENSI UDARA UNTUK SUMATERA?
 
28 November 2013


(Malang – haltebus.com)
Bus dengan suspensi udara beberapa tahun terakhir menjadi tren baru di Indonesia. Perkembangan ini mendorong pabrikan bus untuk menghadirkan chassis dengan fitur suspensi udara. Namun, tak semua perusahaan otobus bisa mengoperasikan chassis bersuspensi udara, meski mereka membutuhkannya. Salah satunya, PO Siliwangi Antar Nusa (SAN). “Untuk medan Sumatera, kami lebih memilih merakit sendiri sehingga suspensi udara bisa disesuaikan dengan kondisi medan kami,” kata Hasanuddin Adnan pendiri PO SAN saat ditemui haltebus.com di Karoseri Tentrem, Malang, Minggu (24/11/13).

Hasanuddin bekerja sama dengan Karoseri Tentrem untuk memodifikasi air suspensi pada
chassis SanChai SC280-61A yang dirakitnya. Selain membeli chassis dari pabrikan, pria paruh baya ini juga merakit sendiri bus-busnya sejak 2006. Dia bersama tim mekanik PO SAN meramu chassis agar sesuai dengan medan yang mereka lalui di jalan-jalan Sumatera yang cukup ekstrem.

Sejak dua bulan terakhir, bersama Karoseri Tentrem, PO SAN merakit suspensi udara. Sebenarnya Karoseri Tentrem sudah menawarkan suspensi udara pada pelanggan mereka sejak beberapa tahun terakhir. Suspensi udara dengan konstruksi yang mereka modifikasi untuk menopang enam titik balon itu sudah banyak digunakan di Pulau Jawa. “Saya memang mencari kontruksi suspensi udara yang balon udaranya ada di atas axle belakang. Kebetulan konstruksi yang ditawarkan Tentrem sesuai dengan yang saya inginkan, walaupun masih butuh sentuhan,” ujar Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, pemilihan konstruksi air suspensi di atas axle belakang ada tujuannya. Ada beberapa kontur jalan yang patut diwaspadai untuk bus-bus dengan suspensi udara di Sumatera. Di dermaga penyeberangan, jalan yang menanjak-menurun dan berkelok-kelok tajam, serta lubang-lubang besar yang bermunculan saat musim hujan. Satu lagi, tak jarang pula ketinggian antara aspal dan tanah di bahu jalan yang cukup tinggi kerap menyebabkan ban bus terjerembab. Dia mengatakan, pada umumnya bus dengan suspensi udara yang ‘pegangan’ balon udara sejajar atau di bawah
chassis, bagian bawahnya mudah terganjal jika melalui medan seperti itu.

Sementara itu, penanggungjawab operasional Karoseri Tentrem Yohan Wahyudi menyatakan kegembiraannya bisa bekerja sama dengan operator bus asal Sumatera itu. Menurut dia, banyak hal yang mereka aplikasikan dengan rancang bangun suspensi udara. “Ada beberapa titik yang diperkuat, khususnya pada dudukan suspensi untuk mengimbangi konstruksi
chassis yang dirancang untuk medan di Sumatera,” kata dia.



Seperti apa ya konstruksi untuk medan di Sumatera? Yang jelas dudukan suspensi udara pada
chassis harus diperkuat. Ada beberapa besi penyangga yang melintang yang menghubungkan dua batang besi pada chassis. Yang terlihat menyolok adalah besi berbentuk U yang lebar di atas axle. Dua batang besi kotak menopang lengan penyeimbang di bagian bawah dan sejajar axle.

Satu batang lagi ada di atas
chassis untuk menyangga dua balon udara. Antara lengan penyeimbang suspensi dan chassis dibuatkan besi penyangga. Begitu pula antara chassis dengan dudukan balon udara yang letaknya di atas chassis. "Pada prinsipnya kami mencari formula yang tepat agar kami bisa mewujudkan suspensi udara yang tepat untuk segala medan di Indonesia, tanpa bermaksud menyaingi ATPM," ujar Yohan.

Di bagian depan konstruksi suspensi udara tak terlalu banyak berbeda dengan suspensi udara pabrikan atau pemodifikasi suspensi udara lainnya. Perbedaannya hanya pada penambahan bahan untuk memperkuat dudukan suspensi. Selain itu ada pula dua peredam kejut yang dipasang mengapit kepala balon.

Sekilas besi penopang konstruksi terlihat banyak. Untuk menopang empat titik balon, minimal empat atau lima besi yang menghubungkan sisi kiri-kanan. Masih ada penopang
chassis di bagian belakang maupun di bagian depan. SANChai adalah chassis hasil modifikasi PO SAN yang berasal dari chassis yang didaur ulang dan dirakit menjadi chassis spaceframe. Dari segi kerapihan, tentunya jauh dari produk pabrikan-pabrikan bus yang menjual produknya di Indonesia.

Yohan mengungkapkan, meski terlihat banyak besi penopang, dia menjamin tak mempengaruhi berat bus secara total setelah bus selesai dibuat. “Bus-bus yang kami buat total beratnya tak sampai 14 ton. Kan ada ketentuan maksimum beban untuk masing-masing axle,” ujarnya.

Suspensi udara pada bus mulai merambah Sumatera beberapa tahun terakhir. PO SAN sendiri mulai menggunakan bus bersuspensi udara untuk bus yang melayani trayek Pekanbaru – Solo sejak tahun 2006. Ramuan suspensi udara ini baru pertama kali dilakukan operator bus yang kerap merakit
chassis busnya sendiri. “Kita masih ujicobakan untuk dua chassis ini, apakah benar-benar cocok untuk medan di Sumatera. Kami memodifikasi konstruksi suspensi udara yang dirancang Tentrem, tentunya dikombinasikan dengan pengalaman kami di lapangan,” kata Hasanuddin. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013